Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
31Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Dakwah Kultural

Konsep Dakwah Kultural

Ratings: (0)|Views: 2,133 |Likes:
Published by bissoloro

More info:

Published by: bissoloro on Apr 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

 
KEPUTUSAN MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-45
TENTANGPERNYATAAN PIKIRANMUHAMMADIYAH JELANG SATU ABAD(Zhawãhir al-Afkãr al-Muhammadiyyah ’Abra Qarn min al-Zamãn)
Bismillahirrahmanirrahim
Bahwa keberhasilan perjuangan Muhammadiyah yang berjalan hampir satuabad pada hakikatnya merupakan rahmat dan karunia Allah Subhanahu wa Ta’alayang patut disyukuri oleh seluruh warga Persyarikatan. Dengan modal keikhlasan dankerja keras segenap anggota disertai dukungan masyarakat luas Muhammadiyahtidak kenal lelah melaksanakan misi da’wah dan tajdid dalam memajukan kehidupanumat, bangsa, dan dunia kemanusiaan. Gerakan kemajuan tersebut ditunjukkandalam melakukan pembaruan pemahaman Islam, pendidikan, kesehatan,kesejahteraan sosial, serta berperan dalam perjuangan kemerdekaan danpembangunan bangsa di negeri ini. Namun disadari pula masih terdapat sejumlahmasalah atau tantangan yang harus dihadapi dan memerlukan langkah-langkahstrategis dalam usianya yang cukup tua itu. Perjuangan Muhammadiyah yangdiwarnai dinamika pasang-surut itu tidak lain untuk mencapai tujuan terwujudnyamasyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta dalam rangka menyebarkan misikerisalahan Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin di bumi Allah yang terhampar luas ini.Karena itu dengan senantiasa mengharapkan ridha dan pertolongan Allah SWTMuhammadiyah dalam usia dan kiprahnya jelang satu abad ini menyampaikanpernyataan pikiran (zhawãhir al-afkãr/statement of mind) sebagai berikut:
A. Komitmen Gerakan
1. Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang mengemban misi da’wah dan tajdid,berasas Islam, bersumber pada al-Quran dan as-Sunnah, dan bertujuanmewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah sesuai jatidirinya senantiasa istiqamah untuk menunjukkan komitmen yang tinggidalam memajukan kehidupan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan sebagaiwujud ikhtiar menyebarluaskan Islam yang bercorak rahmatan lil-‘alamin. Misikerisalahan dan kerahmatan yang diemban Muhammadiyah tersebut secaranyata diwujudkan melalui berbagai kiprahnya dalam pengembangan amalusaha, program, dan kegiatan yang sebesar-besarnya membawa padakemaslahatan hidup di dunia dan akhirat bagi seluruh umat manusia di mukabumi ini.2. Muhammadiyah dalam usianya jelang satu abad telah banyak mendirikantaman kanak-kanak, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, balai pengobatan,rumah yatim piatu, usaha ekonomi, penerbitan, dan amal usaha lainnya.Muhammadiyah juga membangun masjid, mushalla, melakukan langkah-langkah da’wah dalam berbagai bentuk kegiatan pembinaan umat yang meluasdi seluruh pelosok Tanah Air. Muhammadiyah bahkan tak pernah berhentimelakukan peran-peran kebangsaan dan peran-peran kemanusiaannya dalamdinamika nasional dan global. Kiprah Muhammadiyah tersebut menunjukkanbukti nyata kepada masyarakat bahwa misi gerakan Islam yang diembannyabersifat amaliah untuk kemajuan dan pencerahan yang membawa padakemaslahatan masyarakat yang seluas-luasnya. Peran kesejarahan yangdilakukan Muhammadiyah tersebut berlangsung dalam dinamika yangberagam. Pada masa penjajahan sejak berdirinya tahun 1330 H/1912 M.,Muhammadiyah mengalami cengkeraman politik kolonial sebagaimana halnyadialami oleh seluruh masyarakat Indonesia saat itu, tetapi Muhammadiyahtetap berbuat tak kenal lelah untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa.Setelah Indonesia merdeka pada masa awal dan era Orde LamaMuhammadiyah mengalami berbagai situasi sulit akibat konflik politik nasionalyang kompleks, namun Muhammadiyah tetap berkiprah dalam da’wah dankegiatan kemasyarakatan. Pada era Orde Baru di bawah rezim kekuasaan yangmelakukan depolitisasi (pengebirian politik), deideologisasi (pengebirianideologi), dan kebijakan politik yang otoriter, Muhammadiyah juga terusGerakan Tajdid dan Gerakan Dakwah Kultural Muhammadiyah1
 
