Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
77Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Edisi II Pakai

Edisi II Pakai

Ratings: (0)|Views: 37,613|Likes:
Published by khakafart

More info:

Published by: khakafart on Apr 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/16/2013

pdf

text

original

 
EVALUASI DAN PENGEMBANGAN DISAINKAPAL POLE AND LINE DI PELABUHAN DUFA-DUFAPROVINSI MALUKU UTARA
Umar Tangke
UMMU-Ternate, Email: khakafart@yahoo.com
ABSTRAK 
 Pembuatan kapal secara tradisional umumnya tidak didasari pada perencanaan dan perhitugan hidrostatis sehingga dalam pembuatannya selalu ada perubahan karakteristik pada bentuk kapal. Sama halnyadengan pembuatan kapal, penentuan besarnya pompa mengail juga tanpamelalui perhitungan mengenai daya yang akibatnya sistim penyemprot tidak bekeja dengan baik, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi bentuk disain, serta menghitung besarnya daya yandibutuhkan untuk pompa mengail pada kapal tipe pole and line di Pelabuhan Dufa-dufa Provinsi Maluku Utara. Hasil Penelitianmenunjukan kapal sampel pole and line yang berada di Pelabuhan Dufa-dufa Provinsi Maluku Utara mempunyai nilai rasio perbandingan L/D dan L/B dan nilai koefisien bentuk kapal sudah sesuai dengan standar nilai yang ideal, tetapi nilai rasio perbandingan B/D pada kapal  sampel tidak sesuai dengan standar nilai yang ideal untuk kapal ikan jenis pole and line, dan dilihat bahwa penentuan pompa mengail padakapal sampel biasanya tidak sesuai karena daya yang dibutuhkan sesuaidengan perhitungan adalah 1,61 KW tetapi daya pompa yang digunakanmelebihi yaitu dengan kisaran 1,7 - 3,7. Hal ini berpengaruh terhadap penyemprotan air pada saat operasi penangkapan atau penyemprotanuntuk pengelabuan tidak sempurna.
 Kata Kunci : Pole and line, Hidrostatis.
I. PENDAHUUAN1.1. Latar Belakang
Indonesia adalah negara kepulauan,yang memiliki
±
17.508 pulau dengan luaslaut teritorial 0.366 juta km
2
. perairan Nusantara 2.8 juta km
2
dengan ZonaEkonomi Eksklusif (ZEE) 2.7 juta km
2
sehingga total luas keseluruhan perairan 5.8 juta km
2
. Perairan laut yang luas inimengandung berbagai jenis ikan yangmerupakan sumber pangan dan komoditi perdagangan. Jenis ikan pelagis merupakan janis ikan yang sangat potensial untudikembangkan. Khusus untuk ikan pelagis besar lebih didominasi oleh tuna (
Thunnus spp
) dan cakalang (
 Katsuwonus pelamis
).Potensi tuna dan cakalang diperairanIndonesia adalah
±
780.040 ton. Ikan jenisini banyak ditangkap dilaut-laut dalam antaralain : di perairan sebelah selatan Jawa,sebelah baratdaya Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara dan Laut Banda, LautMaluku dan Laut Halmahera (Dahuri, 2001).Propinsi Maluku Utara merupakanwilayah kepulauan yang terdiri dari 395 buah pulau besar dan kecil, sebanyak 64 pulauyang dihuni dan 331 pulau yang tidak dihuni, dengan luas daratan 31.814,36 Km
2
(22%) yang tersebar di atas perairan seluas108.441 Km
2
(78%), sehingga luas wilayahseluruhnya 140.256,36 Km
2
. Berdasarkanhasil penelitian Badan Riset Dep. Kelautandan Perikanan, dan Komisi Nasional Stock Assessment, wilayah perairan Maluku Utara berada dalam wilayah pengelolaan LautSeram dan Laut Maluku dengan jumlah potensi sumberdaya ikan (
 standing stock 
)yang diperkirakan mencapai 1.035.230,00ton dengan jumlah potensi lestari (
MaximumSustainable Yield, MS
) yang dapat
 
