Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Membangun Swasembada Kedelai

Membangun Swasembada Kedelai

Ratings: (0)|Views: 614 |Likes:
Published by Bio Perforasi

More info:

Published by: Bio Perforasi on Apr 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

 
KONSEP MEMBANGUNKETAHANAN PANGANNASIONAL
MELALUI REVITALISASI PERTANIAN DIDAERAH TRANSMIGRASI SEBAGAI PENYEDIANPRODUKSI PANGAN LOKALEndang Sukara, Djoko Sidik Pramonodan Ali Zum Mashar
Hak Cipta@ 2006 Endang Sukara dkk.Hak Cipta Dilindungi Undang—undangDilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa ijin tertulis dari penulis dan penerbitKATALOG DALAM TERBITANEndang Sukara dkk.
KONSEP MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN NASIONAL/Endang Sukara
dkk.Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan IndonesiaISBNPenerbit: LIPI PressDesain sampul dan tata letak Kredit Foto: Koleksi Lembaga Ilmu Pengetahuan IndonesiaCetakan pertama Desember 2006
Membangun Ketahanan Pangan Nasional melalui Revitalisasi Pertanian Daerah Transmigrasi
 
1
 
A. PENDAHULUAN
1.
 Potret Kebijakan Pertanian Indonesia
Cina dan India berhasil memacu pertumbuhan ekonominya danmenjadikan pertanian sebagai pondasinya. Sektor ini telah berhasilmenggerakkan “ekonomidi akar rumput. Sekarang, Cina dan Indiamerupakan negara tujuan investasi yang menarik bagi para investor Asing.Strategi ini kemudian diikuti pula oleh Thailand. Negeri gajah inimengeluarkan maklumat, bahwa negerinya akan menjadi
dapur dunia
padatahun 2020. Malaysia juga mempunyai tekad yang sama dan PemerintahanBadawi bertekad untuk menjadikan Malaysia sebagai
Pusat RegionalMakanan Halal
. Sangat disayangkan, Indonesia sebagai negara agraris(sebagian besar penduduknya hidup sebagai petani) dengan tanah volkanik  yang sangat subur dan sebagai negara maritim dengan laut yang luas dan garispantai terpanjang di dunia, belum mempunyai tekad seperti ditunjukkan olehCina, India, Thailand ataupun Malaysia. Sebagai negara yang dianugerahikekayaan sumberdaya hayati terbesar di dunia, laut yang begitu luas, cahayamatahari yang berlimpah, tanah volkanik yang sangat subur, sesungguhnya jika dikelola dengan baik tidak mungkin Indonesia kurang pangan bahkansangatlah layak menjadi
lumbung pangan dunia
.Membangun pertanian merupakan bagian integral dari pembangunannasional. Pembangunan di sektor ini kenyataannya sangat memprihatinkan.Sekalipun, upaya pemerintah melalui program revolusi hijau mampumelipatgandakan produksi, khususnya, padi, yang menikmati hanya mereka yang mempunyai lahan, modal dan yang mempunyai akses pada pasar.Program ini tidak memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.Sebagian besar petani malah terpinggirkan. Budaya dan kearifan petani pun bahkan ikut termarjinalisasi. Dalam banyak kasus, semakin besar upayapembangunan di sektor pertanian, semakin besar pula dampak negatifnya bagikesejahteraan petani. Dukungan pemerintah (kekuasaan), lembagainternasional (
World Bank
dan
 IMF 
), dan dukungan pasar selama ini lebih berpihak pada sistem monokultur, homogen,
uniform
, mengutamakan
Membangun Ketahanan Pangan Nasional melalui Revitalisasi Pertanian Daerah Transmigrasi
 
2
 
komoditas yang menjadi kepentingan beberapa gelintir manusia. Sistem yangdiciptakan lebih berpihak kepada para konglomerat dan memberikankeuntungan kepada produsen benih, pupuk dan pestisida (perusahaan raksasanegara maju bukan industri Nasional). Sebaliknya, kegiatan ini secara nyatatelah memberikan kontribusi terhadap kerusakan alam pengkerdilan sistemdan budaya tradisional yang dikembangkan berdasarkan kearifan masyarakattani secara turun menurun selama berabad-abad. Pertanian yang seharusnyamenjadi sarana mensejahterakan rakyat, justru menjadi objek segelintir oranguntuk mengeruk keuntungan. Kehidupan dan kesejahteraan hidup petanimerosot dan selalu bertambah miskin.Petani kehilangan gairahnya untuk bertani dengan rumitnya tataniaga,akses permodalan dan sulitnya mendapatkan fasilitas pertanian. Akibatnya,impor pangan tidak dapat dihindarkan. Setiap tahun devisa Negara (tidak kurang dari
22,8 triliun rupiah
hilang. Pengangguran tidak dapat diserapoleh sektor pertanian karena tidak ada dukungan kebijakan modal/bank yang berpihak kepada petani untuk dapat membesarkan sekala usaha danpengembangan produksinya. Di sisi lain kebijakan harga dalam satu dasa warsa telah
membunuh pasar
petani dan petani selalu mendapatkan hargapasar produknya yang terus merugi sehingga berdampak nyata menurunnyaminat petani untuk bertanam komoditas pangan.
 Tabel 1. Keragaan Impor Bahan Pangan Pokok Nasional danNilai Devisa yang Dikeluarkan Setiap Tahun.
N0KOMODITIJUMLAH Ton/ThNILAI DEVISA
1SETARA PADI +/- 2,0 JutaRp. 4,8 Triliun2JAGUNG +/- 1,5 JutaRp. 1,3 Triliun3KEDELAI +/- 2,1 Juta Rp. 4,6 Triliun4GULA +/- 1,5 JutaRp. 3,6 Triliun5TRIGU +/- 4,0 JutaRp. 8.5 Triliun
Kebijakan pemerintah saat ini kurang memberikan insentif/subsiditeknologi dan modal kepada petani untuk mengembangkan produksipertaniannya. Padahal di negara maju saja seperti Amerika Serikat, pemberianinsentif/subsidi kepada petani kapas, kedelai dan gandum masih menjadiprioritas. Di Amerika Serikat pemberian subsidi pertanian diambil dari pajak 
Membangun Ketahanan Pangan Nasional melalui Revitalisasi Pertanian Daerah Transmigrasi
 
3

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rahmat Ugie liked this
Nay Yulianti liked this
driremes liked this
ArissJ liked this
lustyyahulfa liked this
Rene Ugroseno liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->