Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
37Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KONSELING LINTAS BUDAYA

KONSELING LINTAS BUDAYA

Ratings: (0)|Views: 3,306 |Likes:
Published by WicYa

More info:

Published by: WicYa on Apr 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2013

pdf

text

original

 
KONSELING LINTAS BUDAYAOleh: Boy SoedarmadjiA. Pengantar Sesuai dengan kodrat yang dimiliki oleh manusia bahwa manusia diciptakan sebagaiindividu dan mahkluk sosial. Sebagai individu, manusia diciptakan dengan mempunyaiciri yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, manusia atauindividu dapat dikenali oleh orang lain dengan mengenal ciri ciri tertentu yangdimilikinya.Sebagai mahkluk sosial, manusia merupakan bagian da¬ri masyarakat di sekitarnya.Bagian lingkungan terkecil yang mempengaruhi pola kehidupan manusia adalah keluarga(family). Setelah itu, individu tersebut mulai melakukan interaksi dengan lingkunganyang lebih luas, yaitu lingkungan masyarakat sekitarnya. Hal ini mengartikan bahwaseluruh tingkah laku manusia tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat yang ada disekelilingnya. Hal ini meng¬artikan pula bahwa individu tersebut hidup bersama dalamsuatu kelompok masyarakat tertentu.Dalam keadaan hidup bersama ini masyarakat menciptakan sesuatu yang dapat dijadikansebagai pedoman hidup. Sesuatu yang diciptakan itu bisa berupa benda¬-benda (artifak), peraturan dan nilai nilai yang dipakai secara kolektif. Dengan mempergunakankematangan dirinya, maka masyarakat tersebut menciptakan suatu ben¬tuk budayatertentu. Spesifikasi budaya yang dimiliki oleh masyarakat tertentu akan berbeda dengan budaya yang dimiliki oleh masyarakat lainnya (Herr, 1999). Dengan demikian, budayaakan dapat dipakai sebagai salah satu cara untuk mengenal masyarakat tertentu(Goldenweiser, 1963; Vontress, 2002).Pedoman hidup yang telah diciptakan itu dipakai secara bersama sama dan dilakukansecara turun temurun. Kebersamaan ini dapat dilihat dari serangkaian proses kehidupanmanusia. Manusia lahir ke dunia selalu membutuhkan orang tua untuk dapat bertahanhidup. Pada usia anak anak, mereka akan mengadopsi nilai nilai yang diajarkan olehorang tuanya tanpa ada protes yang berarti. Dalam hal ini, orang tua meletakkan dasar dasar¬ pergaulan di dalam rumah dan di masyarakat. Setelah dia menginjak masa remaja,dia mulai mengadopsi nilai nilai yang ada di masyarakat, dan selanjutnya dia akan mulai belajar untuk hidup mandiri.Individu dalam berperilaku mengacu pada sesuatu yang diyakini baik dan dianggap benar oleh masyarakat yang ada di sekitarnya. Keyakinan ini menjadi panutan bagi masyarakatsecara umum. Keyakinan ini dapat bersumber dari agama atau kesepakatan umum.Keyakinan yang berasal dari agama tidak akan dapat dirubah oleh manusia, artinya bersifat dogmatis. Tetapi, masyarakat juga menciptakan suatu keyakinan yang lebihkhusus lagi, dimana keyakinan ini menjadi panutan, pedoman hidup dan diagungkan.Keyakinan yang muncul di masyarakat ini diwujudkan dalam bentuk ide ide/pemikiran(idea), tujuan tujuan tertentu (goals), serta suatu perilaku yang sifatnya sangat mendasar dan diyakini kebenarannya oleh individu (spesific behavior). Hal ini lebih dikenal denganistilah nilai/value (Kluckhohn, 1962, Albert. 1963. Dalam Biggs, Pulvino & Beck:19 ... ;Fraenkel, 1977). Nilai yang dimiliki oleh seseorang akan memberikan arah bagi individu untuk mengartikan sesuatu hal yang berkenaan dengan perilaku yang akan ditampakkannya.Selain itu, nilai nilai yang dianutnya akan menjadi suatu gaya hidup individu tersebut.
 
