Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
29Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kumpulan Makalah Komunikasi

Kumpulan Makalah Komunikasi

Ratings: (0)|Views: 7,863|Likes:
KOMUNIKASI Media Massa, Pemerintah dan Humas Media massa sering dikatakan memiliki peran sebagai "anjing penjaga" dan berdiri di sisi yang berlawanan dengan pemerintah. Salah satu manfaat utama pers yang bebas dalam sistem demokrasi sering dinyatakan dengan kewajiban untuk menyediakan informasi pada masyarakat mengenai kinerja pemerintah. Tetapi, sukar ditemukan alasan yang mendasari pers sebagai "anjing penjaga" kinerja pemerintah. Istilah tersebut mengesankan bahwa pers telah

Semua Isi Ini Jugak Bisa Anda Dapatkan di
http://suriyaaceh.blogspot.com
Saya Telah Mengaturnya Kedalam Satu fail Tingal Di Prin ja Sob...!
KOMUNIKASI Media Massa, Pemerintah dan Humas Media massa sering dikatakan memiliki peran sebagai "anjing penjaga" dan berdiri di sisi yang berlawanan dengan pemerintah. Salah satu manfaat utama pers yang bebas dalam sistem demokrasi sering dinyatakan dengan kewajiban untuk menyediakan informasi pada masyarakat mengenai kinerja pemerintah. Tetapi, sukar ditemukan alasan yang mendasari pers sebagai "anjing penjaga" kinerja pemerintah. Istilah tersebut mengesankan bahwa pers telah

Semua Isi Ini Jugak Bisa Anda Dapatkan di
http://suriyaaceh.blogspot.com
Saya Telah Mengaturnya Kedalam Satu fail Tingal Di Prin ja Sob...!

More info:

Published by: Pangeran Suriya Senja on Apr 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/17/2013

pdf

text

original

 
 
Media Massa, Pemerintah dan Humas<center></center>
Media massa sering dikatakan memiliki peran sebagai "anjing penjaga" dan berdiri di sisiyang berlawanan dengan pemerintah. Salah satu manfaat utama pers yang bebas dalamsistem demokrasi sering dinyatakan dengan kewajiban untuk menyediakan informasi pada masyarakat mengenai kinerja pemerintah.Tetapi, sukar ditemukan alasan yang mendasari pers sebagai "anjing penjaga" kinerja pemerintah. Istilah tersebut mengesankan bahwa pers telah menjadi perwakilan darirakyat untuk 'menjaga' dan 'memerhatikan' kinerja pemerintah. Dengan asumsi itu, pemerintah terkesan selalu salah, sementara pers selalu benar. Pers pun memandang bahwa institusinya berdedikasi tinggi apabila sukses memperlihatkan 'kegagalan' pemerintah. Dengan senang hati, pers memublikasikan informasi yang bisa meningkatkanoplah, mengisi komersial slot tanpa khawatir bahwa yang dipublikasikan dapat berdampak buruk pada masyarakat. Kenyataannya, pers pada umumnya adalah institusiswasta yang berorientasi pada laba.Pers itu bebas, termasuk untuk berpihak. Contohnya, sebuah media massa dapatmendukung semua kebijakan pemerintah atau mungkin menentang kebijakan lainnya.Atau bisa saja bersikap mendua terhadap suatu kebijakan, kadang bersikap pro dankadang bersikap kontra. Sebuah media massa bisa menentukan diri sebagai lawan pemerintah, atau sebagai 'pengawal' kebijakan pemerintah. Sebuah media massa dapatmengritisi dan menentukan bagaimana suatu kebijakan menjadi kesalahan. Media massadapat bertindak sebagai "anjing penjaga" atau "senjata" untuk mendukung atausebaliknya menyerang pemerintah.Suara pemerintah bisa menjadi bahan perbincangan, perdebatan dan interpretasi olehfigur-figur media. Pernyataan pemerintah segera ditanggapi dalam tajuk rencana yangmenginterpretasikan apa yang 'sebenarnya' dikatakan oleh pejabat tersebut dan apa yang'sebenarnya' dimaksudkan. Sayangnya, kadang interpretasi tersebut cenderung prematuredan instant. Analisis instan segera menjadi bias instan. Distorsi kerap terjadi hinggamenyesatkan masyarakat. Hal-hal demikian berdampak negatif pada pemberitaanmengenai pemerintah.Benarkah pemerintah membutuhkan pers sebagai kanal informasi untuk masyarakat?Benarkah pemerintah tanpa pers benar-benar tidak berdaya untuk menyosialisasikankebijakan dan pelayanan publik? Benarkah hubungan yang terjalin antara media massaswasta dan pemerintah layak dijalankan meskipun ada kemungkinan besar terjadi pengemasan berita yang bias hingga mengarah pada runtuhnya kepercayaan masyarakat?
 
