Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
14Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tandan Sawit Volume 4/2009

Tandan Sawit Volume 4/2009

Ratings: (0)|Views: 2,326|Likes:
Published by swoutreach
Sawit Watch Bulletin, Volume 4 year 2009.
Sawit Watch Bulletin, Volume 4 year 2009.

More info:

Published by: swoutreach on Apr 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/20/2012

pdf

text

original

 
Tandan
Sawit
2
Redaksi
Penanggung Jawab
Abetnego Tarigan
Dewan Redaksi
Abetnego Tarigan, EdiSutrisno, NA Surambo,Norman Jiwan, Jefri GSaragih
Pemimpin Redaksi
Jefri G Saragih
Redaktur Pelaksana
Y. Hadiyana
Redaksi
Y. Hadiyana, Eep Saepul-lah, Elsa Susanti, FatildaH, Inda F,atinaware TinaS, Wiwin, Carlo Naing-golan
Sekretariat Redaksi
Vinna S Mulyanti
Distribusi dan PelayananKomplain
Eep Saipullah
Keuangan
Tina Sumartina, Supapan,Sukardi
Penerbit
Perkumpulan Sawit WatchAlamat RedaksiJl. Sempur Kaler No. 28,Bogor - 16129Telp.: 0251-8352-171Fax. : 0251-8352-047redaksi@sawitwatch.or.idwww.sawitwatch.or.idSumber foto :sawit watch & anggota
SebuahPerbandingan
3
DARI PEMBACA
4
Isak Pilu ParaBuruh...
11
PenataanRuang...
15
Kisruh JalanSawit di Batui
21
PerampasanLahan...
shinta -
mau bertanya...boleh ?....
1. terkait dengan programkemitraan, bagaimanapengfungsian Koperasi se-bagaipenghubung antara petanidan perusahaan ?2. standar hidup bagaimanayangingin dicapai oleh petanidan harapannya denganadanya program kemitraan?3.bagaimana peran tengku-lak pada kesejahteraanmasyarakat petani ?Terimakasih untuk tanggapan-nya...Hermansyah
Kami tidak tahu harusMengadu kemana ?....
Saya berada di KalimanatanTengah, tepatnya di Kabu-paten Lamandau berbatasandengan Kalimantan Barat. Didaerah kami sekarang masuksebuah Perusahaan Perke-bunan yang sangat Meresah-kan. Petama Perusahaan inimasuk Tidak pernah Sosial-isasi secara terbuka denganMasyarakat. Ke-2. Ijin Prinsipdan HGU yang mereka dapatterkesan di Urus diatas mejasaja. ke-3. Ijin PenebanganTegakan Kayu belum Pernah diUrus. Ke-4. Alih Fungsi HutanBelum Ada. Ke-5. Amdal su-dah ada terkesan jadi di atasMeja Pejabat. Lalu sekarangTimbul persoalan. PEMDA nyaseperti Cuex bebek gitu...,Aspirasi Masyarakatnya tidakpernah di dengar.Nah sekarang di Desa terjadi
Konik..., antara Masyarakat
sendiri..., Pro-Untuk yangada ruang gerak ke Perusa-haan. Kontra- Yang merasabahwa Perusahaan tidakTransparan dan Cooperatif dalam menjalankan Opera-sionalnya. Sekarang apa lang-kah yang harus kami Lakukan.SOS pokoknya mau mengaduke Pihak mana Kami?
 
