/  2
 
Ungkapan hati saya atas kegundahan seorang teman yang tidak bisahadiri GLF di hotel Shangri La, Jakarta (9/5/08).
Wah Pak Eddy, kayaknya acara GLF-nya sendiri luput dari perhatian kita semua, dan dari pantauan saya, kelihatannya banyak teman-teman yang tidak ikut di forum itu. Lagipula kalaulihat roster pembicara hampir 90% orang-orang dari Microsoft, jadi kalau banyak teman-teman yang tidak ikut berpartisipasi, berarti bukan merupakan target market dan konsumen potensial bagi Microsoft, alias kita miskin nggak punya duit untuk beli product mereka!Lebih lanjut lihat website GLF :
Salam, Ardi
============================
pak Ardi dan kawan2, gak usah khawatir pak. Saya sendiri sudah pasrah, kalau saya diberi undangan akan datang, kalaugak ya gak usah. no things to loose lah.Sehabis bubaran presidential lect, saya sempat diajak oleh pak Kemal untuk ke Shangrila, namun kanbelum tentu bisa masuk. jadi saya hanya berikan hp kepada si Ibu-ibu yang dimintain tolong oleh pakkemal agar kami ada wakil dari menko perekonomian. memang saya perhatikan kayaknya tidak adaundangan khusus ke kantor kami, biasanya jika ada akan di turunkan ke sesmenko dan ke deputiterkait. tapi sekali lagi that's fine pak, kebetulan boss saya sedang keluar negeri, jadi saya juga harus jaga gawang siangnya. Saya sudah cukup senang bisa melihat Bill Gates berhasil dengan baik mendikte staf kepresidenan,bukan dalam microsoft atau open source, tapi dalam berpakaian. Terlihat jelas..presiden kita atau staf nya yang seabrek-abrek bingung...mau pakai baju apa. Awalnya datang dan terekam jelas dengansetelan jas yang rapi..tapi keluar setelah itu dengan baju batik yang gak begitu jelas motifnya (maaf bagi desainernya). Ini saja jelas...bagaimana kita sulit nya membuat keputusan berpakaian, apalagingatur software, hardware atau BBM. Saya juga sudah cukup senang, karena acara diundanganan tidak jelas, tapi kita disuruh datang signin jam 6.30, namun saya sengaja datang jam 7.30 karena menebak acara baru mulai jam 8.00, danternyata benar. dari situ saya sudah puas karena panitia memang tidak jelas maunya..dan agendanyatidak ada (baru belakangan katanya disusulkan). Saya juga sudah cukup senang, karena katanya dress code adalah "business formal", karena sayabiasanya sering pakai baju batik...makanya persetan amat, saya pakai saja baju batik. kalau dilarangmasuk ya saya pulang. tapi ternyata gak jelas tuh...aturannya.saya juga sudah cukup senang, ternyata kadin memang masih cepat tanggap dan cekatan. bisamenjaring 5 atau 6 perusahaan besar untuk mensponsori (benar gak sih..?), saya jadi tahu kalauyang turun tangan akhirnya adalah BNI, Bakrie, Lippo, Sampurna, dan Microsoft sendiri. Apakahmicrosoft yang raksasa itu memang masih membutuhkan sponsor 4 yang lain? kan saya jadi tahu,negeri kita masih seperti yang dulu. saya juga senang sekali bertemu dan melihat adik2 mahasiswa kita berprestasi. cuma saya akan jadiprihatin, setelah generasi mereka terutama yang dari ITB, tentu akan menurun kualitasnya karenamasuk universitas sangat mahal dan harus bayar (kebanyakan)..alhasil..yang saya tahu..dulu kamimasuk ITB karena kemampuan otaknya lumayan,jadi meski sistemnya pas-pasan gak ada masalh.nah saya jadi tahu...nanti ITB dan bbrp universitas unggul lainnya akan siap-siap lah disalip olehuniversitas swasta yang semakin banyak dan semakin baik pula pengelolaannya. 

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...