Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
23Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Anakes. Kesalahan Berbahasa Pada Artikel Dari Jawa Pos

Anakes. Kesalahan Berbahasa Pada Artikel Dari Jawa Pos

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 2,315 |Likes:
Published by tonifradana

More info:

Published by: tonifradana on Apr 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

 
 ANALISIS KESALAHAN BERBAHASATERHADAP ARTIKEL KARYA BANDUNG MAWARDIDI JAWA POSOleh:Toni Fradana 080401080106FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANPROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIAUNIVERSITAS KANJURUHAN MALANGJANUARI 2010
 
 BAB IPENDAHULUAN1. Batasan-batasan menurut beberapa pakar
Dalam bukunya yang berjudul “
Common Error in Language Learning 
” H.V.George mengemukakan bahwa kesalahan berbahasa adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan (
unwanted form)
khususnya suatu bentuktuturan yang tidak diinginkan oleh penyusun program dan guru pengajaran bahasa.Bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan adalah bentuk-bentuk tuturan yangmenyimpang dari kaidah bahasa baku. Hal ini sesuai dengan pendapat AlbertValdman yang mengatakan bahwa yang pertama-tama harus dipikirkan sebelummengadakan pembahasan tentang berbagai pendekatan dan analisis kesalahanberbahasa adalah
menetapkan standar penyimpangan atau kesalahan.
Sebagianbesar guru bahasa Indonesia menggunakan kriteria ragam bahasa baku sebagaistandar penyimpangan.Pengertian kesalahan berbahasa dibahas juga oleh S. Piet Corder dalambukunya yang berjudul
Introducing Applied Linguistics.
Dikemukakan oleh Corderbahwa yang dimaksud dengan kesalahan berbahasa adalah pelanggaran terhadapkode berbahasa. Pelanggaran ini bukan hanya bersifat fisik, melainkan jugamerupakan tanda kurang sempurnanya pengetahuan dan penguasaan terhadapkode. Si pembelajar bahasa belum menginternalisasikan kaidah bahasa (kedua)yang dipelajarinya. Dikatakan oleh Corder bahwa baik penutur asli maupun bukanpenutur asli sama-sama mempunyai kemugkinan berbuat kesalahan berbahasa.Berdasarkan berbagai pendapat tentang pengertian kesalahan berbahasa yangtelah disebutkan di atas, dapatlah dikemukakan bahwa kesalahan berbahasaIndonesia adalah
pemakaian bentuk-bentuk tuturan berbagai unit kebahasaan yang meliputi kata, kalimat, paragraf, yang menyimpang dari sistem kaidah bahasa Indonesia baku, serta pemakaian ejaan dan tanda baca yang menyimpang dari sistem ejaan dan tanda baca yang telah ditetapkan sebagaimana dinyatakan dalam buku Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Adapun sistem kaidah bahasaIndonesia yang digunakan sebagai standar acuan atau kriteria untuk menentukansuatu bentuk tuturan salah atau tidak adalah sistem kaidah bahasa baku. Kodifikasi
 
kaidah bahasa baku dapat kita lihat dalam buku
Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
Karakteristik bahasa baku antara lain adalah sebagai berikut.
2. Latar Belakang
Bahasa merupakan alat yang efektif untuk dijadikan sebagai saranapemersatu bangsa yang sangat heterogen seperti Indonesia pada khususnya.Dalam umurnya yang masih terbilang muda, bahasa Indonesiamengalami banyak perkembangan walaupun tidak terlalu pesat. Pengaruhbudaya dan gesekan dengan berbagai bahasa lain-baik daerah maupunasing-ikut memberikan warna tersendiri dalam perjalanannya. Selain itu,faktor trial and error juga turut mempengaruhi dalam proses pembentukanbahasa Indonesia yang baik dan benar. Belajar dari kesalahan demikesalahan dalam bahasa sementara ini memang masih menjadi primadonadalam merumuskan setiap konsep dalam pengembangan bahasa. Tapi adasaatnya, primadona ini harus diganti dengan trial and right. Ya, mencoba lalubenar, dan bukannya salah. Kenapa? Tentu saja hal ini jauh lebih efektif baikdari segi waktu, biaya, dan lain sebagainya. Untuk dapat mewujudkannya,terlebih dahulu yang harus dibenahi adalah persepsi. Adagium trial and errorsudah terlanjur mendarah daging sehingga setiap percobaan selalumemberikan toleransi kesalahan yang terlalu tinggi. Atau bahkan tidak sedikitpercobaan yang malah disengaja untuk salah, salah, dan salah karenakepentingan dan tujuan tertentu. Persepsi yang harus dibenahi adalah bahwatidak harus setiap mencoba selalu salah dan salah. Di samping itu yang perludirubah lagi adalah prosedur kerja. Dalam konsep trial and error asumsi yangdibangun adalah bahwa setiap percobaan wajar salah atau bahkan memangharus salah, sehingga tidak ada perencanaan sistematis dan jangka panjangyang memungkinkan untuk meminimalisir kesalahan sampai mendekati titiknol.Tapi bagaimanapun juga tetap tidak dapat dipungkiri bahwa belajar darikesalahan apalagi sampai tingkat analisis memberikan kontribusi yang sangatbesar dalam proses penyempurnaan bahasa. Oleh karenanya, setidaknyasampai saat ini, model analisis kesalahan bahasa dapat menjadi jalan pintas

Activity (23)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Azza Al-araby liked this
Andhy liked this
Irfan Kurniawan liked this
Gopala Prasada liked this
Dadonk Nyumplenk liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->