mulai terasa, ditandai dengan suhu yang menjadi lebih ha-ngat dari sebelumnya. Suhu rata-rata tahunan telah mening-kat sekitar 0,3
0
C sejak 1990. Dari pencatatan yang ada, suhutahun 1990-an merupakan dekade terhangat, dan tahun 1999merupakan tahun terhangat dengan kenaikan hampir 1
0
Cdi atas rata-rata suhu tahun 1961-1990. Peningkatan keha-ngatan ini terjadi dalam semua musim di tahun 1999. Curahhujan tahunan telah turun sebesar 2 s/d 3%, justru pada peri-ode Desember - Februari, yang merupakan masa dengan in-tensitas hujan terbesar setiap tahun.Banyak ahli berpendapat bahwa di beberapa bagian diIndonesia, penurunan curah hujan dipengaruhi kuat olehEl Nino. Adanya El Nino membuat kita sudah tidak bisameramalkan kapan musim hujan atau musim kemarau tiba.Semuanya bisa berubah begitu cepat, penuh ketidakpastian.Akibatnya para petani bingung mengetahui kapan mulaimenanam. Cepat atau lambat, iklim yang berubah menjadilebih panas akan mengakibatkan persediaan air semakinmenipis sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan irigasi.Dalam kondisi yang demikian, krisis pangan dan kelaparanterjadi di mana-mana.El Nino akan lebih sering terjadi di Indonesia karena letakyang berdekatan dengan Samudera Pasik. El Nino sendirimerupakan fenomena di Samudera Pasik, di mana laut-an yang hangat mengalir di pantai Ekuador dan Peru yangmengakibatkan perubahan iklim yang sangat genting dan bi-asanya terjadi di bulan Desember. Jika El Nino membawa arushangat, sebaliknya La Nina membawa arus dingin dan kedu-anya sama-sama menimbulkan badai. La Nina terjadi setahunsetelah El Nino dan menimbulkan musim hujan yang basah,sehingga mengakibatkan banjir dan tanah longsor yang ber-bahaya. Kondisi inilah yang mengakibatkan Indonesia sela-ma lebih dari 1 dekade terakhir selalu dilanda banjir, long-sor, kekeringan, gagal panen, gagal tanam, kebakaran hutan,gelombang pasang, angin puting beliung, gempa bumi dansebagainya.
Patrik Wu
, seorang Geologis dari Universitas Alberta –Kanada memetakan berbagai bencana ini sebagai fenome-na perubahan iklim yang ekstrim akibat pemanasan global,yang berdampak pada mencairnya lapisan es di kutub utaradan kutub selatan. Ia berasumsi, lapisan es sangat berat danberlapis-lapis, sekitar 1 ton/m
3
. Jika lapisan es mulai mencair,berat es tersebut akan memberikan tekanan besar ke permu-kaan bumi. Mencairnya es di Antartika memicu gempa bumidan longsor di lapisan bawah laut, sehingga menimbulkangempa bumi dan gelombang pasang. Jadi ada kemungkin-an terjadinya gempa bumi di Aceh, Nias, Padang, Bengkulu,Lampung, Yogya dan beberapa daerah lain di Indonesia sela-ma ini tidak hanya karena tabrakan antara lempeng Australiadan Asia, tapi juga akibat mencairnya lapisan es di Antartikayang letaknya cukup berdekatan.Aspek lain yang perlu diwaspdai adalah kondisi geograsIndonesia yang merupakan wilayah kepulauan. IPCC mera-malkan mulai tahun 2070 s/d 2100, jika terjadi kenaikan per-mukaan air laut s/d 100 cm, diperkirakan 2.000 pulau dan 405ribu Ha daratan Indonesia akan tenggelam; 800 ribu rumahterendam air laut; ratusan ribu penduduk kehilangan tempattinggal dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi; 50 m da-ratan dari garis pantai sepanjang 81 ribu km tenggelam; dan14 ribu desa pesisir hilang.Saat ini, setiap tahun kota Jakarta mengalami penurunanpermukaan tanah s/d 0,8 cm akibat eksploitasi air tanahsecara berlebihan dan penggunaan tiang pancang dalampembangunan gedung bertingkat. Dengan kondisi yangdemikian, jika terjadi kenaikan permukaan laut sebagaima-na ramalan IPCC di atas, maka kota Jakarta akan tenggelammenjadi kota Atlantis.Fenomena lain adalah banyak kota besar mengalami kri-sis air bersih karena air cepat menguap dari tanah, atau ter- jadi abrasi dan intrusi sehingga air tawar bercampur denganair laut yang asin. Terik matahari akan terasa lebih menye-ngat saat musim kemarau panjang tiba. Akibatnya beberapadaerah seperti Gunung Kidul, Wonogiri, dan Nusa Tenggarabesar pemanasan global saat ini adalah CO
