/  4
 
TheSeducer(selasih’srespon)
B y S e l a s i h
Chartres-France April 4, 2010
Hai Imron, senang rasanya membaca kembali ‘rayuan’mu. Menggunakan namadepan saya untuk memulai ‘rayuan’ mampu menghangatkan udara di Charters yangsaat ini suhunya sampai dua derajat celcius. Saya berterima kasih untuk apapunmaksud dan tujuan dari rayuan kamu, bagi saya cukup membahagiakan. Kamutidak tidak saja merayu menurut saya, kamu menawarkan gagasan-gagasan idetentang kekuasaan, negosiasi, komitmen, penghiatan dan terlebih gagasan tentangbagaimana rayuan bekerja melalui kata, bahasa dan ketampakan serta tanda. Sayatidak sepotensial kamu dalam bermain kata maupun artifisial, menganalisakeduanya dalam “selasihmemerlukan konsentrasi dan waktu yang cukup lamauntuk saya. Sebab saya memahami “selasihtidak sebagai rayuan melainkankonsep maka tidak mudah juga menanggapinya. Saya menyengaja meluangkanwaktu ke perpustakaan untuk mendapatkan pemahaman yang memungkinkanmemberi jalan terbukanya pemahaman agar dapat menanggapi “selasihyangkamu tulis. Hasilnya, inilah yang saya dapat sampaikan sebagai penanda bahwasaya menghormati apa yang sudah kamu tulis.Ron, saat saya menulis ini, saya sedang berada di depan Cathédrale Notre-Damede Chartres (The Cathedral of Our Lady of Chartres) yang di bangun pada sekitartahun 1140, indah sekali suasananya dengan udara dingin yang menusuk. Kamubisa lihat foto-fotonya di e-mail yang saya kirimkan bersamaan dengan tulisan inidisampaikan. Jangan mengira saya mau berada di alam terbuka dengan suhuseperti itu, saya melakukannya karena ingin benar-benar memahami suhu dinginsaat kamu menulis “selasih”. Dengan kopi hangat dan biskuit rendah kalori yangmenemani, saya memulai tulisan ini, jadi saya mohon kepada kamu untuk tidakmemangku dagu dengan tangan kananmu sambil tersenyum tipis (seingat sayakamu akan melakukannya jika membaca buku-buku favoritmu).Kembali saya membaca tulisan kamu yang dikatakan rayuan, berkali-kali sayamembacanya lagi sebelum saya menulis tulisan ini. Saya memastikan tulisan inibukan sajak atau syair yang biasa kamu tulis. Saya belum bisa menyebutnyamakalah, saya menyebutnya tulisan kreatif. Ron, inilah “The Seducer”. Setelahmengalami lebih dari lima kali pergantian judul. “The Seducer” mewakili ide sayatentang bekerjanya rayuan yang kamu sampaikan sebelumnya dalam bahasa katayang berbeda. Kamu menyampaikan bahwa rayuan disampaikan bukan karena sayaperempuan dan kamu laki-laki, rayuan disampaikan karena kita berbeda dalamkehidupan nyata. Dengan demikian saya tidak bisa menyebut kamu perayu dansaya yang dikenai rayuan, karena dalam rayuan, yang ada hanya rayuan, tidak adasubyek dan obyek, kita adalah rayuannya.
 
