A. PENDAHULUAN
1.
Potret Kebijakan Pertanian Indonesia
Cina dan India berhasil memacu pertumbuhan ekonominya danmenjadikan pertanian sebagai pondasinya. Sektor ini telah berhasilmenggerakkan “ekonomi” di akar rumput. Sekarang, Cina dan Indiamerupakan negara tujuan investasi yang menarik bagi para investor Asing.Strategi ini kemudian diikuti pula oleh Thailand. Negeri gajah inimengeluarkan maklumat, bahwa negerinya akan menjadi
dapur dunia
padatahun 2020. Malaysia juga mempunyai tekad yang sama dan PemerintahanBadawi bertekad untuk menjadikan Malaysia sebagai
Pusat RegionalMakanan Halal
. Sangat disayangkan, Indonesia sebagai negara agraris(sebagian besar penduduknya hidup sebagai petani) dengan tanah volkanik yang sangat subur dan sebagai negara maritim dengan laut yang luas dan garispantai terpanjang di dunia, belum mempunyai tekad seperti ditunjukkan olehCina, India, Thailand ataupun Malaysia. Sebagai negara yang dianugerahikekayaan sumberdaya hayati terbesar di dunia, laut yang begitu luas, cahayamatahari yang berlimpah, tanah volkanik yang sangat subur, sesungguhnya jika dikelola dengan baik tidak mungkin Indonesia kurang pangan bahkansangatlah layak menjadi
lumbung pangan dunia
.Membangun pertanian merupakan bagian integral dari pembangunannasional. Pembangunan di sektor ini kenyataannya sangat memprihatinkan.Sekalipun, upaya pemerintah melalui program revolusi hijau mampumelipatgandakan produksi, khususnya, padi, yang menikmati hanya mereka yang mempunyai lahan, modal dan yang mempunyai akses pada pasar.Program ini tidak memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.Sebagian besar petani malah terpinggirkan. Budaya dan kearifan petani pun bahkan ikut termarjinalisasi. Dalam banyak kasus, semakin besar upayapembangunan di sektor pertanian, semakin besar pula dampak negatifnya bagikesejahteraan petani. Dukungan pemerintah (kekuasaan), lembagainternasional (
World Bank
dan
IMF
), dan dukungan pasar selama ini lebih berpihak pada sistem monokultur, homogen,
uniform
, mengutamakan
Membangun Ketahanan Pangan Nasional melalui Revitalisasi Pertanian Daerah Transmigrasi
2