Edisi IV/September‘09-SW
3
B
ercerita soal dunia persawitanterdapat berbagai hal yang akantemui. Kita akan menemui dian-taranya luas perkebunan sawityang terbagi luas kebun negara, luas ke-bun swasta, dan kebun rakyat; produk-tivitas kebun sawit tersebut; dan berb-agai hasil-hasil olahan dari sawit. Selainitu, kita juga akan menemukan berba-gai cerita tentang pembangunan perke-bunan kelapa sawit di wilayah ini dan diwilayah itu, pembangunan pabrik, danberagam penelitian serta seminar ten-tang sawit. Apa yang terjadi? Beragamdata berkenaan dengan ekonomi sawitkhususnya berbagai keuntungan dandampak-dampak perkebunan sawit den-gan mudah kita akan temui.Tapi, bila anda telisik lebih jauh, se-muanya data-data tentang perkebu-nan kelapa sawit akan berporos kepadaekonomi perusahaan sawit dan sedikityang mengupas berkenaan kondisi-kon-disi petani, masyarakat adat, dan bu-ruh. Laju ekspansi perkebunan kelapasawit dengan mudah kita akan menda-patkan sekitar 600.000 Ha per tahun.Data-data dan informasi berkenaandengan lahan-lahan yang akan diban-gun untuk perkebunan kelapa sawitdengan mudah kita dapatkan di mediacetak ataupun elektronik. Tapi cobaanda cari bagaimana posisi buruh ke-bun sawit? Bagaimana laju kesejahter-aan buruh, anda akan kesulitan untukmendapatkannya. Untuk buruh, datayang anda peroleh hanya jumlah buruh,itupun dengan kira-kira ataupun asumsidimana 0,2 Ha sepadan untuk seorangburuh. Data-data yang ada tidak bisamenunjukkan berapa sebenarnya jum-lah buruh di kebun sawit. Buruh yangmendominasi di kebun sawit adalahburuh harian lepas, buruh tanpa kon-trak, buruh yang digaji bukan dalambentuk bulanan, dan lain sebagainya.Bagaimana dengan data kualitas hidupburuh? Saya bisa pastikan anda hanyasedikit memperoleh informasi ini.Ada apa dengan hal ini? Kenapa hal initerjadi? Saya melihat model systempembangunan perkebunan kelapa sawityang dikembangkan bukanlah menganutmodel pembangunan kerakyatan. Pem-bangunan kerakyatan adalah pendeka-tan pembangunan yang memandanginisiatif kreatif dari rakyat sebagaisumber daya pembangunan yang utamadan memandang kesejahteraan mate-rial dan sprititual mereka sebagai tu-juan yang ingin dicapai dalam prosespembangunan (Korter & Carner, 1988).Lebih jauh, Guy Gran (1988) mengung-kapkan bahwa paradigma ini memberiperan kepada individu bukan sebagiobyek, melainkan sebagai subyek (ak-tor) yang menetapkan tujuan, mengen-dalikan sumber daya, dan megarahkanproses yang mempengaruhi kehidupan-nya. Pembangunan yang berpusat padarakyat menghargai dan mempertim-bangkan prakarsa dan perbedaan lokal.Karena itu, ia mendukung sistem-sistemswaorganisasi yang dikembangkan disekitar satuan-satuan organisasi ber-skala-manusia dan komunitas-komuni-tas swadaya.Pembangunan perkebunan kelapa sawitbukanlah pembangunan kerakyatan ter-lihat jelas dimana fenomena pemban-gunan lebih mengedepankankepada industri dan bukan perta-
nian, padahal mayoritas pendudukdunia memperoleh mata pencarianmereka dari pertanian; daerah perkotaan dan bukan daerah
pedesaan, padahal mayoritas pen-duduk tinggal di daerah pedesaan; pemilikan aset produktif yang ter-
pusat dan bukan aset produktif yangluas, dengan akibat investasi-in-vestasi pembangunan lebih mengun-tungkan kelompok yang sedikit danbukannya yang banyak; penggunaan modal yang optimal dan
bukan penggunaan sumber daya ma-nusia yang optimal, dengan akibatsumber daya modal dimanfaatkansedangkan sumber daya manusisatidak dimanfaatkan secara optimal; pemanfaatan sumber daya alam dan
lingkungan untuk mencapai pening-
katan kekayaan sik jangka pendek
tanpa pengelolaan untuk menopangdan memperbesar hasil-hasil sumberdaya ini , dengan menimbulkan ke-hancuran lingkungan dan pengurasanbasis dumber daya alami secara ce-pat;
 esiensi satuan-satuan produksi ska
-
la besar yang saling tergantung dandidasarkan pada perbedaan keun-tungan internasional, dengan men-inggalkan keanekaragaman dan dayaadaptasi dari satuan-satuan skalakecil yang diorganisasi guna menca-pai swadaya lokal, sehingga meng-hasilkan perekonomian yang tidak
esien dalam hal energi, kurang
daya adaptasi dan mudah mengalamigangguan yang serius karena kerusa-kan atau manipulasi politik dalamsuatu bagian sistem itu.Secara kelakar fenomena-fenomenatentang persawitan dapat diungkap-kan judulnya saja sudah pembangu-nan perkebunan kelapa sawit bukanpembangunan buruh, petani, danmasyarakat adat/lokal di perkebunankelapa sawit. Jadi wajar lebih urus ke-pada kebun kelapa sawitnya diband-ingkan manusianya, buruh dibuat kalahdemi usaha sawit. (
NA Surambo
)
Ekspansi Sawit & Kondisi Buruh: 
Sebuah Perbandingan
EDITORIAL

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tiurma Yosefa liked this
nnelar liked this
urip perwitasari liked this
urip perwitasari liked this
ngashar liked this
pa menci liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->