Pada tataran konseptual istilah pemberdayaan dapat dikaitkan dengan prosestransformasi sosial, ekonomi, dan bahkan politik (kekuasaan). Secara definisi, pemberdayaanmerupakan proses penumbuhan kekuasaan atau kemampuan diri. Melalui prosespemberdayaan maka diasumsikan seseorang dari strata sosial terendah sekalipun bisaterangkat dan muncul menjadi bagian dari lapisan masyarakat menengah atas. Akan tetapi,pada prakteknya proses pemberdayaan membutuhkan bantuan orang lain. Tanpa bantuantersebut tidak mungkin proses akan dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Untuk ituharus ada seseorang atau institusi yang bertindah sebagai pemicu kemajuan (
enabler
). Dan“orang kuat” yang sering menjadi andalan tidak lain adalah pemerintah.
4. Partisipasi Masyarakat dan Desentralisasi
Partisipasi masyarakat adalah sebuah proses yang menyediakan individu suatukesempatan untuk mempengaruhi keputusan-keputusan publik dan merupakan komponendalam proses keputusan yang demokratis. Partisipasi masyarakat merupakan arti sederhanadari kekuasaan masyarakat (
citizen power
). Hal tersebut menyangkut redistribusi kekuasaanyang memperbolehkan masyarakat miskin dilibatkan secara sadar dalam proses-prosesekonomi dan politik. Partisipasi masyarakat juga merupakan strategi dimana masyarakatmiskin ikut terlibat dan menentukan bagaimana pemberian informasi, tujuan dan kebijakandibuat, jumlah pajak yang dialokasikan, pelaksanaan program-program, dan keuntungan-keuntungan seperti kontrak-kontrak dan perlindungan-perlindungan diberikan.Arnstein (1995) menggambarkan partisipasi masyarakat adalah suatu pola bertingkat(
ladder patern
). Suatu tingkatan yang terdiri dari delapan tingkat dimana tingkatan palingbawah merupakan tingkat partisipasi masyarakat sangat rendah, kemudian tingkat yang palingatas merupakan tingkat dimana partisipasi masyarakat sudah sangat besar dan kuat.Tingkatan partisipasi masyarakat di atas bisa dijelaskan sebagai berikut.1.
Manipulasi (
Manipulation
)Pada tingkat ini partisipasi masyarakat berada di tingkat yang sangat rendah. Bukan hanyatidak berdaya, akan tetapi pemegang kekuasaan memanipulasi partisipasi masyarakatmelalui sebuah program untuk mendapatkan “persetujuan” dari masyarakat. Masyarakatsering ditempatkan sebagai komite atau badan penasehat dengan maksud sebagai“pembelajaran” atau untuk merekayasa dukungan mereka. Partisipasi masyarakatdijadikan kendaraan
public relation
oleh pemegang kekuasaan. Praktek pada tingkatan inibiasanya adalah program-program pembaharuan desa. Masyarakat diundang untuk terlibatdalam komite atau badan penasehat dan sub-sub komitenya. Pemegang kekuasaanmemanipulasi fungsi komite dengan “pengumpulan informasi”, “hubungan masyarakat”dan “dukungan.” Dengan melibatkan masyarakat di dalam komite, pemegang kekuasaanmengklain bahwa program sangat dibutuhkan dan didukung. Pada kenyataannya, hal inimerupakan alasan utama kegagalan dari program-program pembaharuan pedesaan diberbagai daerah.2.
Terapi (
Therapy
)Untuk tingkatan ini, kata “terapi” digunakan untuk merawat penyakit. Ketidakberdayaanadalah penyakit mental. Terapi dilakukan untuk menyembuhkan “penyakit” masyarakat.Pada kenyataannya, penyakit masyarakat terjadi sejak distribusi kekuasaan antara ras ataustatus ekonomi (kaya dan miskin) tidak pernah seimbang.3.
Pemberian Informasi (
Informing
)
3