Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalahmankonflik

makalahmankonflik

Ratings: (0)|Views: 181|Likes:
Published by valgierie
not mine!!!
not mine!!!

More info:

Published by: valgierie on Mar 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2014

pdf

text

original

 
BAB 12MANAGEMENT CONFLICT, POWER & POLITICS
Ketika suatu konflik muncul di dalam sebuah organisasi, penyebabnyaselalu diidentifikasikan sebagai komunikasi yang kurang baik. Demikian pulaketika suatu keputusan yang buruk dihasilkan, komunikasi yang tidak efektif selalu menjadi kambing hitam.Para manajer bergantung kepada keterampilan berkomunikasi merekadalam memperoleh informasi yang diperlukan dalam proses perumusankeputusan, demikian pula untuk mensosialisasikan hasil keputusan tersebutkepada pihak-pihak lain. Riset membuktikan bahwa manajer menghabiskanwaktu sebanyak 80 persen dari total waktu kerjanya untuk interaksi verbaldengan orang lain.Keterampilan memproses informasi yang dituntut dari seorang manajertermasuk kemampuan untuk mengirim dan menerima informasi ketika bertindaksebagai monitor, juru bicara (speakesperson), maupun penyusun strategi.Sudah menjadi tuntutan alam dalam posisi dan kewajiban sebagai manajeruntuk selalu dihadapkan pada konflik. Salah satu titik penting dari tugas seorangmanajer dalam melaksanakan komunikasi yang efektif di dalam organisasi bisnisyang ditanganinya adalah memastikan bahwa arti yang dimaksud dalaminstruksi yang diberikan akan sama dengan arti yang diterima oleh penerimainstruksi demikian pula sebaliknya (the intended meaning of the same). Hal iniharus menjadi tujuan seorang manajer dalam semua komunikasi yangdilakukannya.Dalam hal me-manage bawahannya, manajer selalu dihadapkan padapenentuan tuntuan pekerjaan dari setiap jabatan yang dipegang dan ditanganioleh bawahannya (role expectaties) dan konflik dapat menimbulkan keteganganyang akan berefleksi buruk kepada sikap kerja dan perilaku individual. Manajeryang baik akan berusaha untuk meminimalisasi konsekuensi negatif ini dengancara membuka dan mempertahankan komunikasi dua arah yang efektif kepadasetiap anggota bawahannya. Disinilah manajer dituntut untuk memenuhi sisi laindari ketrampilan interpersonalnya, yaitu kemampuan untuk menangani danmenyelesaikan konflik.
 
I.
 
Pengertin Konflik
Konflik menurut Robbins adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihakmerasakan bahwa pihak lain telah memengaruhi secara negatif atau akansegera memengaruhi secara negatif pihak lain. Sedangkan Alabeness dalamNimran mengartikan konflik sebagai kondisi yang dipersepsikan ada di antarapihak-pihak atau lebih merasakan adanya ketidaksesuaian antara tujuan danpeluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain. Dari keduadefinisi ini dapat disimpulkan bahwa konflik itu adalah proses yang dinamis dankeberadaannya lebih banyak menyangkut persepsi dari orang atau pihak yangmengalami dan merasakannya. Jadi jika sesuatu keadaan tidak dirasakansebagai konflik maka pada dasarnya konflik itu tidak ada.
II.
 
Ha
kek
a
t konflik
Pada hakekatnya konflik merupakan suatu pertarungan menang-kalahantar kelompok atau perorangan yang berbeda kepentingannya satu sama laindalam organisasi. Atau dengan kata lain, konflik adalah segala macam interaksipertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak. Pertentangankepentingan ini berbeda dalam intensitasnya tergantung pada sarana yangdipakai. Masing-masing ingin membela nilai-nilai yang telah menganggapmereka benar, dan memaksa pihak lain untuk mengakui nilai-nilai tersebut baiksecara halus maupun keras.Menurut Garreth konflik sangat berguna bagi organisasi karena setelahterjadinya konflik organisasi akan dibawa menuju pada pembelajaran danperubahan.
Gambar diagramhal 394
III.
 
P
a
nd
a
ng
a
n Tent
a
ng Konflik
T
erdapat tiga pandangan tentang konflik, yaitu:1.
 
P
a
nd
a
ng
a
n tr
a
dision
a
l
, menyatakan bahwa konflik harus dihindarikarena akan menimbulkan kerugian, aliran ini juga memandang konfliksebagai sesuatu yang sangat buruk, tidak menguntungkan dalamorganisasi. Oleh karena itu konflik harus dicegah dan dihindari sebisamungkin dengan mencari akar permasalahan.2.
 
P
a
nd
a
ng
a
n hubung
a
n m
a
nusi
a
. Pandangan behaviorial (yangberhubungan dengan tingkah laku) ini menyatakan bahwa konflikmerupakan sesuatu yang wajar, alamiah dan tidak terelakan dalam setiap
 
kelompok manusia. Konflik tidak selalu buruk karena memiliki potensikekuatan yang positif di dalam menentukan kinerja kelompok, yang olehkarena itu konflik harus dikelola dengan baik.3.
 
P
a
nd
a
ng
a
n inter
a
ksionis
. Yang menyatakan bahwa konflik bukansekedar sesuatu kekuatan positif dalam suatu kelompok, melainkan jugamutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja positif. Olehkarena itu konflik harus diciptakan. Pandangan ini didasari keyakinanbahwa organisasi yang tenang, harmonis, damai ini justru akan membuatorganisasi itu menjadi statis, stagnan dan tidak inovativ. Dampaknyadalam kinerja organisasi menjadi rendah.
IV.
 
Proses Konflik
Proses konflik (conflict process) menurut Robbins dapat dipahami sebagaisebuah proses yang terdiri atas lima tahapan, yaitu :
dlm slide hanya gambar hal 176 Robbins
 1.
 
T
ahap I, Potensi pertentangan atau ketidakselarasan, yaitu tahapmunculnya kondisi-kondisi yang menciptakan peluang bagi pecahnyakonflik. Kondisi-kondisi tersebut dapat dipadatkan dalam tiga katagoriumum yaitu :a.
 
KomunikasiKomunikasi dapat menjadi sumber konflik diakibatkankesulitan semantik, kesalahpahaman dan ³kegaduhan´.
asi contoh
b.
 
StrukturKonflik dapat bersifat struktural, hal ini mencakup variabel-variabel seperti ukuran, kadar spesialisasi dalam tugas yangdiberikan kepada anggota kelompok, kejelasan yurisdiksi,keserasian antar anggota dan tujuan, gaya kepemimpinan, sistemimbalan dan kadar ketergantungan dalam kelompok.
asi contoh
 c.
 
V
ariabel-variabel pribadiPotensi konflik lainnya dapat meliputi kepribadian, emosi,dan nilai-nilai.
asi contoh
2.
 
T
ahap II, Kognitif dan personalia, yaitu tahap dimana isu-isu konflikbiasanya didefinisikan dan pada gilirannya akan menentukan jalanpanjang menuju akhir penyelesaian konflik. Sebagai contoh, emosi yangnegatif dapat menyebabkan peremehan persoalan, menurunnya tingkat

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
ravi_dwayne liked this
oasejayho liked this
ade268 liked this
frensia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->