PERAN POLRI DALAM PENANGANAN PERKARAMONOPOLI PASAR RITEL DAN PERSAINGAN USAHA TIDAKSEHAT OLEH KPPU YANG DIDUGA DILAKUKAN OLEH PT.CARREFOUR INDONESIA
1.Kondisi saat ini
Secara universal, dalam suatu negara yang menganut pahamdemokratis, maka supremasi hukum merupakan salah satu isu yang selalumengemuka untuk senantiasa dituntut oleh publik agar dijunjung tinggi danditegakkan demi tercapainya tujuan dari hukum itu sendiri yaitu, tercapainyamanfaat hukum, kepastian hukum dan keadilan hukum. Demikian pula dalamhal menjalankan kepentingan di bidang perekonomian melalui pelaksanaanberbagai kegiatan bisnis, maka dalam konteks hubungan internasional antar negara-negara di dunia telah disepakati suatu konvensi internasional yangmengatur tentang hukum persaingan usaha dalam rangka mengantisipasiterjadinya persaingan usaha yang tidak sehat
(unfair competition)
, yaitusebagaimana yang diatur dalam
Article 10
bis
dalam
Paris Convention for the Protection of Industrial Property (1967)
. Indonesia selaku salah satunegara anggota WIPO
(World Intellectual Property Organization)
telahmeratifikasi konvensi tersebut berdasarkan Keputusan Presiden No. 24 tahun1979 pada tanggal 10 Mei 1979. Namun demikian, perhatian secara seriusterhadap hukum persaingan usaha tersebut, baru terwujud pada tahun 1999dengan diundangkannya UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan PraktekMonopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang selanjutnya ditindaklanjutidengan pembentukan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha).Keberadaan KPPU tersebut hingga saat ini cukup membawa dampakpositif terhadap iklim usaha di Indonesia sehingga dengan iklim usaha yangsemakin sehat maka persaingan usaha pun juga akan berlangsung secara
fair
dan berimplikasi terhadap terwujudnya kesejahteraan rakyat. Persainganusaha dimungkinkan terjadi di setiap jenis usaha karena pada prinsipnyasetiap pihak yang melakukan usaha tersebut akan berupaya meraih2