kelemahan. Hal ini tergantung dari masing-masing kebutuhan yang hendakdicapai dalam evaluasi kesegaran jasmani. Evaluasi kesegaran jasmani yangdilaksanakan terhadap seorang atlit tentu akan berbeda dengan masyarakatumum.
Latihan Jasmani
Latihan jasmani yang teratur sesuai kaidah yang berlaku dapat meningkatkankesegaran jasmani, antara lain:1.Dampak latihan jasmani terhadap tubuh
o
Meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru
o
memperkuat sendi dan otot
o
Menurunkan tekanan darah
o
Mengurangi lemak
o
Memperbaiki bentuk tubuh
o
Memperbaiki kadar gula darah
o
Mengurangi risiko penyakit jantung koroner
o
Memperlancar aliran darah
o
Memperlancar pertukaran gas
o
Memperlambat proses menjadi tua2.Prinsip latihan jasmani
o
Pembebanan lebih - untuk dapat menghasilkan kesegaran jasmaniyang baik perlu diberikan beban kerja yang lebih dari yang biasadilakukan.
o
Pengkhususan - untuk tujuan tertentu diperlukan jenis latihan yangtertentu pula.
o
Riversibilitas - kemajuan hasil latihan dapat menjadi hilang, jikalama tidak aktif berlatih
o
Pemeliharaan - hasil latihan harus dipelihara dengan tetap berlatihpada intensitas dan frekuensi yang telah ditempuh.3.Dosis Latihan
o
Frekuensi : 3-5 seminggu
o
Intensitas (zona latihan) : 60-90 % dari DNM (denyut nadimaksimal)
o
Lama latihan : 20-60 menit, kontinyu dan melibatkan otot-ototbesar.Salah satu cara untuk menghitung intensitas latihan berdasarkan tolok ukur“Nadi”, adalah sebagai berikut.
Intensitas latihan = 60 s.d. 90 % x{(220-usia(tahun)}
atau
Intensitas latihan = 65 s.d. 75 % x(nadi cadangan + nadi istirahat)
Keterangan:Nadi cadangan = DN Max - DN istirahat Nadi maksimum = 220 - usia (tahun)Nadi istirahat = Nadi yang dihitung, saat seseorang dalam keadaan istirahat DN = Denyut nadi
Contoh menentukan intensitas latihan
:Seseorang dengan usia 45 tahun, maka intensitas/denyut nadi waktu berlatih