Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
31Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
sejarah mata uang

sejarah mata uang

Ratings: (0)|Views: 13,557|Likes:
Published by fahminurani
sejarah danmata uang rupiah
sejarah danmata uang rupiah

More info:

Published by: fahminurani on Mar 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANALLAH-lah menciptakan manusia dan menjadikannya makhluk yang membutuhkan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Memandang terhadap kebutuhan-kebutuhan manusia itu, Allah tundukkan apa yang ada di langit dan bumi. Firman Allah swt.Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit , kemudian Dia menengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki bagimu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai (QS Ibarahim [14]:32).Oleh karena itu, sejak awal sejarah manusia, orang-orang bekerja keras dalam kehidupan untuk memenuhi terjaminnya barang dan jasa dan memanfaatkan nikmat-nikmat yang Allah berikan bagi mereka. Ketika tidak sanggup seorang diri dalammemenuhi segala kebutuhan barang dan jasa, terjadilah kerja sama sesame manusiadalam rangka menjamin terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan itu.BAB IIA.SEBAB-SEBAB MUNCULNYA UANGAda beberapa sebab munculnya uang antara lain:1)Kesusahan mencari keinginan yang sesuai antara orang-orang yang melakukan transaksi , atau kesulitan untuk mewujudkan kesepakatan mutual. Ja’far bin Alial-Dimasyqy mengungkapkan dalam perkataannya, “dan tidak setiap orang dari mereka membutuhkan pada waktu dimana orang lain juga membutuhkan.” Misalnya, seseorang yang punya keahlian sebagai tukang kayu dan membutuhkan jasa seorang pandaibesi. Disni tukang kayu ingin memberikan jasa kepada pandai kepada pandai besi sebagai imbalan jasanya. Bisa saja ia menemukan pandai besi, tetapi tidak membutuhkan jasa tukang kayu sehingga ia harus pergi dan mencari pandai besi yang lainyang sedang membutuhkan jasa tukang kayu. Demikian waktu menjadi banyak terbuangdengan sia-sia sampai dia manemukan pandai besi.Untuk lebih memperjelas lagi, penulis akan memberikan contoh yang lain. Seseorang pemilik zaitun membutuhkan wol. Disini ia harus mencari orang yang memiliki wol untuk ditukar. Bisa saja dia menemukan pemilik wol, tapi kebetulan dia tidak membutuhkan zaitun tetapi membutuhkan gandum. Begitulah susahnya system jual belibarter.2)Perbedaan ukuran barang dan jasa, dan sebagian barang yang tidak dapat dibagi-bagi. Ini yang beliau ungkapkan dalam perkataannya: “Dan ukuran-ukuran barang yang mereka butuhkan tidak sama.” Dalam contoh kita terdahulu, katakanlah pemilik zaitun yang membutuhkan wol menemukan pemilik wol yang juga membutuhkan zaitun. Hanya saja tidak ada kesepakatan antara keduanya dalam hal ukuran barang yang dibutuhkan. Pemilik zaitun memiliki 10 liter zaitun sedangkan pemilik wol hanya memiliki sedikit wol yang sesuai dengan jumlah ukuran zaitun. Sedangkan pemilik zaitun sendiri tidak ingin membagi-bagi barangnya. Terkadang barang itu sendiri tidak bisa dibagi-bagi seperti orang memiliki seekor kambing dan membutuhkanbaju. Ukuran seekor kambing jelas menyamai lebih dari satu baju dan tidak munkin baginya untuk membagi-bagi kambingnya sebagai bayaran untuk sepotong baju. terjadi kesulitan dalam pertukaran.3)Kesulitan untuk mengukur standar harga seluruh barang dam jasa. Sepertiyang beliau ungkapkan: “Dan dia tidak mengetahui nilai setiap barang dari setiapjenis dan apa ukuran tukar untuk setiap bagian dari bagian-bagian yang lain dari segala sesuatu.”Pada sistem barter sulit untuk mengetahui nilai suatu barang diukur dengan baran
 
