Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
26Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tandan Sawit Volume 1/2010

Tandan Sawit Volume 1/2010

Ratings: (0)|Views: 1,175 |Likes:
Published by swoutreach
Bulletin Tandan Sawit was publish by Sawit Watch, this edition is 1st edition in 2010
Bulletin Tandan Sawit was publish by Sawit Watch, this edition is 1st edition in 2010

More info:

Published by: swoutreach on Apr 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

 
Tandan
Sawit | Edisi I/ Maret 2010Halaman | 2
Redaksi
Penanggung Jawab
 Abetnego Tarigan
Dewan Redaksi
 Abetnego Tarigan, EdiSutrisno, NA Suram-bo, Jefri G. Saragih,Norman Jiwan.
Pemimpin Redaksi
Jefri G. Saragih
Redaksi Pelaksana
 Yan Yan Hadiyana
 Anggota Redaksi
Elsa Susanti, Bondan Andriyanu, Inda Fati-naware, Fatilda Hasi-buan, Eep Saepullah,Carlo Nainggolan
Sekretariat Redaksi
 Vinna Saprina M
Distribusi danPelayanan Komplain
Eep Saepullah
Keuangan
Tina Sumartina,Supapan dan Sukardi
Penerbit
PerkumpulanSawit Watch
 Alamat Redaksi
Jl. Sempur Kaler No.28,BogorTelp. 0251-8352 171Fax. 0251-8352 047redaksi@sawitwatch.or.id
Silahkan mengunjungi website kami untuk mendapatkan soft copy dari TandanSawit dan informasi lainnya di :
www.sawitwatch.or.id
DARI PEMBACA 
Setuju dengan tujuanterbentuknya RSPO
Saya sangat setuju denganstatement diatas, tapi alangkahlebih baiknya kalo semuapendapat yang masuk betul-betul dijadikan masukan bukanhanya sekedar coment terisidoank, karena pada dasarnyacomment dibuat punya dasaryang kuat, akan lebih baik juga jika ditambahkan data yanglengkap berdasarkan hasil risetsehingga bukti konkrit ada sep-erti P&C yang ada di RSPO se-muanya harus punya dokumen-tasi, baik data, foto ntah apalahitu.Terima kasih Antoperis
Persoalan Tanah AntaraPT & Masyarakat
Kebanyakan P.T hanya bisamenggarap tanah masyarakatyang telah lama dikelola,masyarakat hanya bisa men-gurus surat dari kepaladesa,kemudian mengelola ta-nah tersebut dengan modal danharapan supaya kehidupannyalebih baik.(Dan kebanyakan daripeninggalan orangtua,"tanahwaris"). Kemudian PT datangmenggarap dengan modal uangyang banyak,menyogok kepaladesa yang baru bertugas agardikeluarkan izin yg menyatakantanah tersebut masih hutan(padahal telah lama dikelolarakyat),kemudian menyogok camat dan instansi yang terkaituntuk mengeluarkan izin HGU..Bagaimana tanggapanmu wa-hai pemerintah menyikapi halyg seperti ini.Rakyat berhak mendapatkan kehidupan yanglayak(itu isi UUD 1945).SeringPT memperkosa hak rakyat...Salam, Agusmen Suprandy Sitorus
(Komentar dari website SawitWatch, 30 Januari 2010)
3
Editorial
4
PusatInformasiKampung
7
Sawit beban gandauntuk perempuan...
10
Realitas K3...
13
Konik Agraria di
Perkebunan...
20
PembangunanKebun Sawitberbasis Gas RumahKaca...
 