Dengan demikian, yang diinginkannya untuk masa depannya sudah mulai tergambar (Weinstock & O'dowd, 1970. Dalam Biggs, Pulvino Beck, 19 ). Nilai yang dimiliki oleh individu diadopsi dari lingkungan di mana dia berada.Lingkungan terkecil dan terdekat dengan individu adalah keluarga. Individu akanmenginternalisasi nilai nilai yang ada dalam keluarga. Hal hal apa saja yang dianggap baik akan diinternalisasi oleh individu tersebut. Lebih luas lagi, in¬dividu jugamengadopsi nilai nilai yang berkembang di masyarakat. Masyarakat ini merupakantempat atau wadah bagi individu untuk melakukan sosialisasi. Adopsi nilai nilai yang berkembang di masyarakat akan di¬lakukan oleh individu. Selain dua hal tersebut, mediamassa (mass media) juga merupakan suatu media yang dapat dipergunakan oleh individuuntuk mengadopsi nilai nilai budaya tertentu.B. BudayaDalam kehidupan sehari hari, tiap individu akan ber¬usaha untuk menunjukkan siapasebenarnya dirinya. Hal ini ditunjukkan dengan memberikan pendapat dan perilakutertentu, bagaimana bersikap dan mungkin menunjukkan be¬berapa "keanehan" tertentu.Aktualisasi diri ini bisa ja¬di berbeda dengan apa yang selama ini dianut olehmasya¬rakat sekitarnya, tetapi seringkali pula (bahkan harus) seorang individumenampakkan perilaku sesuai dengan apa yang sering dimunculkan oleh masyarakat dimana dia berada. Kesamaan perilaku, sikap, penampilan, pendapat dan lain sebagainyaitu tercermin dalam keseharian individu. Hal ini ditunjang pula dengan adanya "restu"dari masyarakat. Sehingga, tampak adanya kesamaan perilaku, sikap, pendapat antaraindividu, dengan masyarakat disekitarnya. Bahkan seringkali hal hal yang ditampakkanoleh individu bisa dijadikan acuan untuk mengenal dari mana individu itu berasal.Definisi kebudayaan dapat didekati dari beberapa macam pendekatan. Pendekatan pendekatan itu seperti pendekatan antropologi, psikologi bahkan dari pendidikan. Salahsatu tokoh antropologi yaitu E. B. Tylor (dalam Ahmadi, 1986; Soekanto, 1997)mendefinisikan budaya sebagai berikut, kebudayaan adalah keseluruhan yang komplek,yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukumadat istiadat dan kemampuan yang lain, serta kebiasaan yang didapat oleh manusiasebagai anggota masyarakat.Para ahli antropologi lainnya, mendefinisikan kebudayaan sebagai suatu bentuk perilaku,suatu hubungan atau interaksi antara manusia yang di dalamnya terdapat keyakinan, nilainilai dan peraturan (Graves, 1986: Rose et all, 1982; Spradley, 1979; McDermot, 1980;Brislin, 1981; Linton, 1939. Dalam Herr, 1989). Kluckhohn (dalam Rosjidan:1995)mendefinisikan budaya sebagai berikut:Budaya terdiri dari berbagai pola tingkah laku, ekspli¬sit dan implisit, dan pola tingkahlaku itu (diperoleh dan dipindahkan melalui simbol, merupakan karya khusus kelompok kelompok manusia, termasuk penjelmaannya dalam bentuk hasil budi manusia; intiutama budaya terdiri dari ide ide tradisional, terutama nilai nilai yang me¬lekatnya;sistem budaya pada satu sisi dapat dipandang sebagai hasil perbuatan, pada sisi lain,sebagai penga¬ruh yang menentukan perbuatan perbuatan selanjutnya.Lebih lanjut, tokoh pendidikan nasional kita bapak Ki Haiar Dewantara (1977)memberikan definisi budaya sebagai berikut:Budaya berarti buah budi manusia, adalah hasil perjoa¬ngan manusia terhadap dua
 