g-barang yang lain atau barang. Di sebuah pasar misalnya, terdapat beberapa kambing, unta, gandum, minyak goring, sutera, dan seterusnya. Karena tidak adanya standar ukuran untuk mengetahui harga setiap barang, terjadi kesulitan dalam proses pertukaran .Berapa ukuran gandum yang menyamai seekor unta? Dan berapa berapabanyak ukuran minyak goring untuk ditukarkan dengan kain sutera? Memandang sulitnya permasalahan ini, merupakam petunjuk dari Allah Swt, kepada manusia untuk membuat uang sebagai harga dan nilai terhadap semua barang dan jasa sehingga proses pertukaran menjadi mudah karena pemilik unta mengukur harga untanya dengan uang, begitu juga pemilik apel menukur nilai apelnya denga uang. Kalau tidak adanyaukuran standar seperti ini, dalam proses jual beli akan mendapat kesulitan.B.PENTINGNYA UANG`Uang adalah salah satu pilar ekonomi. Uang memudahkan proses pertukaran komoditi dan jasa. Setiap proses produksi dan distribusi mesti menggunakan uang.Pada berbagai bentuk proses produksi berskala besar modern, setiap orang dari komponen masyarakat mengkususkan diri dalam produksi barang komoditas atau baagiandari barang dan memperoleh nilai dari hasil produksi yang ia psarkan dalam bentuk uang. Sebagai mana para pengusaha pabrik membayar gaji dari “jasa” para karyawan dan buruh yang bekerja pada mereka dengan menggunakan uang. Karena itu, sistem ekonomi modern yang menyangkut banyak pihak tidak bisa berjalan dengan sempurna tanpa menggunakan uang.Tidaklah berlebihan sebagian orang yang mengisyaratkan bahwa penemuan uang merupakan salah satu penemuan besar yang diocapai oleh manusia. Tidak kalah pentingdengan ditemukannya sistem tulis menulis, mengolah tanah, dan pemanfaatan energi.Ketika seseorang mencermati lebih dalam kekurangan-kekurangan yang begitu besardalam sistem barter, maka berbarengan dengan kemajuan yang begitu luas membuka jalan kepada manusia untuk menggunakan uang.Hanya saja manusia tidak mencapai penemuan uang itu dalam sekejap. Pada walnya mereka melakukan pertukaran barang dan jasa secara barter sebagaimana telah kitajelaskan sebelumnya. Kemudian mereka mengkhususkan suatu barang yang ada dan tersebar luas dari berbagai macam barang dan menjadikannya sebagai ukuran harga segala sesuatu. Demikianlah mata uang di berbagai bangsa menjadi bermacam-macam danberagam.C.DINAR DAN DIRHAM SEBAGAI MATA UANG DALAM ISLAMUmat Islam telah akrab dengan mata uang yang terbuat dari emas, disebut dinar dan mata uang yang terbuat dari perak disebut dirham. Mata uang ini telah digunakan secara praktis sejak kelahiran Islam hingga runtuhnya Khalifah Utsmaniyah di Turki pasca perang dunia I. Oleh karena itu, kebanyakan negara Islam dijajah olehbarat dengan sistem kapitalisnya, maka seluruh aspek ekonomi dan kehidupan jugamengikuti pola-pola kapitalis, termasuk masalah mata uang.Dinar dan dirham yang dipergunakan orang Arab waktu itu tidak didasarkan pada nilai nominalnya, melainkan menurut beratnya. Sebab dinar dan dirham tersebut dianggap sebagai mata uang yang dicetak, mengingat bentuk timbangan dirham yang tidak sama dan karena kemungkina terjadinya penyusutan berat akibat peredarannya.Datangnya Rasulullah SAW, sebagai tanda kedatangan Islam, maka beliau mengakui berbagai muamalah yang menggunakan dinar Romawi dan dirham persia. Beliau juga mengakui standar timbangan yang berlaku dikalangan kaum Quraiys untuk menimbang berat dinar dan dirham. Sehubungan dengan hal ini Rasulullah bersabda “Timbangan berat (wazan) adalah timbangan penduduk makkah, dam takaran (mikyal) adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud dan An Nas’i), kaum muslimin terus menggunakan dinar Romawi dan dirham Persia dalam bentuk cap, dan gambar aslinya sepanjanghidup Rasulullah SAW dan dilanjutkan oleh masa kekhalifahan Abu Bakar pada awalkekhalifahan Umar bin Khaththab.Pada masa pemerintahannya, khalifah Umar bin Khaththab, pada tahun 20 hijriah,yaitu tahun kedelapan kekhalifahan Umar bin Khaththab, beliau mencetak uang dirham baru berdasarkan pola dirham Persia. (Kadim As Sadr, 202) Berat, gambar, maupun tulisan bahlawinya( huruf persianya) tetap ada, hanya ditambah dengan lafaz y
 
