3
|Halaman
bersentuhan dengan CO
2
membentuk -asitilena
.
K
emudian Mandeleyev(
1877
) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanyapengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi
.
Yang lebihekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwaminyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumiterbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi
.
P
ernyataantersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalambeberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain
.
Dari sekian banyak hipotesa tersebut yang sering dikemukakan adalah TeoriBiogenesis, karena lebih bisa
.
Teori pembentukan minyak bumi terusberkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dan teknik analisisminyak bumi, sampai kemudian pada tahun
198
4 G
.
D
.
Hobson dalam tulisannyayang berjudul The Occurrence and Origin of Oil and Gas menyatakan bahwa :
Th
etype of oil is dependent on t
h
e position in t
h
e deposition a basin, and t
h
at t
h
e oilsbecome lig
h
ter in going basin ward in any
h
orizon. It certainly seems likely t
h
at t
h
edepositional environment would determine t
h
e type of oil formed and could exert an influence on t
h
e c
h
aracter of t
h
e oil for a long time, even t
h
oug
h
t t
h
ere isevolution.
Berdasarkan teori Biogenesis, minyak bumi terbentuk karena adanyakebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon
.
S
iklus karbon ini terjadiantara atmosfir dengan permukaan bumi, yang digambarkan dengan dua panahdengan arah yang berlawanan, dimana karbon diangkut dalam bentuk karbondioksida (CO
2
)
.
P
ada arah pertama, karbondioksida di atmosfir berasimilasi,artinya CO
2
diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut
.
P
ada arah yang kedua CO
2
dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasimakhluk hidup (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme)
.
Dalam proses ini, terjadi kebocoran kecil yang memungkinkan satu bagiankecil karbon yang tidak dibebaskan kembali ke atmosfir dalam bentuk CO
2
, tetapimengalami transformasi yang akhir-nya menjadi fosil yang dapat terbakar
.
Bahan bakar fosil ini jumlahnya hanya kecil sekali
.
Bahan organik yangmengalami oksidasi selama pemendaman
.
A
kibatnya, bagian utama dari karbonorganik dalam bentuk karbonat menjadi sangat kecil jumlahnya dalam batuansedimen
.
P
ada mulanya senyawa tersebut (seperti karbohidrat, protein dan lemak)diproduksi oleh makhluk hidup sesuai dengan kebutuhannya, seperti untuk mempertahankan diri, untuk berkembang biak atau sebagai komponen fisik danmakhluk hidup itu
.
K
omponen yang dimaksud dapat berupa konstituen sel,membran, pigmen, lemak, gula atau protein dari tumbuh-tumbuhan, cendawan,jamur, protozoa, bakteri, invertebrata ataupun binatang berdarah dingin danpanas, sehingga dapat ditemukan di udara, pada permukaan, dalam air ataudalam tanah
.