islam, tidak seperti pada masyarakat yang menganut agama “bumi” (nonsamawi), agama bukanlah kebudayaan tetapi dapat melahirkan kebudayaan. Kalau kebudayaan merupakanhasil cipta, rasa dan karsa manusia, maka agama Islam adalah wahyu dari tuhan.Maju mundurnya peradaban islam tergantung dari sejauh mana dinamika umat islamitu sendiri. Dalam sejarah islam tercatat, bahwa salah satu dinamika umat islam itu dicirikanoleh kehadiran kerajaan-kerajaan islam diantaranya Umayah dan Abbasiyah, Umayah danAbbasiyah memiliki peradaban yang tinggi, diantaranya memunculkan ilmuwan-ilmuwandan para pemikir muslim.Dalam diskusi kali ini, saya akan membahas peradaban islam pada masa DinastiAbbasiyah dengan topik bahasan diantaranya, latarbelakang berdirinya kekhalifahanAbbasiyah, kemajuan dan kemunduran pada masa ini, baik dari aspek ekonomi, politik, dansosial.
A. Sejarah Peradaban Islam Pada Zaman Dinasti Abbasiyah di Bagdad
Latar Belakang Berdirinya Abbasiyah (750-847 M – 132-232 H)Awal kekuasaan Dinasti Bani Abbas ditandai dengan pembangkangan yang dilakukan olehDinasti Umayah di Andalusia (Spanyol). Di satu sisi, Abd al-Rahman al-Dakhil bergelar amir (jabatan kepala wilayah ketika itu); sedangkan disisi yang lain, ia tidak tunduk kepadakhalifah yang ada di Baghdad. Pembangkangan Abd al-Rahman al-Dakhil terhadap BaniAbbas mirip dengan pembangkangan yang dilakukan oleh muawiyah terhadap Ali Ibn AbiThalib. Dari segi durasi, kekuasaan Dinasti Bani Abbas termasuk lama, yaitu sekitar limaabad.Abu al-Abbas al-Safah (750-754 M) adalah pendiri dinasti Bani Abbas. Akan tetapi karenakekuasaannya sangat singkat, Abu ja’far al-Manshur (754-775 M) yang banyak berjasa dalammembangun pemerintahan dinasti Bani Abbas.
Pada tahun 762 M, Abu ja’far al-Manshur memindahkan ibukota dari Damaskus keHasyimiyah, kemudian dipindahkan lagi ke Baghdad dekat dengan Ctesiphon, bekas ibukotaPersia. Oleh karena itu, ibukota pemerintahan Dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah
1
Abul a ‘la Al-Maududi, Khilafah dan Kerajaan : Evaluasi Kritis Atas Sejarah Pemerintahan Islam,(Bandung, Mizan, 1998). Hlmn. 23-24.
2
Harun Nasution, Islam Rasional Gagasan dan Pemikiran (Bandung, Mizan,1995).hlmn. 54-55.
3