ang ditulis dengan huruf Arab gaya kufi, seperti lafaz Bismillah (dengan nama Allah) dan BIsmillahi Rabbi (dengan nama Allah tuahnku) yang terletak pada tepi lingkaran.Khalifah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 75 hijriah (695 M), mencetak dirham khusus yang bercorak Islam, dengan lafaz-lafaz Islam yang ditulis dengan huruf Arab gaya kufi. Dengan demikian, dirham persia tidak digunakan lagi. Dua tahun kemudian , (tepatnya tahun 77 H/ 697 M). Abdul Malik bin Marwan mencetak dinar khusus yang bercorak Islam setelah meninggalkan pola dinar Romawi. Gambar-gambar dinar lama diubah dengan tulisan atau lafaz-lafaz Islam, seperti Allahu Ahad (Allahitu tunggal), Allah Baqa’ (Allah itu abadi). Sejak saat itulah orang Islam memiliki dinar dan dirham Islam yang secara resmi digunakan sebagai mata uangnya (AQ Zallum, 1993).D.MATA UANG DI ZAMAN KHALIFAH DAN ULAMA ISLAM Mata Uang di Zaman KhalifahSebagaimana dijelaskan sebelumnya, sebenarnya dizaman khalifah Umar bin Khaththab dan Utsman bin Affan, mata uang telah dicetak dengan mengikuti gaya dirham persia dengan perubahan pada tulisan yang tercantum pada mata uang tersebut. Padaawal pemerintahan Umar pernah terbetik pikiran untuk mencetak uang dari kulit,namun dibatalkan karena tidak disetujui oleh para sahabat yang lain. Mata uang khalifah Islam yang mempunyai kecirian khusus baru dicetak oleh pemerintah Imam Ali r.a. Namun sayang peredarnnya sangat terbatas karena keadaan politik saat itu.Mata uang dengan gaya Persia dicetak pula di zaman Muawiyah dengan mencantumkangambar dan pedang gubernurnya di Irak. Ziyad juga mengeluarkan dirham dengan mencantumkan nama khalifah. Cara yang dilakukan Muawiyah dan ziyad, pencantuman gambar dan nama kepala pemerintah pada mata uang masih dipertahankan sampai saat ini, juga termasuk di Indonesia.Mata uang yang beredar pada waktu itu belum berbentuk bulat seperti uang logam sekarang ini. Baru pada zaman Ibnu Zubair dicetak untuk pertama kalinya mata uangdengan bentuk bulat, namun peredarannya berbatas di Hijaz. Sedangkan Mus’ab, gubernur di Kufah mencetak uang dengan gaya Persia dan Romawi. Pada tahun 72-74 H,Bisr bin Marwan mencetak mata uang yang disebut denga dinar dinar Athawiya. Sampai dengan zaman ini mata uang khalifah beredar bersama dengan dinar Romawi, dirham Persia dan sedikit Himiyarite Yaman. Barulah pada zaman Abdul malik (76 H) pemerintah mendirikan tempat pencetakan uang di Daar Idjard, Suq ahwaj, sus, jay,manadar, maisan, rai, Abarkubadh, dan mata uang khalifah dicetak secara terorganisir dengan kontrol pemerintah.Nilai mata uang ditentukan oleh beratnya. Mata uang dinar mengandung emas 22 karat, dan terdiri dari pecahan setengah dinar dan sepertiga dinar. Pecahan yang lebih kecil didapat dengan memotong uang, Imam Ali misalnya, pernah membeli dagingdengan memotong dua karat dari dinar. (HR Abu Dawud). Dirham terdiri dari beberapa pecahan nash (20 dirham), nawat (5 dirham), Sha ira (1/60 dirham).Nilai tukar dinar-dirham relatif stabil pada jangka waktu yang panjang dengan kurs dinar-dirham 1:10 pada saat itu perbandingan emas perak 1:7, sehingga satu dinar 20 karat setara dengan 20 dirham 44 karat. Reformasi moneter pernah dilakukan oleh Abdul Malik yaitu dirham diubah menjadi 15 karat , dan pada saat yang sama dinar dikurangi berat emasnya dari 4,25 gram. Di zaman Ibnu Faqih (289 H) nilai dinar menguat menjadi 1:17, namun kemudian stabil pada kurs 1:15.Uang di Zaman Ibnu TaimiyahUlama Islam Ibnu Taimiyah yang hidup di zaman pemerintahan raja mamluk, telah mengalami situasi dimana beredar benyak jenis mata uang dengan nilai kandungan logam mulia yang berlainan satu sama lain. Ketika itu beredar tiga jenis mata uang,dinar (emas), dirham (perak), dan fullus (tembaga). Peredaran dinar sangant terbatas, perdaran dirham berfluktuasi kadang-kadang malah menghilang, sedangkan yang beredar luas adalah fullus, fenomena inilah yang dirumuskan oleh ibnu Taimiyah bahwa uang dengan kualitas rendah (fullus) akan menendang uang kualitas baik (

Activity (31)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andi Thekasrin liked this
Sye Maniezt liked this
Toko Aurel liked this
murdianihm liked this
Arif All-out liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->