Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
44Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Bioteknologi Pertanian i

Laporan Praktikum Bioteknologi Pertanian i

Ratings: (0)|Views: 1,468 |Likes:
Published by almanisa

More info:

Published by: almanisa on Apr 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PRAKTIKUMBIOTEKNOLOGI PERTANIAN I
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Biotek I
Disusun oleh :
Anne Yuliana H150110080121
AGROTEKNOLOGI – CFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS PADJADJARAN2009
PRAKTIKUM I
 
Mengamati Morfologi Bakteri denganPengecatan Tunggal dan Gram
PENDAHULUAN
Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yangkhas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopis yangmempunyai ciri-ciri : tubuh uniseluler, tidak berklorofil, bereproduksi dengan membelahdiri, habitatnya dimana-mana (tanah, air, udara, dan makhluk hidup), dan aktif bergerak  pada kondisi lembab. Beberapa bentuk bakteri yaitu basil, kokus, dan spirilum. Bentuk- bentuk tersebut dapat menunjukkan karakteristik spesies bakteri, tetapi bergantung padakondisi pertumbuhannya. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan bakteri (Edukasi, 2008).Bakteri bersifat transparan dan berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihatdengan mata telanjang. Salah satu cara untuk mengetahui struktur, morfologi, dan sifatkimia bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Zat warna yang biasa dijadikan untuk mengecat bakteri adalah methylene blue, basic fuchsin, dan crystal violet.Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen. Terjadi ikatan ionkarena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna.Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan pewarna asam dan pewarna basaDalam kondisi pH mendekati netral dinding sel bakteri cenderung bermuatan negatif,sehingga pewarna asam yang bermuatan negatif akan ditolak oleh dinding sel, maka seltidak berwarna. Pewarna asam ini disebut pewarna negatif. Contoh pewarna asammisalnya : tinta cina, larutan Nigrosin, asam pikrat, eosin dan lain-lain. Pewarnaan basa bisa terjadi pada senyawa pewarna bersifat positif, sehingga akan diikat oleh dinding sel
 
 bakteri dan sel bakteri jadi terwarna dan terlihat. Contoh dari pewarna basa misalnyamethylene blue, kristal violet, safranin dan lain-lain.Beberapa pengecatan yang kita kenal ialah pengecatan tunggal atau sederhana dan pengecatan majemuk. Pengecatan tunggalialah pengecatan yang hanya digunakan satumacam zat warna saja (Gupte, 1990). Sedangkan pengecatan majemuk ialah pengecatanyang menggunakan lebih dari satu macam zat warna.Pengecatan tunggal hanya bertujuanuntuk melihat bentuk sel, sedangkan pengecatan majemuk dapat membedakankarakteristik suatu morfologi tertentu. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa)sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifatalkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif).Sebelum melakukan pengecatan bakteri, dibuat dahulu film di atas gelas objek darisuspensi bakteri. Tujuan pembuatan film adalah mematikan sel bakteri dengan cepattanpa merusak morfologinya dan melekatkan sel bakteri ke permukaan gelas objek.
1.1.PENGECATAN TUNGGAL

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->