berjuang mengembangkan amal usaha dan aktivitas da’wah Islam. Sedangkanpada masa reformasi, Muhammadiyah memanfaatkan peluang kondisi nasionalyang terbuka itu dengan melakukan revitalisasi dan peningkatan kualitas amalusaha serta aktivitas da’wahnya. Melalui kiprahnya dalam sejarah yang panjangitu Muhammadiyah telah diterima oleh masyarakat luas baik di tingkat lokal,nasional, dan internasional sebagai salah satu pilar kekuatan Islam yangmemberi sumbangan berharga bagi kemajuan peradaban umat manusia.3. Kiprah dan langkah Muhammadiyah yang penuh dinamika itu masih dirasakanbelum mencapai puncak keberhasilan dalam mencapai tujuan dan cita-citanya,sehingga Muhammadiyah semakin dituntut untuk meneguhkan danmerevitalisasi gerakannya ke seluruh lapangan kehidupan. Karena ituMuhammadiyah akan melaksanakan tajdid (pembaruan) dalam gerakannyasehingga di era kehidupan modern abad ke-21 yang kompleks ini sesuaidengan Keyakinan dan Kepribadiannya dapat tampil sebagai pilar kekuatangerakan pencerahan peradaban di berbagai lingkungan kehidupan.
B. Pandangan Keagamaan
1. Muhammadiyah dalam melakukan kiprahnya di berbagai bidang kehidupanuntuk kemajuan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan dilandasi olehkeyakinan dan pemahaman keagamaan bahwa Islam sebagai ajaran yangmembawa misi kebenaran Ilahiah harus didakwahkan sehingga menjadirahmatan lil-‘alamin di muka bumi ini. Bahwa Islam sebagai Wahyu Allah yangdibawa para Rasul hingga Rasul akhir zaman Muhammad Saw., adalah ajaranyang mengandung hidayah, penyerahan diri, rahmat, kemaslahatan,keselamatan, dan kebahagiaan hidup umat manusia di dunia dan akhirat.Keyakinan dan paham Islam yang fundamental itu diaktualisasikan olehMuhammadiyah dalam bentuk gerakan Islam yang menjalankan misi dakwahdan tajdid untuk kemaslahatan hidup seluruh umat manusia.2. Misi da’wah Muhammadiyah yang mendasar itu merupakan perwujudan darisemangat awal Persyarikatan ini sejak didirikannya yang dijiwai oleh pesanAllah dalam Al-Quran Surat Ali-Imran 104, yang artinya: ”Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruhkepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Kewajiban dan panggilan da’wah yang luhur itumenjadi komitmen utama Muhammadiyah sebagai ikhtiar untuk menjadikekuatan Khaira Ummah sekaligus dalam membangun masyarakat Islam yangideal seperti itu sebagaimana pesan Allah dalam Al-Quran Surat Ali-Imran ayat110, yang
 

 

 
 

 
 
 
 
 

 

 

artinya: ”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, danberiman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebihbaik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakanmereka adalah orang-orang yang fasik.”.Dengan merujuk pada Firman Allah dalam Al-Quran Surat Ali Imran 104 dan110, Muhammadiyah menyebarluaskan ajaran Islam yang komprehensif danmultiaspek itu melalui da’wah untuk mengajak pada kebaikan (Islam), al-amrbi al-ma’ruf wa al-nahy ‘an al-munkar (mengajak kepada yang ma’ruf danmencegah dari yang munkar), sehingga umat manusia memperolehkeberuntungan lahir dan batin dalam kehidupan ini. Da’wah yang demikianmengandung makna bahwa Islam sebagai ajaran selalu bersifattranformasional; yakni dakwah yang membawa perubahan yang bersifatkemajuan, kebaikan, kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai keutamaan lainnyauntuk kemaslahatan serta keselamatan hidup umat manusia tanpa membeda-bedakan ras, suku, golongan, agama, dan lain-lain.Gerakan Tajdid dan Gerakan Dakwah Kultural Muhammadiyah2
 