 pengaruh yang kuat, yakni alam dan jaman (kodrat dan masyarakat), dalam mana terbuktikejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai bagal rintangan dan kesukarandidalam hidup penghidupannya, guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan, yang padalahirnya bersifat tertib dan damai.Pendapat Ki Hajar Dewantara diperkuat oleh Soekanto (1997) dan Ahmadi (1996) yangmengarahkan budaya dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah yang merupakan suatu bentuk jamak kata "buddhi" yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagaihal hal yang bersangkutan dengan budi atau akal". Lebih ringkas, Selo Soemardjan danSoelaiman Soemardi, mendefinisikan kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dancipta masyarakatDari definisi di atas, tampak bahwa suatu budaya tertentu akan mempengaruhi kehidupanmasyarakat tertentu (walau bagaimanapun kecilnya). Dengan demikian, Suatu hasil budaya kelompok masyarakat tertentu akan dianggap lebih tinggi dan bahkan mungkinlebih diinginkan. Hal ini dilakukan agar kelompok masyarakat tertentu itu memilikiderajat atau tingkatan yang lebih baik dari "tetangganya". Nilai selalu berhubungan dengan hal hal yang bersifat baik atau buruk, bagus atau jelek, positif atau negatif, indah atau buruk. Karena nilai berkaitan erat dengan keyakinan yangdimiliki oleh individu, maka hal tersebut akan terkait pula dengan bagaimana individumengadopsi nilai nilai. Sedangkan apa yang telah diadopsi tersebut akan ditampakkandalam wujud perilaku, sikap, ide ide serta penalaran. Dengan demikian, antara individuyang satu dengan individu yang lain dapat mempunyai perbedaan walau mereka berasaldari latar budaya yang sama.C. SIFAT BUDAYASifat budaya ada dua, yaitu budaya yang bersifat universal (umum) dan budaya yang khas(unik). Budaya universa! mengandung pengertian bahwa nilai nilai yang dimiliki olehsemua lapisan masyarakat. Nilai nilai ini dijunjung tinggi oleh segenap manusia. Dengandemikian, secara umum umat manusia yang ada dunia ini memiliki ke¬samaan nilai nilaitersebut. Contoh dari nilai universal ini antara lain manusia berhak menentukan hidupnyasendi¬ri, manusia anti dengan peperangan, manusia mementingkan perdamaian, manusiamempunyai kebabasan dan lain lain. Nilai budaya yang khas (unik) adalah suatu nilai yang dimiliki oleh bangsa tertentu.Lebih dari itu, ni¬lai nilai ini hanya dimiliki oleh masyarakat atau suku/ etnis tertentudimana keunikan ini berbeda dencan kelompok atau bangsa lain. Keunikan nilai ini dapatmeniadi barometer untuk mengenal bangsa atau kelompok tertentu. Nilai budaya yang dianut oleh masyarakat tertentu pada umumnya dianggap mutlak kebenarannya. Hal ini tampak pada perilaku yang ditampakkan oleh anggota masyarakatitu. Mereka mempunyai keyakinan bahwa apa yang dianggap benar itu dapat dijadikan panutan dalam menjalani hidup sehari hari. Selain itu, nilai budaya yang diyakinikebe¬narannya tersebut dapat dipergunakan untuk membantu menyelesaikan masalahyang timbul. Dengan kata lain bahwa nilai budaya tertentu yang ada dalam suatumasyarakat mempunyai suatu cara tersendiri untuk memecahkan permasa¬lahan yangtimbul dalam anggota masyarakat tersebut (Lee & Sirch, 1994).Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, yang multi etnis. Dengan demikiansangat banyak nilai-nilai unik yang ada di dalam etnis bangsa Indonesia. Tiap daerah

Activity (37)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
menyuluthukuthuk liked this
Bahry Virgo liked this
Astuti Dwi liked this
Nadia Tria liked this
Bulan Purnamaa liked this
Mugi Arsieh liked this
Mugi Arsieh liked this
Ndarie Ndarue liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->