B.
Syarat TumbuhTanaman melinjo tidak membutuhkan kondisi tanah yang khusus, sehinggadapat tumbuh pada tanah-tanah liat/lempung, berpasir, dan berkapur. Walaupundemikian tanaman melinjo tidak tahan terhadap tanah yang selalu tergenang air atauyang berkadar asam tinggi (PH tanah terlalu asam).Di Indonesia, tanaman melinjo didapatkan dari daerah pantai yang berhawapanas, sampai ke daerah pegunungan pada ketinggian 1200 m di atas permukaan laut.Di dataran rendah dan daerah pegunungan, tanaman ini dapat hidup baik danmenghasilkan dengan kelembaban tinggi, yaitu yang mempunyai musim penghujanselama 9 bulan (basah) dan musim kering selama 3 bulan. Perbedaannya, daun tanmanmelinjo yang tumbuh fi daerah pegunungan lebuh tebal dan kurang lemas, sehinggadaun muda yang disebut daun so itu bila dimasak sebagai sayur terasa kurang enak.C.
Jenis KelaminKebanyakan buku pustaka menyatakan bahwa melinjo termasuk golongantanman yang berumah dua
(dioecy)
, artinya bungan jantan dan bungan betinadidapatkan pada pohon yang berlainan (Statsburger, 1879; Heyne, 1917; Burkill, 1925;Grevost, 1953; Margraf, 1951; dan Ochse, 1977). Namun hasil pengamatan Van Der Pijl(1959) di Jawa Barat dan di Jawa Tengah menunjukkan bahwa ada phon melinjo yangberkelamin
hermaphrodite
, yakni pada satu pohon melinjo didapatkan bunga jantan danbungan betina
(monoecy)
, tetapi jenis ini jumlahnya tidak banyak.Dengan danya pohon jantan, betina, dan hermaphrodite, maka kita dihadapkanpada suatu masalah dalam upaya membudidayakan tanaman melinjo secara komersial.Apakah pohon itu jantan, betina atau hermaphrodite, baru akan bisa diketahui setelahberbunga, yaitu pada umur 5-7 tahun. Lain halnya bila pengembangan tanaman melinjomenggunakan bibit cangkokan (pengembangan secara vegetatif), sebab kita bisamencangkok cabang pohon melinjo yang jantan ataupun yang betina. Demikian jugadengan pengembangan melalui bibit okulasi, penyambungan
(grafting),
danpenyusunan, bisa ditempelkan mata atau batang atas yang berasal dari pohon yangsudah diketahui jenis kelaminnya.Sementara ada pendapat yang mengatakan bahwa pohon jantan dapatdibedakan dari pohon betina dengan memperhatikan bentuk daunnya. Dikatakanbahwa daun dari pohon betina pangkalnya bundar, atau lebih lebar daripada daunpohon melinjo yang jantan. Dengan demikian bibit yang berasal dari perkecambahan bijidan telah memiliki daun-daun sudah dapat dibedakan jenis kelaminnya.