3. Kyai Haji Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dikenal sebagaipelopor gerakan tajdid (pembaruan). Tajdid yang dilakukan pendiriMuhammadiyah itu bersifat pemurnian (purifikasi) dan perubahan ke arahkemajuan (dinamisasi), yang semuanya berpijak pada pemahaman tentangIslam yang kokoh dan luas. Dengan pandangan Islam yang demikian KyaiDahlan tidak hanya berhasil melakukan pembinaan yang kokoh dalam akidah,ibadah, dan akhlak kaum muslimin, tetapi sekaligus melakukan pembaruandalam amaliah mu’amalat dunyawiyah sehingga Islam menjadi agama yangmenyebarkan kemajuan. Semangat tajdid Muhammadiyah tersebut didorongantara lain oleh Sabda Nabi Muhammad s.a.w., yang artinya: ”SesungguhnyaAllah mengutus kepada umat manusia pada setiap kurun seratus tahun orangyang memperbarui ajaran agamanya” (Hadits diriwayatkan oleh Abu Dawuddari Abi Hurairah). Karena itu melalui Muhammadiyah telah diletakkan suatupandangan keagamaan yang tetap kokoh dalam bangunan keimanan yangberlandaskan pada Al-Quran dan As-Sunnah sekaligus mengemban tajdid yangmampu membebaskan manusia dari keterbelakangan menuju kehidupan yangberkemajuan dan berkeadaban.4. Dalam pandangan Muhammadiyah, bahwa masyarakat Islam yangsebenarbenarnya yang menjadi tujuan gerakan merupakan wujud aktualisasiajaran Islam dalam struktur kehidupan kolektif manusia yang memiliki corakmasyarakat tengahan (ummatan wasatha) yang berkemajuan baik dalam wujudsistem nilai sosial-budaya, sistem sosial, dan lingkungan fisik yangdibangunnya. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang memilikikeseimbangan antara kehidupan lahiriah dan batiniah, rasionalitas danspiritualitas, aqidah dan muamalat, individual dan sosial, duniawi dan ukhrawi,sekaligus menampilkan corak masyarakat yang mengamalkan nilai-nilaikeadilan, kejujuran, kesejahteraan, kerjasama, kerjakeras, kedisiplinan, dankeunggulan dalam segala lapangan kehidupan. Dalam menghadapi dinamikakehidupan, masyarakat Islam semacam itu selalu bersedia bekerjasama danberlomba-lomba dalam serba kebaikan di tengah persaingan pasar-bebas disegala lapangan kehidupan dalam semangat ”berjuang menghadapi tantangan”(al-jihad li al-muwajjahat) lebih dari sekadar ”berjuang melawan musuh” (al- jihad li al-mu’aradhah). Masyarakat Islam yang dicitacitakan Muhammadiyahmemiliki kesamaan karakter dengan masyarakat madani, yaitu masyarakatkewargaan (civil-society) yang memiliki keyakinan yang dijiwai nilai-nilai Ilahiah,demokratis, berkeadilan, otonom, berkemajuan, dan berakhlak-mulia (al-akhlaqal-karimah). Masyarakat Islam yang semacam itu berperan sebagai syuhada‘ala al-nas di tengah berbagai pergumulan hidup masyarakat dunia. Karena itu,masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang bercorak ”madaniyah” tersebutsenantiasa menjadi masyarakat yang serba unggul atau utama (khaira ummah)dibandingkan dengan masyarakat lainnya.Keunggulan kualitas tersebut ditunjukkan oleh kemampuan penguasaan atasnilai-nilai dasar dan kemajuan dalam kebudayaan dan peradaban umatmanusia, yaitu nilai-nilai ruhani (spiritualitas), nilai-nilai pengetahuan (ilmupengetahuan dan tekonologi), nilai-nilai materi (ekonomi), nilai-nilai kekuasaan(politik), nilai-nilai keindahan (kesenian), nilai-nilai normatif berperilaku(hukum), dan nilai-nilai kemasyarakatan (budaya) yang lebih berkualitas.Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya bahkan senantiasa memilikikepedulian tinggi terhadap kelangsungan ekologis (lingkungan hidup) dankualitas martabat hidup manusia baik laki-laki maupun perempuan dalamrelasi-relasi yang menjunjung tinggi kemaslahatan, keadilan, dan serbakebajikan hidup. Masyarakat Islam yang demikian juga senantiasa menjauhkandiri dari perilaku yang membawa pada kerusakan (fasad fi al-ardh), kedhaliman,dan hal-hal lain yang bersifat menghancurkan kehidupan.
C. Pandangan tentang Kehidupan
1. Muhammadiyah memandang bahwa era kehidupan umat manusia saat iniberada dalam suasana penuh paradoks. Kemajuan dalam bidang ilmupengetahuan dan teknologi yang sangat luar biasa dibarengi dengan berbagaidampak buruk seperti lingkungan hidup yang tercemar (polusi) dan mengalamieksploitasi besarbesaran yang tak terkendali, berkembangnya nalar-Gerakan Tajdid dan Gerakan Dakwah Kultural Muhammadiyah3

Activity (31)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Iin Sri Lestari liked this
Hanifah Nuraini liked this
Ikhsanul Mutaqin liked this
Wahyu Purhantara liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->