Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
233Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kumpulan Cerpen Putu Wijaya

Kumpulan Cerpen Putu Wijaya

Ratings:

0.0

(2)
|Views: 73,107|Likes:
Published by Agus Dian Pratama
Kumpulan Cerpen Putu Wijaya
Kumpulan Cerpen Putu Wijaya

More info:

Published by: Agus Dian Pratama on Mar 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/06/2013

pdf

text

original

 
KumpulanCerpen
Berisi Lima Cerpen yang ditulis Putu Wijaya di media-media massa nasional dan mendapat sambutan positif dari para  pembaca 
   l  o  g   e  r  3  6  9
 
Balikui
Cerpen: Putu Wijaya
Sumber: Suara Pembaruan, Edisi 11/03/2002Di hadapan sekitar tiga ratus mahasiswa di Hunter College,New York, Wayan harus bercerita tentang Bali. ClaudiaOrenstein, pengajar teater Asia di perguruan tinggi negeri itu,meminta Wayan tampil sekitar satu jam. "Boleh ngapain saja.Menari, menyanyi, menjelaskan sesuatu, membaca cerpen, yah apa sajalah, asal Bali," kata Claudia. Wayan jadi ngeper.Pertama bahasa Inggrisnya berantakan.Membaca ia bolehlah, tetapi berbicara di depan orang-orang yang berbahasa Inggris, ia bisa mati kutu. Di samping itu, apa yang mesti diceritakannya tentang Bali. Dalam daftar buku wajib para mahasiswa tercantum buku yang sudah kompletmenjelaskan Bali. Di antaranya buku Kaja-Kelod yang ditulisoleh Doktor I Made Bandem dan Doktor Fritz de Boer.Beberapa malam Wayan nyap-nyap. Ia mencobamembongkar-bongkar slide yang dibawanya. Itu bisa mengisi waktu sekitar seperempat jam. Kemudian mungkin ia akanmemutar video pertunjukan sendratari Ramayana, kecakdance atau legong keraton.Selanjutnya ia dapat menunjukkan beberapa gerakan tariBali. Sisanya menjawab pertanyaan kalau ada. Tapi begituberdiri di podium, melihat ratusan pasang mata menatapnya,ia jadi kelengar. Tidak hanya mata Amerika, juga ada mataHong Kong, Jepang, Thailand, Filipina, bahkan terselip satudua mata orang Indonesia. Rencana Wayan buyar. Semuanyaberantakan."Saya minta maaf karena bahasa Inggris saya, bahasa hancurlebur. Tetapi barangkali karena itu saya terpilih berbicara didepan Anda semua. Karena paling tidak saya bisa menjaditontonan konyol," kata Wayan membuka kelas.
 
Para mahasiswa langsung tertawa berderai. Wayan terkejut.Ia tambah kecut hati, karena pengakuan jujurnyaditertawakan. "Waduh saya jadi grogi, maaf mungkin sayaharus permisi ke belakang dulu," kata Wayan sambil menolehkepada Claudia yang ikut duduk di deretan mahasiswa,menembakkan kamera untuk dokumentasi. Para mahasiswatertawa lebih keras.Wayan jadi bingung. Akhirnya ia nekat. "Tapi kalau saya kebelakang, saya takut Anda ikut semua. Jadi lebih baik sayatahan saja, mudah-mudahan saja tidak kebablasan di sini didepan Anda." Para mahasiswa semakin seru ketawa. "Maaf saya tidak melucu." Beberapa mahasiswa bertepuk tangangembira. "Lho sungguh. Sebagai orang Bali, saya tidak pintarberbicara, apalagi dalam bahasa Inggris. Terus-terang,sebenarnya tak ada yang perlu saya bicarakan kepada Anda.Anda sudah tahu semuanya.Coba apa yang tidak Anda ketahui? Tidak ada. Justru yangtidak saya ketahui, banyak sekali. Misalnya, lho kenapa Andasemua harus mendengarkan cerita orang yang tidak tahuseperti saya. Sebetulnya saya yang lebih pantasmendengarkan cerita Anda. Orang Bali yang harus banyakbelajar dari orang Amerika." "Lihat saja dari kepala sampai kekaki, saya sudah mencoba jadi orang Amerika. Saya memakaicelana jins buatan Amerika. Sweater saya ini juga saya beli diloakan di sini. Dan tadi saya baru makan Burger King.Apalagi saya sekarang mencoba bicara dalam bahasa Inggris yang membuat saya sudah stres selama satu minggu. Tapisaya kok jadi tambah Balikui rasanya. Lucu kan?" Wayantertawa, menyangka apa yang dikatakannya lucu. Tapi tak ada mahasiswa yang ikut tertawa. Wayan jadiberkeringat. "Ya, terus terang saya sudah habis-habisanmencoba menjadi orang Amerika. Tetapi sudah dua bulan disini, makan, berpakaian, berbicara dan hidup seperti orangNew York, tetap saja saya tidak pernah bisa berhasil jadiorang Amerika. Ternyata sekali saya lahir sebagai orang Bali,

Activity (233)

You've already reviewed this. Edit your review.
Aorelyah Srimova liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
mart4050 liked this
Ibnu Husein liked this
Davir liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->