Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
120Activity
P. 1
Pembangkit Pulsa Clock

Pembangkit Pulsa Clock

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 4,016 |Likes:
Published by nasirep

More info:

Published by: nasirep on Mar 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2013

pdf

text

original

 
Pembangkit Pulsa Clock 
Ditulis oleh Shatopada 27 October 2009 Tidak ada komentar Item ini ditulis di dalamElectronics BagikanShareThis 
Flip-flop dan pencacah selalu membutuhkan pulsa clock untuk memicunya.
 
Pulsa clock ini bisadibangkitkan oleh manusia dengan menekan suatu sakelar tekan (
 push button switch
), bisa jugabersumber dari suatu osilator yang membangkitkan deretan pulsa dengan frekuensi tertentu.
Syarat yang harus dipenuhi oleh pulsa clock ini antara lain
ialah :
· Memiliki simpangan yang sesuai dengan perangkat logika yang digunakan· Mempunyai frekuensi dalam kisaran sesuai dengan perangkat logika yang digunakan· Bebas kerutAgar sesuai dengan perangkat logika yang digunakan maka simpangan tegangan dari pulsa clock harus sesuai dengan kisar tegangan masukan yang dibutuhkan oleh perangkatlogika yang digunakan. Sebagai contoh, TTL membutuhkan pulsa clock yang berkisar dari 0 hingga +5 Volt.Pada CMOS kisar tegangan ini harus sesuai dengan tegangan catu yang digunakan. Jikategangan catu yang digunakan adalah 15 Volt, maka pulsa clock harus berkisar dari 0hingga +15 Volt.Jika pulsa clock yang dibangkitkan oleh osilator, maka frekuensi dari clock ini harus berada dalam kisaran frekuensi yang mampu diikuti oleh perangkat logika yangdigunakan. Sebagai contoh, pada TTL standard, frekuensi clock harus < 20 MHz karena perangkat TTL standard mempunyai kecepatan switching maksimum 20 MHz.
Pembangkitan pulsa dengan rangkaian debouncing
Pada beberapa pemakaian, pulsa ini dibangkitkan dengan menekan sebuah sakelar tekandimana satu pulsa dibangkitkan setiap kali tombol ditekan. Sakelar yang digunakanumumnya adalah sakelar mekanis yang terdiri dari satu pasang atau lebih kontak diamdan kontak gerak. Pada saat sakelar ditekan, kontak gerak akan bergerak dan terhubungdengan kontak diam. Pada saat menyentuh kontak diam, kontak gerak ini akandipantulkan beberapa kali sebelum akhirnya diam. Hal ini disebabkan oleh sifat elastisdari kedua kontak tersebut. Keadaan ini adalah sama dengan sebuah bola yang dibantingke tanah, dimana bola tersebut akan memantul beberapa kali sebelum akhirnya diam.Pantulan ini dikenal sebagai
bouncing 
dan meninbulkan masalah pada pembangkitan pulsa clock. Akibat
bouncing 
maka untuk satu kali penekanan sakelar akan dibangkitkan beberapa pulsa clock. Kondisi ini diperlihatkan pada Gambar 8.1.
 
Gambar Rangkaian pembengkit clock dan tegangan keluarannyaJika sakelar pada Gambar 8.1a tidak ditekan maka inverter akan mendapat masukanlogika tinggi sehingga keluarannya (V
O
) akan rendah. Jika sakelar ditekan makamasukan inverter akan rendah sehingga keluarannya akan tinggi. Tetapi jika kontakgerak dipantulkan maka hubungannya dengan kontak diam akan terputus sesaat untukkemudian tersambung lagi. Akibatnya keluaran inverter akan rendah sesaat dankemudian tinggi kembali. Hal ini akan terulang beberapa kali sampai proses pemantulanini berakhir. Akibat pemantulan ini maka bentuk tegangan keluaran adalah seperti yangdiperlihatkan pada Gambar 8.1b. Hal ini tentu saja tidak diinginkan karena jikadigunakan pada pencacah, satu kali penekanan tombol akan mengakibatkan cacahan naiklebih dari satu. Untuk mengatasi hal ini dapat digunakan rangkaian
debouncing 
.Rangkaian ini akan mengeliminasi
bouncing 
dengan memanfaatkan sifat flip-flop yangakan mempertahankan suatu keadaan sebelum mendapat perintah untuk berubah kekeadaan lain melalui masukan yang sesuai. Sebagai contoh, suatu flip-flop akan set danseterusnya set sebelum mendapat pulsa pada masukan reset-nya. Demikian pulasebaliknya. Rangkaian
debouncing 
ini diperlihatkan pada Gambar 8.2.Gambar Rangkaian pembangkit pulsa clock dengan
debouncing 
Pada rangkaian ini digunakan sebuah sakelar satu kutub dua kedudukan dan dua gerbang NAND jenis TTL yang membentuk sebuah flip-flop. Karena gerbang adalah TTL makamasukan yang terbuka akan berlogika tinggi. Dalam hal ini jika sakelar tidak ditekanmaka kontak gerak selalu terhubung ke kontak-A sehingga kontak ini selalu berlogikarendah dan kontak-B yang terbuka selalu berlogika tinggi. Akibatnya flip-flop selalu akandi-reset.Jika sakelar ditekan maka kontak gerak akan beralih dari kontak-A ke kontak-B, sehinggaflip-flop akan set dan keluaran Q akan tinggi. Jika kontak gerak dipantulkan beberapa
 
kali oleh kontak-B maka flip-flop akan mendapat pulsa SET sebanyak pantulan ini.Tetapi hal ini tidak berakibat apa-apa karena flip-flop yang sedang set akan tetap set jikadiberi pulsa SET. Jika sakelar dilepas maka kontak diam akan kembali terhubung dengankontak-A. Pada sentuhan pertama dari kedua kontak ini flip-flop akan di-reset. Jikaterjadi pantulan maka flip-flop akan menerima pulsa RESET berulang-ulang namun flip-flop akan tetap dalam keadaan reset karena pemberian pulsa RESET pada flip-flop yangsedang reset tidak akan mempengaruhi keadaan flip-flop. Bentuk pulsa masukan dankeluaran dari rangkaian ini adalah seperti yang diperlihatkan pada Gambar 8.3.Gambar 8.3 Bentuk pulsa masukan dan keluaran rangkaian debouncing
Pembangkitan pulsa dengan MMV
Pada pembangkitan pulsa yang dibahas sebelumnya, panjang pulsa yang dihasilkanadalah sama dengan lamanya penekanan sakelar. Jika sakelar ditekan untuk waktusingkat maka pulsa yang dihasilkan juga akan singkat. Jika sakelar ditekan untuk waktuyang terlalu singkat maka ada kemungkinan bahwa lebar pulsa yang dihasilkan tidakcukup untuk memicu rangkaian yang harus dipicu. Untuk mengatasi masalah ini harusdigunakan suatu rangkaian MMV (
monostable multi vibrator 
). Rangkaian MMV ini akamembangkitkan satu pulsa setiap kali dipicu dimana lebar pulsa adalah tetap dan tidaktergantung pada lamanya penekanan sakelar. Beberapa keluarga logika menyediakan piranti yang khusus dirancang untuk keperluan ini. Salah satu contohnya ialah SN74121dari keluarga TTL yang diperlihatkan pada Gambar 8.4.Gambar Rangkaian SN74121Pada IC ini disediakan tiga masukan untuk pemicuan, yaitu A1, A2 dan B. Persamaanuntuk pemicuan ini adalah :

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->