Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
64Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
filariasis

filariasis

Ratings: (0)|Views: 1,607 |Likes:

More info:

Published by: Reza Ariandes Sahputra on Apr 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

 
FilariasisFILARIASISI. PENDAHULUANFilariasis adalah penyakit yang mengenai kelenjar dan saluran limfe yang disebabkan oleh parasitgolongan nematoda yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori yang ditularkanmelalui nyamuk.1-5 Filariasis penting dalam dermatologi karena kulit merupakan salah satu organyang sering terkena. Filariasis menyebabkan kulit menjadi sangat gatal, timbul papul dan scratchmarks , hingga menyebabkan seluruh kulit menjadi kering dan tebal. Dapat timbul nodus danhiperpigmentasi atau hipopigmentasi. Filariasis menyebabkan limfedema ekstremitas, vulva,skrotum, lengan dan payudara. Pada ekstremitas bawah biasanya tampak gambaran verukosadengan lipatan dan kulit yang pecah-pecah.5Diperkirakan 120 juta penduduk dunia terinfeksi filariasis.1,3-7 Lebih dari 90% kasus filariasisdisebabkan oleh Wuchereria bancrofti 1,3,7-8 dan penderita terbanyak terdapat di Sub SaharanAfrica, Southeast Asia, dan Western Pacific.1,5,9 Program pencegahan sudah dilakukan di India,Indonesia, Filipina, Papua Nugini, dan beberapa negara pasifik seperti Fiji dan Tahiti.1,9-10Filariasis tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dan di beberapa daerah tingkat endemisitascukup tinggi. Daerah endemis filariasis pada umumnya adalah daerah dataran rendah, terutamapedesaan, pantai, pedalaman, persawahan, rawa-rawa, dan hutan. Secara umum filariasis bancroftitersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Daerahendemis Wuchereria bancrofti dibedakan menjadi tipe pedesaan dan tipe perkotaan berdasarkanvektor yang menularkan. Wuchereria tipe pedesaan ditemukan terutama di Papua dan NusaTenggara dengan vektor Anopheles,Culex dan Aides sedangkan tipe perkotaan ditemukan di Jakarta,Bekasi, Tangerang, Semarang, Pekalongan dan Lebak pada daerah yang kumuh, padat penduduknyadan banyak genangan air kotor dengan vektor Culex quinquefasciatus. Brugia malayi tersebar diSumatra, Kalimantan, Sulawesi dan beberapa pulau di Maluku, sedangkan Brugia timore tersebar dikepulauan Flores, Alor, Rote, Timor dan Sumba. Berdasarkan hasil survey cepat tahun 2000, jumlahpenderita kronis yang dilaporkan sebanyak 6233 orang tersebar di 1553 desa, di 231 kabupaten, 26propinsi. Berdasarkan survey jari tahun 1999, tingkat endemisitas filariasis di Indonesia masih tinggidengan microfilarial rate 3.1%.6 Daerah endemis filariasis adalah daerah dengan microfilarial rate 1%.11Data statistik divisi Dermatologi umum Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI/RSCMterdapat 1 pasien limfedema akibat filariasis sepanjang tahun 2003-2005.
 