2
dan CH
4
yangdihasilkan pertanian dan peternakan (terutama dari sistempencernaan hewan-hewan ternak), N
2
O dari pupuk, gas-gasyang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (ChloroFluoro Carbons=CFC) serta uap air. Rusaknya hutan-hutanyang seharusnya berfungsi sebagai penyerap CO
2
juga ma-kin memperparah keadaan karena pohon-pohon yang matiakan melepaskan CO
2
yang tersimpan di dalam jaringannyake atmosfer.Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan globalyang berbeda-beda. Beberapa gas menghasilkan efek pe-manasan lebih besar dari CO
2
, seperti metana menghasilkanefek pemanasan 22 kali, N
2
O 296 kali dan CFC hingga ribuankali. Karena dampak yang merugikan, pemakaian CFC telahdilarang di banyak negara karena telah lama dituding sebagaipenyebab rusaknya lapisan ozon. Terkait dengan pemanasanglobal, IPCC menemukan bahwa selama 100 tahun terakhir(1906-2005) temperatur permukaan bumi rata-rata telah naiksekitar 0,74
0
C, dengan pemanasan yang lebih besar pada da-ratan dibandingkan lautan. Tingkat pemanasan rata-rata se-lama 50 tahun terakhir hampir dua kali lipat dari yang terjadipada 100 tahun terakhir. Akhir tahun 1990-an dan awal abad21 merupakan tahun-tahun terpanas berdasarkan sistempencatatan data modern.
3. Perubahan Iklim
Secara umum, Iklim didenisikan sebagai kondisi rata-rata suhu, curah hujan, tekanan udara, dan angin dalam jangka waktu yang panjang, antara 30-100 tahun (
intercente-nial
). Dengan denisi ini, Perubahan Iklim dapat dimaknakansebagai suatu keadaan berubahnya pola iklim dunia. Suatudaerah mungkin mengalami pemanasan, tetapi daerah lainmengalami pendinginan yang tidak wajar. Akibat kacaunyaarus dingin dan panas ini maka perubahan iklim juga men-ciptakan fenomena cuaca yang kacau, termasuk curah hujanyang tidak menentu, aliran panas dan dingin yang ekstrem,arah angin yang berubah drastis, dan sebagainya.
Perubahan Iklim di Indonesia
Karena letak geogras yang diapit oleh benua Asia danbenua Australia serta antara Samudera Hindia dan Samu-dera Pasik, Indonesia memiliki karakteristik iklim yang khasdibanding negara lain di Asia. Di Indonesia terdapat 3 jenisiklim, yaitu iklim muson, iklim tropis, dan iklim laut.
1. Iklim Muson
Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musimanyang berubah-ubah pada setiap periode tertentu, yaitu setiap6 bulan. Iklim muson terdiri dari 2 jenis, yaitu muson baratakibat pengaruh tiupan angin muson barat dari benua Asiadan muson timur akibat pengaruh angin muson timur daribenua Australia. Angin muson barat bertiup sekitar Oktobers/d April dan mengakibatkan musim hujan. Sedangkan anginmuson timur bertiup sekitar April s/d Oktober dan mengaki-batkan musim kemarau.
2. Iklim Tropis
Karena terletak sepanjang garis khatulistiwa, iklim Indone-sia bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musimkemarau dan musim hujan. Ada penjelasan ilmiah mengenaimengapa Indonesia hanya memiliki 2 musim. Dengan letakgeogras sepanjang garis khatulistiwa, posisi matahari selalubergeser. Pergeseran ini dapat dijelaskan sebagai berikut :a. Setiap tanggal 23 Maret dan 22 September, mataharitepat berada di garis katulistiwa.b. Pada bulan April s/d September, matahari beradadi utara garis katulistiwa. Pada posisi ini, sebagianwilayah Indonesia mengalami musim kemarau.c. Pada Oktober s/d Maret, matahari berada di selatangaris katulistiwa. Pada posisi ini, sebagian wilayah In-donesia mengalami musim hujan.
3. Iklim Laut
Sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari laut sehing-ga banyak terjadi penguapan. Udara menjadi lembab dengancurah hujan yang tinggi.Memasuki abad 20, gejala perubahan iklim di Indonesia
3
Add a Comment