dimanfaatkan sebesar 828.180,00 ton/tahunterdiri dari, ikan pelagis 621.135,00ton/tahun yang terdiri dari Tuna, cakalang,tongkol, cucut, tenggiri dan jenis ikan pelagiskecil. Jumlah yang dieksplorasi tersebutdiatas menunjukan bahwa perlu adanyaupaya untuk peningkatan penangkapanuntuk pemanfaatan MSY yang ada.Eksploitasi potensi perikanan sangattergantung pada tiga hal yaitu ; (1) penentuandaerah penangkapan ikan yang tepat, (2) penggunaan unit, alat dan metode penangkapannya, (3) Pemakai tenaga kerjayang terampil, (Ayodhyoa, 1972).Usaha penangkapan ikan merupakanusaha yang beresiko tinggi sebabkegiatannya dilakukan dilaut, sehingga untuk mengurangi resiko kerja dilaut agar manusianyaman bekerja dilaut maka perlu adanya pengetahuan tentang teknologi perkapalanyang baik, karena kapal merupakan saranadan tempat berlindung bagi manusia di laut.Pencapaian optimalisasi usaha penangkapan ikan, khususnya cakalang(
 Katsuwonus pelamis
), sangat bergantung pada armada penangkapan dengan disainkapal serta alat bantu penangkapan yangmemadai.Seperti diketahui bahwa hampir 85 % kapal penangkap yang beroperasi diperairanIndonesia adalah milik rakyat serta padaumumnya kapal-kapal tersebut dibuat denganmengandalkan keahlian secara turun-temurun, artinya kapal-kapal tersebutdibangun berdasarkan pengalaman tanpa perhitungan-perhitungan yang pastisebagaimana layaknya pembuatan kapalsecara modern. Pembuatan kapal secaratradisional biasanya tidak didasari pada perencanaan dan perhitugan yang jelassehingga dalam pembuatannya selalu ada perubahan karakteristik pada bentuk kapal.Sama halnya dengan pembuatan kapal, penentuan besarnya pompa mengail juga biasanya tampa perhitungan mengenai dayasehingga seringkali sistim penyemprot tidak  bekeja dengan baik, sehingga penelitian inidilakukan untuk mengevaluasi bentuk disain,serta menghitung besarnya daya yangdibutuhkan untuk pompa mengail pada kapaltipe pole and line di Pelabuhan Dufa-dufaProvinsi Maluku Utara.
1.2. Tujuan dan Kegunaan
Penelitian ini bertujuan untumengevaluasi dan mengembangkan kapal perikanan tipe pole and line dari segi disainkapal, serta menghitung besarnya daya pompa mengail yang sesuai untuk pompatersebut.Hasil penelitian ini diharapkan dapatmenjadi suatu masukan bagi pengusahakhususnya yang bergerak dalam bidang penangkapan ikan cakalang (
 Katsuwonus pelamis
) serta kepada PEMDA setempatdalam membuat suatu disain kapal penangkapan ikan khususnya pole and linedalam rangka optimalisasi pemanfaatansumberdaya perikanan didaerah tersebut pada masa yang akan datang.
II. METODE PENELITIAN2.1. Waktu dan Tempat
Kegiatan penelitian telah dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2008, bertempat di Pelabuhan Dufa-dufaProvinsi Maluku Utara.
2.2. Bahan dan Alat
Bahan dan alat yang digunakan pada penelitian ini adalah dua unit kapal tangkaptipe Pole and Line, tabel offset, meteran rol, penggaris, water pas, tali kasur, dua buahtongkat kayu/bambu, pendulum, kertas untuk menggambar, alat tulis menulis, meja gambar serta satu unit komputer untuk pengolahandata dan perhitungan hidrostatik kapal.
2.3. Metode Penilitian
Metode pengambilan data yangdilakukan dalam penelitian ini yaitu denganmelakukan pengukuran langsung terhadapseluruh ukuran-ukuran utama kapal Pole andLine, wawancara dengan nakhoda dan ABK kapal untuk pengambilan data motor  penggerak dan pompa mengail serta hal-halyang berhubungan dengan penelitian.Selanjutnya untuk pelaksanaanmetode pengambilan data untumendapatkan aspek teknik kapal, makadilakukan pengukuran seluruh besaran utamakapal yakni :a.Pengukuran posisi badankapal tegak dan horizontalmenggunakan water passyakni luas kapal ditempatkan pada posisi horzontal dan
 
garis lunas sebagai base line. b.Pengukuran untumendapatkan data ukuranutama kapal dilakukan pengukuran terhadap ukuranutama kapal yang terdiri dari:
Panjangkeseluruhan (L
OA
)adalah panjang badan kapalmaksimum yangdiukur dari ujung buritan sampaiujung haluan.
Panjang pada garisair (L
WL
) adalah jarak antara titi potong garis air  bagian depan kapaldengan bagian belakang kapal.
Panjang garis tegak lurus (L
PP
atau L
BP
)adalah jarak antaraA
P
dan F
P
.
Lebar maksimum(B) adalah lebamaksimum padatengah kapal yangdiukur dari kulitlambung kapal darisamping kirilambung kapal kesamping kanan.
Tinggi kapal (D)adalah tinggi yangdiukur dari bagian bawah pelat deck  pada sisi tengahkapal hingga garisgeladak diukuditengah-tengah panjang kapal.
Sarat (d) adalah jarak dari dasakapal hingga garisair yang diuku pada tengah kapal.
2.4. Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :A.Menghitung nilai ratio ukuran utamakapal dengan formulasiSjahrun (1988) yaitu :
Panjang dengan leba= L/B
Panjang dengan dalam= L/D
Lebar dengan dalam= B/DB.Menghitung Gross Tonage kapaldengan formulasi Nomura danYamazaki (1975) yaitu :
 
353,0....
b
 D B LGT 
=
Keterangan :
GT=Gross tonage (Ton)L=Panjang kapal (m)B=Lebar kapal (m)D=Tinggi kapal (m)C
 b
=Koefisien bloc0,353=Volume muatan (metri= 1 m
3
(ton))
C.Menghitung kecepatan kapalmaksimum dengan formulasi Nomura dan Yamazaki (1975) yaitu: Keterangan :
c=Admiralty coefficient (60 100) ;80.
=Displacement tonage (ton)IHP = Indicate horse power IHP = BHP / 0,80BHP = Brake horse power 
D.Menghitung Volume displacementtonnage kapal dengan formulasi Nomura dan Yamazaki (1975) yaitu:
γ  
b
 B L
..
=
Keterangan :
=Displ. tonnage (ton)L=Panjang kapal (m)B=Lebar kapal (m)d=Draft kapal (m)
b
=Koefisien block 
γ 
=BJair laut = 1,025
E.Menghitung Koefisian block kapaldengan formulasi Nomura danYamazaki (1975) sebagai berikut :
 B L
b
..
=
Keterangan :
b
=Koefisien blocL=Panjang kapal (m)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->