Halaman | 3
Tandan
Sawit | Edisi I/ Maret 2010
EDITORIAL
S
etelah menempuh 3-4 jam perjalanan dari Kota Jambiakhirnya kami bertiga (uyan, Jefri dan darto) tiba di DesaPurwodadi, sebuah desa yang awalnya dibangun pada ta-hun1985 sebagai pusat pemukiman transmigrasi dari pulauJawa. Suasana desa tersebut sudah demikian berkembang, adapuskesmas, Bank Unit Desa dan beberapa warung yang sudah tu-tup karena ketika kami tiba waktu sudah me-nunjukkan pukul :23.45 WIB. Tidak berapa lama kemudian kami pun tiba di tempaiyg menjadi tujuan kami malam itu yaitu menginap di rumah Pak Maryono, salah seorang transmigran yang telah menjadi PNS dinasPertanian Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai Penyuluh Per-tanian. Kami pun lsg istirahat setelah berbincang2 sebentar denganPak Maryono.Esok Paginya setelah kami mandi dan sarapan datanglah semuaorang yang kami undang untuk dapat menghadiri acara yang men- jadi tujuan utama kami datang ke Desa ini, yaitu Pertemuan untuk Pelatihan dan pengenalan Pusat Informasi Kampung (PIK) dan SMSGateway, sebuah program kerja kami yang bertujuan memberikandan membuka informasi yang seluas-luasnya bagi masyarakatkampung mungkin lebih mirip membangun sebuah perpustakaankampung/ desa.Disisi yang lain, Di daerah Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Tenggara,Dari balik rerimbunan pohon sawit, seorang perempuan berpaka-ian kerja lengkap dengan sepatu boot dan sarung tangan tanpamasker, sedang berjalan mendekati pohon sawit. Di punggung mer-eka terlihat karung goni menggelantung. Soti (46 tahun), buruhpemupukan PT.Sultra Prima Lestari (SPL) di Kabupaten KonaweUtara, Sulawesi Tenggara, mengaku menjadi buruh bukanlah pili-han hidup. “ Mau kerja apa lagi, sawah sudah tak punya., katanyasambil menerawang.Dari tujuh ratus orang lebih buruh di Sultra Prima Lestari,diperkirakan setengah nya adalah perempuan. Tidak ada perbe-daan jenis pekerjaan antara buruh laki-dan buruh perempuan.Semua pekerjaan yang ada di perkebunan sawit seperti landclearing (pembukaan lahan untuk penanaman), pemupukan,penyemprotan, perawatan yang terdiri dari gawangan, pringandan sebagainya tak luput di kerjakan oleh buruh perempuan.Semua jenis pekerjaan tersebut, sarat dengan resiko kecela-kaan kerja, apalagi di barengi dengan tidak dilengkapi perala-tan kerja yang standar.Penyebab umum kecelakaan antara lain tempat kerja (ancak)yang tidak rata (berbukit), pohon sawit/karet yang bengkok,pohon karet/sawit yang relatif tinggi, bersemak lebat, ancak berlobang dapat dikategorikan lingkungan kerja yang tidak aman dalam arti resiko tinggi terhadap kecelakaan.Penyebab terperinci, berdasarkan analisis kronologis diakibat-kan oleh kelalaian buruh, kekurang terampilan, alat kerja sertapelindung kerja yang tidak cukup dan mandor pengawas tidak punya standart operasi pengawasan, serta tidak ada penga-wasan sewaktu buruh bekerja dapat dikategorikan perilaku yangtidak aman.Penyebab pokok adalah perusahaan mengabaikan tanggung jawabK-3;tidak mensosialisasikan keselamatan kerja kepada buruh me-nyebabkan rendahnya kesadaran buruh atas keselamatan kerja,tidak pernah melatih pekerja terampil manjaga keselamatan kerja,upah yang rendah, pekerja memacu kerja demi premi sehinggamengabaikan aspek keselamatan kerja, serta target kerja (bebankerja) tinggi tidak diimbangi oleh pola makan (gizi) yang cukup dansayangnya sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3) untuk buruh perkebunan terbatas hanya untuk buruh tetap saja tidak untuk buruh harian lepas, padahal di sumatera utara saja, jumlahburuh harian lepas bisa mencapai 80% dari total +100 ribu buruhyang bekerja di perkebunan sawit.Jadi melihat realitas yang terjadi, mungkin apabila informasi yangada misalkan tentang UU tenaga Kerja, Program K-3 dll, itu dapatterdistribusi sampai ke tangan buruh hal-hal yang terjadi diatasbisa diminimalisir bahkan juga tidak akan terjadi, namun karenaarogansi perusahaan dan kemalasan pemerintah untuk mendistri-busikan informasi itu membuat buruh dan petani ada diposisi yangsulit dan selalu tertindas.Melihat realitas seperti itu, maka tidak ada salahnya Sawit Watchmemandang penting dibangungnya Pusat Informasi Kampung se-bagai wadah penyebaran informasi yang mungkin bisa digunakanoleh kaum buruh dan petani untuk membekali diri dan mening-katkan posisi tawar dengan perusahaan perkebunan. Dan dapatmemicu gairah perusahaan perkebunan dan pemerintah untuk dapat memperbaiki dan meningkatkan pelayanan terhadap buruhdan petani.
Pusat Informasi Kampung sebagai jembatan bagi kaum buruh melawanarogansi perusahaan

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Slamet Riyanto liked this
habihusin liked this
Zum Khoir liked this
gg-macnet liked this
Iken Medan liked this
urip perwitasari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->