Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
AHLUSUNAH WALJAMAAH

AHLUSUNAH WALJAMAAH

Ratings: (0)|Views: 1,889|Likes:
Published by CiiAnk_DOnxdon_4628
ilmu kalam Aziiebz
ilmu kalam Aziiebz

More info:

Published by: CiiAnk_DOnxdon_4628 on Mar 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/09/2011

pdf

text

original

 
 Ahlu Sunnah Waljamaah / 
Kel.V1 
AHLUSUNAH WALJAMAAHA.
 
Pengertian
 
ahlusunah
w
aljama¶ah
 
Ahlusunah merupakan orang-orang yang berpegang teguh kepada sunah nabi SAW(hadits), Jama¶ah berarti mayoritas sesuai dengan tafsiran yang diberikan sadr al-Syari¶ah al-Mahbubi yaitu µAmmah Al-muslimin (umumnya umat islam) dan Al-Jama¶ah al-katsir wa al-sawad al-a¶zam (jumlah besar dan hal layak ramai) istilah ahlussunah wal-jama¶ah dinisbahkankepada aliran teologi asy¶ariyah dan maturidiyah yang berpegang kuat kepada sunnah nabi Sawdan merupakan kelompok mayoritas dalam masyarakat islam. Sebaliknya, mu¶tazilah sebagaigolongan yang tidak kuat berpegang pada sunnah nabi SAW dan sejak semula kelompok minoritas dalam kelompok masyarakat islam pada waktu itu. Ahlu sunnah wal-jama¶ah sangat percaya dan menerima hadits-hadits shohih tanpa memilih dan melakukan interpretasi. Termahlu sunnah wal-jama¶ah muncul setelah adanya asy¶ariyah dan maturidiyyah. Tetapi sebagian pemikir mengatakan bahwa istilah ahlussunah wal-jama¶ah suddah digunakan sebelum asy¶arilahir. Contohnya, dalam surat Khalifah Al-Ma¶mun kepada gubernurnya Ishak Ibn Ibrahim tahun218 H, tercantum kata-kata wa nasabu ila anfusahum ila al-usunnah (mereka mempertalikan diridengan sunnah ), dan kata-kata
ahl al-Haq wa al-Din wa al-Jama¶ah
( ahli kebenaran, agama,dan jama¶ah).Al-Asy¶ari dan
 Maqalat al-Islamiyah
(aliran-aliran teologi dan pandangannya dalamislam), menyebut Ahlu sunnah Wal jama¶ah sebagai Ahl al al-Hadits wa As-Sunnah ( golonganyang berpegang pada hadits dan sunnah). Dalam kitabnya yang lain, Al-Ibanah ( penjelasan ) beliau menyebut Ahlu sunnah Waljama¶ah sebagai Ahl al-Haqq wa As Sunnah (golongan yang berpegang kepada kebenaran dan sunnah nabi SAW) dari semua ini, yang lebih populer adalahAhlu Sunnah Waljama¶ah, sering juga disebut golongan sunni. Penyebutan Ahlu SunnahWaljama¶ah ini juga digunakan untuk membedakan kelompok ini dari kelompok lain seperti,Syi¶ah, Khawarij, Murji¶ah dan Mu¶tazilah. Para imam madhab Fiqh seperti Imam Abu Hanifah(W. 105 H), Imam Malik bin Anas, Imam Asy-Syafi¶I dan Imam Ibn Hambal dikenal sebagaitokoh-tokoh Ahlu sunnah sebelum munculnya Imam Al-Asy¶ari, Imam Al-Maturidi dan yang
 
 Ahlu Sunnah Waljamaah / 
Kel.V2 
lainnya sebagai tokoh mutakallimin (ahli ilmu kalam) dari kalangan Ahlu Sunnah pada abad ke3 H.Kaum Ahlu sunnah Waljama;ah sebagai kaum yang menganut I¶tiqad yang dianut oleh Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabat beliau. Diantara mereka ada yang disebut salaf yaituulama terdahulu yakni generasi awal mulai dari para sahabat, tabi¶in dan tabi¶at tabi¶in dankhalaf yaitu generasi penerus yang datang kemudian. Yang termasuk ulama salaf diantaranyaAhmad Ibn Hambal, Ibn Taimiyah dan Muhammad Ibn Abdul Wahab. Sementara itu, yangtermasuk ulama khalaf seperti al-Asy¶ari Al-Baqillani, Al-Juwaini, Al-Ghazali, As-Sanusi, Al-Maturidi, Al-Bazdawi dan Al-Nasafi. Generasi salaf merupakan generasi yang mempercayaikebenaran ayat-ayat Mutasyabihat dan membenarkannya. Sedangkan generasi khalaf  berpandangan bahwa menyerahkan arti yang haqiqi dari ayat-ayat mutasyabihat kepada Allahsendiri, dan memberikan makna ayat-ayat tersebut secara harfiyah denganIstilah ³lam laa kaiqa bil´ dengan alas an at-tafwidl (penyerahan total). Pentafwidllan inimenggunakan penafsiran yang berpandangan sesuai dengan ke-Maha sucian dan ke-Mahaagungan Allah serta lebih menjauhkan diri sikap penyerupaan (Tasbih) terhadap Allah dengansifat-sifat makhluk atau bias di sebut ta¶wil. Disini lah terlihat jelas cirri dari Ahlus sunnah WalJama¶ah yang selalu mengambil sikap jalan tengah (At-Tawassah) dalam metode dan pola pikir.
B
.
 