Kenyataannya, banyak jurnalis bergantung pada aparat pemerintah untuk pemberitaan.Faktanya, semua informasi yang diberitakan oleh media massa tentang pemerintahdidapat dari (bahkan divalidasi oleh) pejabat pemerintah, termasuk mengenai event-eventnasional, kecuali bila mereka mendapat informasi dari sumber berita otoritas berwenang.Secara tradisional, jurnalis tergantung serta harus bekerja sama dangan sumber resmi pemerintah. Pemerintah memberikan respons dengan menyediakan informasi yang padatdan seimbang, undangan untuk berpartisipasi pada berbagai kegiatan, bahkanmenyediakan 'tunjangan' demi menghindari publikasi negatif. Ungkapan "WTS"(Wartawan Tanpa Surat Kabar), Wartawan CNN (Wartawan Cuma Nanya-nanya) puntetap populer di kalangan jurnalis yang sering mencari berita di instansi-instansi pemerintah.Agar masyarakat menerima informasi yang jernih dan berimbang, pemerintah harus lebihmelibatkan diri dalam dunia media massa.
Peran Humas
Pemerintah saat ini telah memiliki kapasitas untuk mengungkapkan informasi secaralangsung. Kembalinya Departemen Penerangan dengan kemasan baru, kehadiran beragam situs resmi instansi pemerintah yang telah menghabiskan anggaran miliaranrupiah, kehadiran puluhan media massa internal pemerintah serta beragam jurnalmenunjukkan kemampuan pemerintah menyediakan informasi yang dibutuhkanmasyarakat. Dhus, pemerintah sebaiknya mulai mengurangi peran instansi swasta dalam pemberian informasi.Hampir seluruh instansi pemerintah memiliki kantor humas, divisi yang melakukanmanajemen media massa, pembangun citra, jembatan pemerintah dengan masyarakat,serta penghubung pemerintah dengan pers. Kantor humas telah melakukan publikasiinternal, memberdayakan kantor-kantor wilayah serta unit pelayanan teknis agar berperansebagai outlet informasi. Pejabat humas pemerintah sebenarnya memiliki kemampuan bersaing dengan editor institusi swasta, khususnya dalam uji kompetensi. Tetapi, citra pegawai negeri sipil selama ini selalu dianggap korup dan terlalu santai. Kesan negatif  pun telanjur menancap di benak masyarakat kita. Citra warisan yang telah berumur  puluhan tahun yang semestinya diubah.Sebelum bola reformasi bergulir, pemerintah memiliki imej sebagai manipulator informasi. Bahkan setelah reformasi, imej ini tidak banyak berubah. Pemerintah seolahdianggap 'musuh' yang harus dilawan. Dengan bergulirnya reformasi, pemerintahmenransformasikan diri agar menjadi pemerintahan yang bersih dan benar.Masyarakat telah memahami hak-haknya yang sekaligus juga menjadi kewajiban pemerintah. Dalam bidang pelayanan publik, masyarakat menuntut sistem pemerintahanyang bersih dan transparan. Masyarakat berhak atas akses informasi, sebaliknya
 
 pemerintah wajib menjamin akses tersebut terjaga dan terkontrol agar tidak menimbulkanekses negatif akibat eksploitasi pemberitaan yang bombastis. Karena, pada akhirnyarakyat juga yang dirugikan.Wajah aparat birokrasi kita yang memang carut-marut sudah saatnya diperhatikan melalui perbaikan gaji sekaligus perbaikan kinerja dengan terus meningkatkan citra pegawainegeri dan membangun sistem yang transparan. Tentu implementasinya tidaklah mudahkarena tradisi yang tercipta selama puluhan tahun.Seiring dengan perubahan menuju tatanan baru demokrasi, reformasi segala bidangtermasuk di dalamnya reformasi performa pegawai negeri, sistem kehumasan serta sistemhubungan dengan media massa, maka memberdayakan divisi humas untuk mengubahcitra aparat birokrasi agar lebih tanggap menyikapi fenomena masyarakat, sangat penting.Perkembangan teknologi informasi menuntut divisi humas dituntut lebih responsif terhadap keluhan masyarakat.Bahwa institusi pemerintah tidaklah seburuk yang disangka dan pegawai negeri adalah juga rakyat Indonesia. Seyogianya kantor-kantor humas memang harus diberdayakanuntuk menjaga nama baik aparat pemerintah serta menjalin kerja sama dengan pers agar tercipta pemberitaan yang berimbang, bermanfaat, dan bertanggung jawab. ***
Oleh: Fatma Puspita Sari, pegawai negeri sipil, alumnus Jurusan Ilmu KomunikasiMassa, Fakultas Sospol Universitas Sebelas Maret Solo.
Sumber:
Suara Karya OnlineRuang Publik Politis: Komunikasi Politis dalam MasyarakatMajemuk<center></center>
"Segala tindakan yang menyangkut hak orang-orang lain yang maksimnya tak sesuai dengan kepublikan adalah tak adil." 
- Immanuel KantBANGSA kita sedang memasuki tahapan sejarah yang sangat penting denganmelangsungkan pemilihan presiden secara langsung. Namun, ini baru awal. Sangatlahdini mengklaim sukses pemilu sebagai sukses demokratisasi. Pemahaman demokrasi dinegara-negara yang sedang melangsungkan transisi dari otoritarianisme menujudemokrasi seperti negara kita bersifat minimal. Demokrasi dimengerti sebagai pemilihanumum yang berlangsung fair. Demokrasi minimalis ini mengabaikan proses di antara

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bagus Septian liked this
Ayun Afroch liked this
Chandra Nakagawa liked this
Bayu Al Mubarok liked this
Iffa Nabila liked this
Rival Ajj liked this
JungZee liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->