 Filariasis selain menyebabkan dampak sosial dan psikologik, juga ditetapkan oleh WHO sebagaipenyebab kecacatan permanen nomor dua.3 Pada makalah ini akan dibahas mengenaietiopatogenesis, manifestasi klinis, diagnosis serta penatalaksanaan filariasis.II. ETIOPATOGENESISFilariasis di Indonesia disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria yaitu Wuchereria bancrofti, Brugiamalayi dan Brugia timori.6 Filaria mempunyai siklus hidup bifasik dimana perkembangan larva terjadipada nyamuk (intermediate host) dan perkembangan larva dan cacing dewasa pada manusia(definive host). 1,2,10Pada tubuh penderitaInfeksi diawali pada saat nyamuk infektif menggigit manusia, maka larva L3 akan keluar dariprobosisnya kemudian masuk melalui bekas luka gigitan nyamuk menembus dermis dan bergerakmenuju sistem limfe.1,2,6,10,12 Larva L3 akan berubah menjadi larva L4 pada hari 9-14 setelahinfeksi dan akan mengalami perkembangan menjadi cacing dewasa dalam 6-12 bulan, setelahinseminasi, zigot berkembang menjadi mikrofilaria.2 Cacing betina dewasa akan melepaskan ribuanmikrofilaria yang yang mempunyai selubung ke dalam sirkulasi limfe lalu masuk ke sirkulasi darahperifer. Cacing betina dewasa aktif bereproduksi selama lebih kurang 5 tahun. Cacing dewasaberdiam di pembuluh limfe dan menyebabkan pembuluh berdilatasi, sehingga memperlambat alirancairan limfe. Sejumlah besar cacing dewasa ditemukan pada saluran limfe ekstremitas bawah,ekstremitas atas dan genitalia pria..1,2Pada nyamukNyamuk menghisap mikrofilaria bersamaan saat menghisap darah.1,2,4,10 Dalam beberapa jammikrofilaria menembus dinding lambung, melepaskan selubung/sarungnya dan bersarang diantaraotot-otot toraks.1,6,10 Mula mula parasit ini memendek menyerupai sosis dan disebut larvastadium 1 (L1). Dalam kurang dari 1 minggu berubah menjadi larva stadium 2 (L2), dan antara harike-11 dan 13 L2 berubah menjadi L3 atau larva infektif.1,2,10 Bentuk ini sangat aktif, awalnyabermigrasi ke rongga abdomen kemudian ke kepala dan alat tusuk nyamuk.1,2,6,12Hingga saat ini telah teridentifikasi 23 spesies nyamuk dari 5 genus di Indonesia yaitu Mansonia,Anopheles, Culex, Aedes dan Armigeres yang menjadi vektor filariasis.6
 
 Gambar 1. Siklus hidup Wuchereria bancrofti *Patogenesis filariasis sudah diperdebatkan sejak lama, terdapat beberapa hal yang menyebabkanpenelitian terhadap terjadinya penyakit ini terhambat. 1,3,13-15 Diduga 4 faktor berperan padapatogenesis filariasis: cacing dewasa hidup, respon inflamasi akibat matinya cacing dewasa, infeksisekunder akibat bakteri, dan mikrofilaria.15 Cacing dewasa hidup akan menyebabkanlimfangiektasia.13-15 Karena pelebaran saluran limfe yang difus dan tidak terbatas pada tempatdimana cacing dewasa hidup ada, diduga cacing dewasa tersebut mengeluarkan substansi yangsecara langsung atau tidak menyebabkan limfangiektasia. Pelebaran tersebut juga menyebabkanterjadinya disfungsi limfatik dan terjadinya manifestasi klinis termasuk limfedema dan hidrokel.Pecahnya saluran limfe yang melebar menyebabkan masuknya cairan limfe ke dalam saluran kemihsehingga terjadi kiluria dan kilokel. Matinya cacing dewasa menyebabkan respon inflamasi akut yangakan memberikan gambaran klinis adenitis dan limfangitis.13,15*dikutip sesuai aslinya dari kepustakaan no 10Gambar 2. Patogenesis filariasis*III. MANIFESTASI KLINISManifestasi klinis filariasis dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, jenis kelamin, lokasianatomis cacing dewasa filaria, respon imun, riwayat pajanan sebelumnya, dan infeksisekunder.15,16 Berdasarkan pemeriksaan fisik dan parasitologi, manifestasi klinis filariasis dibagidalam 4 stadium yaitu:4,81.Asimptomatik atau subklinis filariasisa. Individu asimptomatik dengan mikrofilaremia

Activity (64)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
naim157 liked this
Neo Yustindra liked this
Fino Gunners liked this
Ratu Qurroh Ain liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->