ronologi
 
sejarah
A
hlusunnah
w
al
 
 jama¶ah
 
Sejarah mencatat bahwa di kalangan umat Islam bermula dari abad-abad permulaan(mulai dari masa khalifah sayyidina Ali ibn Abi Thalib) sehinggalah sekarang terdapat banyak firqah (golongan) dalam masalah aqidah yang saling bertentangan diantara satu sama lain. Inifakta yang tidak dapat dibantah. Bahkan dengan tegas dan jelas Rasulullah telah menjelaskan bahwa umatnya akan berpecah menjadi 73 golongan. Semua ini sudah tentunya dengankehendak Allah dengan berbagai hikmah tersendiri, walaupun tidak kita ketahui secara pasti.Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Namun Rasulullah juga telah menjelaskan jalan selamat yang harus kita ikuti dan panuti agar tidak terjerumus dalam kesesatan. Yaitudengan mengikuti apa yang diyakini oleh al-Jama¶ah; mayoritas umat Islam. Karena Allah telahmenjanjikan kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad, bahwa umatnya tidak akan tersesat selamadiri mereka berpegang teguh kepada apa yang disepakati oleh kebanyakan mereka.
 
 Ahlu Sunnah Waljamaah / 
Kel.V3 
Allah tidak akan menyatukan mereka dalam kesesatan. Kesesatan akan menimpa merekayang menyimpang dan memisahkan diri dari keyakinan mayoritas.Mayoritas umat Muhammad dari dulu sampai sekarang adalah Ahlussunnah WalJama¶ah. Mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam Ushul al-I¶tiqad (dasar-dasar aqidah); yaitu Ushul al-Iman al-Sittah (dasar-dasar iman yang enam) yangdisabdakan Rasulullah dalam hadits Jibril uang bermaksud : ³Iman adalah engkau mempercayaiAllah, malaikat-malaikat-Nya, kitab- kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir serta Qadar (ketentuan Allah); yang baik maupun buruk´. (H.R. al Bukhari dan Muslim)Perihal al-Jama¶ah dan pengertiannya sebagai mayoritas umat Muhammad yang tidak lain adalah Ahlussunnah Wal Jama¶ah tersebut dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya yang bermaksud: ³Aku berwasiat kepada kalian untuk mengikuti sahabat-sahabatku, kemudianmengikuti orang-orang yang datang setelah mereka, kemudian mengikuti yang datang setelahmereka³. Dan termasuk rangkaian hadits ini: ³Tetaplah bersama al-Jama¶ah dan jauhi perpecahan karena setan akan menyertai orang yang sendiri. Dia (setan) dari dua orang akanlebih jauh, maka barang siapa menginginkan tempat lapang di syurga hendaklah ia berpegangteguh pada (keyakinan) al-Jama¶ah´. (H.R. at-Tirmidzi; berkata hadits ini Hasan Shahih jugahadits ini dishahihkan oleh al-Hakim).Al-Jama¶ah dalam hadits ini tidak boleh diartikan dengan orang yang selalumelaksanakan shalat dengan berjama¶ah, jama¶ah masjid tertentu. Konteks pembicaraan haditsini jelas mengisyaratkan bahwa yang dimaksud al-Jama¶ah adalah mayoritas umat Muhammaddari sisi jumlah(µadad). Penafsiran ini diperkuatkan juga oleh hadits. Yaitu hadits riwayat AbuDaud yang merupakan hadits Shahih Masyhur, diriwayatkan oleh lebih dari 10 orang sahabat.Hadits ini memberi kesaksian akan kebenaran mayoritas umat Muhammad bukan kesesatanfirqah-firqah yang menyimpang. Jumlah pengikut firqah-firqah yang menyimpang ini, jikadibandingkan dengan pengikut Ahlussunnah Wal Jama¶ah sangatlah sedikit. Seterusnya dikalangan Ahlussunnah Wal Jama¶ah terdapat istilah yang populer yaitu ³ulama salaf´. Merekaadalah orang-orang yang terbaik dari kalangan Ahlusssunnah Wal Jama¶ah yang hidup pada 3abad pertama hijriyah sebagaimana sabda nabi yang maknanya: ³Sebaik-baik abad adalahabadku kemudian abad setelah mereka kemudian abad setelah mereka´. (H.R. Tirmidzi)

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Al Ma'un liked this
Yasin Thok liked this
Al Ma'un liked this
Khozin Baelah liked this
vigenzen liked this
Raden Mas Heru liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->