“Selasih” memicu adrenalin saya, banyak hal yang ingin sekali diungkapkan dalam“The Seducer”, salah satunya adalah pemahaman saya mengenai prosesmembangun tata kelola kebijakan dalam pembangunan. Menurut saya,pembangunan niscaya dibangun melalui rayuan-rayuan yang dilakukan banyakpihak dengan banyak kepentingan. Namun, rayuan-rayuan dalam pembangunanmemperlihatkan karakter yang lebih mengkhawatirkan karena kemampuannyamenciptakan ilusi lalu menghadirkannya dalam bentuk kenyataan yang tidakterbantahkan sifat kenyataannya. Dalam kondisi sedemikian rupa, ilusi-ilusi yangdihadirkan dari rayuan membentuk dirinya jauh melebihi kemampuan kenyataanyang sebenarnya, bahkan ilusi-ilusi dari daya pikat rayuan adalah kenyataan itusendiri. Mengenai ini, saya akan menyampaikannya di kesempatan yang berbeda.Ron, untuk memudahkan saya mengungkapkan ide-ide, saya gunakan bahasaInggris, selain itu tugas-tugas perkuliahan menuntut saya untuk menggunakannya.Bahasa Inggris saya gunakan sebab saya kesulitan menemukan padanan kata atauistilah yang menurut saya tepat untuk mewakili ide. Saya mohon maaf jika kamumenjadi kesulitan.* *The seductive, initiatory quality of that which cannot be said because it makes nosense, and of that which is not said even though it gets around. Thus I knowanother's secret but do not reveal it and he knows that I know, but does notacknowledge it: the intensity between us is simply this secret about the secret.The complicity has nothing to do with some hidden piece of information. Besides,even if we wanted to reveal the secret we could not, since there is nothing to say.Everything that can be revealed lies outside the secret. For the latter is not ahidden signified, nor the key to something, but circulates through and traverseseverything that can be said, just as seduction flows beneath the obscenity ofspeech. It is the opposite of communication, and yet it can be shared. The secretmaintains its power only at the price of remaining unspoken, just as seductionoperates only because never spoken nor intended.Seduction take the form of an enigma to be solved. The girl is an enigma, and inorder to seduce her, one must become an enigma for her. It is an enigmatic duel,one that the seduction solves, but without disclosing the secret. In that placewhere meaning should be, where sex should occur, where words point to it, andwhere others think it to be
there is nothing. And this nothing or secret, this, theseduction's unsignified moves beneath the words and their meaning, and movesfaster than their meaning. It is what touches you first, before the sentencesarrive, in the time it takes for them to fade away. A seduction beneath discourse,an invisible seduction, moving from sign to sign-a secret circulation.
 
Language return to its secret seduction despite all the efforts to uncover andbetray it in order to make it signify, while we return to our own insolublepleasure.There is neither a time of seduction, nor a time for seduction, but still it has itsown indispensable rhythm. Unlike instrumental strategies, which proceed byintermediary stages, seduction operates instantaneously, in a single movement,and is always its own end. The cycle of seduction cannot be stopped. One canseduce someone in order to seduce someone else, but also seduce someone elseto please oneself. The illusion that leads from the one to the other is subtle . Is itto seduce, or to be seduced, that is seductive? But to be seduced is the best wayto seduce. It is an endless refrain. There is no active or passive mode inseduction, no subject or object, no interior or exterior: seduction plays on bothsides, and there is no frontier separating them. One cannot seduce others, if onehas not oneself been seduced. Because seduction never stops at the truth ofsigns, but operates by deception and secrecy, it inaugurates a mode of circulationthat is itself secretive and ritualistic, a sort of immediate initiation that plays byits own rules. To be seduced is to be turned from one's truth. To seduce is to leadthe other from his or her truth.It is a power of attraction and distraction, of absorption and fascination, a powerthat cause the collapse of not just sex, but the real in general-a power ofdefiance. It is never an economy of sex or speech, but an escalation of violenceand grace, an instantaneous passion that can result in sex, but which can just aseasily exhaust itself in the process of defiance and death. It implies a radicalindetermination that distinguishes it from a drive-drives being indeterminate inrelation to their object, but determined as force and origin, while the passion ofseduction has neither substance nor origin. It is not from some libidinalinvestment, some energy of desire that this passion acquires its intensity, butfrom gaming as pure form and from purely formal bluffing. There can never beseduction or challenge by contract. In order for a challenge or seduction to exist,all contractual relations must disappear before the duel relation-a relationcomposed of secret signs that have been withdrawn from exchange, and derivetheir intensity from their formal division and immediate reverberation. In likemanner, seduction's enchantment puts an end to all libidinal economies, and everysexual or psychological contract, replacing them with a dizzying spiral ofresponses and counter-responses. It is never an investment but a risk; never acontract but a pact; never individual but duel; never psychological but ritual;never natural but artificial. It is no one's strategy, but a destiny.

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...