(PTB) dan padi Transgenik terus dikembangkan. Hal yang sama terjadi pada jagung hibrida dankomoditi lain yang disebut tanaman hibrida.
Pada komoditi kedelai akhir-akhir ini menunjukkan bahwa trend produksi kedelai didalam negeri terus menurun seiring menurunnya luasan panennya yang kurang dari satu jutahektar/tahun dengan kemampuan produktivitas 1,19 ton/ha. Jika tidak ada upaya khususuntuk pengembangan komoditi ini maka
impor kedelai akan lebih dari 2 juta ton/th
.Varietas-varietas unggul baik yang berumur pendek maupun berbiji besar dan memilikikemampuan 2-3 ton/ha terus dikembangkan para peneliti. Namun setelah diterapkan dilapangan masih terjadi kesenjangan produktivitas dan p
erhatian para petani produsen kedelaiterkonsentrasi bagaimana cara meningkatkan produksi yang berlipat ganda melalui teknologi daniklim kebijakan yang mampu menjamin keuntungan dengan perlindungan harga dan penjualan yang bersaing di pasaran bebas.Rendahnya produktivitas yang terus menurun mulai disadari akibat dari banyaknya anasir didalam tanah, bahan organik yang rendah maupun lingkungan mikro ekosistem yang kurang ideal bagi tanaman yang bersangkutan. Tentunya untuk mendapatkan hasil maksimal dari tanamanunggul baru yang diharapkan memerlukan persyaratan-persyaratan khusus “Presisi” dalam budidayanya seperti kesuburan lahan, pemupukan, mengamankan dari OPT dan/atau perlakuanlainnya
.
Pada kenyataannya baik VUB, Hibrida dan padi PTB dan kedelai serta Jagung hibridaakan mampu berproduksi lebih tinggi jika pengawalan managemen budidayanya dengan baik seperti persyaratan tanah, pemupukan dan pengendalian OPT maksimum dipenuhi, tetapi jikatidak justru terjadi sebaliknya
lebih rendah dari varietas lokal.
Kemajuan Bioteknologi untuk presisi teknik budidaya masih terbatas dikenalkan untuk komoditas ini. Unsur penerapan Bioteknologi tanah dan mikroba sinergistik pada tanaman padi dan jagung masih belum optimal. Padahal pada kenyataannya faktor inilah sebagai faktor dominanuntuk memecahkan stagnan produktivitas setelah varietas itu sendiri. Dampak positif dari pemanfaatan Bioteknologi ini adalah efisiensi ruang dan lahan yang semakin hari semakin sempit.Pemanfaatan bioteknologi mikrobial mesti diseleksi dari sekian banyak mikroba di alam,tentu dari sisi manfaat dan dampak lanjutnya. Produk komersial dari teknologi ini sering disebutsebagai pupuk hayati yang hasilnya adalah cenderung mengarah pada hasil pertanian Organik.Salah satu produk yang telah teruji untuk presisi budidaya tanaman unggul adalah Pupuk hayatiBio P 2000 Z yang kandungannya berisi sinergi dari berbagai mikroba penyubur tanah dantanaman.
B.Bioteknologi Penyuburan Diperlukan Untuk Tumbuh-Kembang Tanaman
Revolusi hijau dengan mengandalkan pupuk dan pestisida memiliki dampak negatif dalamkesuburan tanah yang berkelanjutan dan mutasi yang tidak diinginkan. Lahan yang terus dipupuk 2