Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BUKU SAKU TEKNOLOGI 1

BUKU SAKU TEKNOLOGI 1

Ratings: (0)|Views: 724 |Likes:
Published by Bio Perforasi

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Bio Perforasi on Apr 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2012

pdf

text

original

 
PUPUK HAYATI BIO P 2000 Z DANPENGEMBANGAN KEDELAI
KONSEP TEKNOLOGI BIOPRODUKTIVITAS
MEMBANGUN PERTANIAN INDONESIA YANG MAJU
DENGAN PEMBERDAYAAN PETANI
OLEHALI ZUM MASHAR
Menuju Swasembada Pangan dan Ekspor Kedelai JAKARTA, 2001
KATA PENGANTAR
 
Mustahil membangun bangsa tanpa teknologi. Indonesia sebagai negara agraris sudahdikenal kesuburan dan kekayaan alamnya sejak jaman hindia belanda. Banyak julukanyang diberikan pada negeri ini, seperti sebagai negeri
 jamrut katulistiwa
, tetapi ironismenjadi pengimpor bahan pangan dan kekayaan sektor agraris kurang diberdayakan dalam pembangunan. “Teknologi” untuk mengelola kekayaan sumber alam masih belumdimanfaatkan optimal sehingga peroduktivitas dan kualitas hasil pertanian tertinggal darikemajuan agraris negeri tetangga. Atas kesadaran yang mendalam ini perlu teknologi bangsa yang dapat memberikan loncatan produksi dan kualitas sehingga sejajar dengannegara yang maju pertaniannya.Ditemukannya
teknologi Bio Perforasi dan pupuk hayati Bio P 2000 Z 
yangmerupakan hasil kajian dan proses yang panjang, sanggup mendongkrak dan memecahkankemandegan produksi tanaman dan meningkatkan kesuburan lahan pertanian produktif yang terus menurun. Kehandalan dalam mengangkat produktivitas mampu meningkatkanhasil panen ratusan sampai ribuan persen.Teknologi ini merupakan
rangkuman kekuatan sinergi
mikro organisme unggul berguna di alam yang bekerja dan menimbulkan dampak kemajuan yang
 positif secaraholistik 
. Kemampuan teknologi ini telah teruji dan terbukti berhasil guna dalam mengatasikegersangan tanah seperti tanah marginal pasir kuarsa, tanah gambut, tanah berpirit dantanah marginal lain dapat diberdayakan untuk pertanian produktif dan meningkatkan produksi tanaman melebihi kemampuan potensialnya yang berlipat ganda.Adalah harapan yang besar untuk pertanian maju Indonesia melalui teknologi ini,yang
oleh DPR-RI telah diputuskan sebagai 
 
teknologi Unggul Nasional 
untuk upayaswasembada dan keberhasilannya telah tercatat dalam “GINESS BOOK”- MURI. Untuk terwujudnya harapan tersebut perlu teknologi ini disosialisasikan secara benar padamasyarakat petani. Disamping itu, perlu adanya dukungan serta komitmen bersamamasyarakat dalam visi yang jelas yaitu membangun pertanian Indonesia yang maju dan berkelanjutan. Untuk itu, Kami merasa perlu menyusun pedoman baku penerapanteknologi dan budidaya, khususnya kedelai. Pedoman ini kelak akan digunakan sebagaiacuan petani, investor, perbankan dan pihak-pihak yang berkepentingan (steak holder)yang menggunakan dan memanfaatkan informasi dan teknologi ini.Semoga penulisan standar praktis teknologi Bio Perforasi dan Aplikasi Pupuk HayatiMutakhir Bio P 2000 Z ini dapat bermanfaat bagi masyarakat pembaca dan sebagaisumbangan bagi kemajuan pertanian bangsa. Kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penemuan teknologi, penerapan dan penulisan buku ini penulis banyak mengucapkan terima kasih.Jakarta, Juni 2001Penulis,
Ali Zum Mashar
 
 
I. MEMBANGUN PERTANIAN MAJU INDONESIA
Melalui Pemanfaatan “BIO PERFORASI
*)
teknologi dan Sumber DayaAlam Lokal
Oleh: Ali Zum Mashar 
**)
A. Latar Belakang
Salah satu penyebab rendahnya pendapatan petani adalah
rendahnya produktivitas
komoditi tanaman yang diusahakan. Disamping faktor alam menjadi pembatas, rendahnya produktivitas merupakan akibat dari penguasaan teknik budidaya yang terbatas,
 penerapanteknologi yang sepotong-sepotong 
, bahkan paket teknologi yang diberikan kurang dapatdipahami oleh pengguna sehingga hasil yang optimal-maximal sulit dapat dicapai.Kendala teknis alami dalam peningkatan produksi yang banyak dihadapi antara lainkeragaman sifat media tanaman,
 Ketidakseimbangan penyerapan hara
oleh efek keracunan tanaman, sulit tersedia dan
miskinnya hara
tertentu tanaman seperti “
padatanah bertipe masam”
. Upaya pencucian dengan air irigasi menuntut adanya biaya besar untuk membangun jaringan saluran dan memerlukan waktu cukup banyak bahkan beresikoterjadinya erosi dan kehilangan unsur hara esensial akibat pencucian.
Tanah bertipe pasir kuarsa
secara konvensional mustahil dapat dijadikan tanah pertanian.
 Pertama
, karena tanah itu miskin hara,
kedua
sangat sarang (porous),
ketiga
tidak memiliki kemampuan menyerap (menahan) hara, dan
keempat 
 peka erosi. Rentetanupaya seperti dengan memasok bahan organik sebagai sumber bio-energi dan mengeloladengan bijak, mengatur tata air tanah, mengembangkan kehidupan biologi tanah,menyeimbangkan kesuburan kimia tanah, dan menjaga tanah dari bahaya erosi terasasangat mahal.
Tanah kaya mineral pirit
yang kalau penanganannya keliru berubahmenjadi tanah sulfat masam yang mengandung berbagai unsur kimia yang mencapai tarap beracun seperti sulfida, sulfat, aluminium, mangan, besi dan berbagai senyawa organik  berbahaya bagi tumbuh kembang tanaman.
Tanah sulfat masam
dapat dijadikan produktif apabila sifat-sifat buruk itu dapat diredam. Namun, untuk menjadikan tanah sulfat masammenjadi produktif juga memerlukan biaya yang mahal.Disisi lain
keterbatasan pengusahaan luasan lahan subur 
oleh petani khususnya diPulau Jawa (rata-rata 0,2 – 0,4 ha/KK) dan beralihnya fungsi lahan subur ke industri, pemukiman serta meluasnya lahan tidur menyebabkan terus merosotnya produksi pangannasional. Untuk dapat mencukupu kebutuhan keluarganya petani memacu produksi yangcenderung memaksakan produktivitas tanah dengan cara
memberi input kimia
yangmelebihi daya dukung lingkungan, justru
mempercepat kemerosotan produksi
. Pemakaiansarana produksi, diantaranya pupuk inorganik, pada usaha pertanian sawah, lahan kering

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sujiono SP liked this
Wahyu Suprapto liked this
Masmulyadi liked this
Rina Cool liked this
Ko Koo liked this
oentoro_doc7343 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->