masih juga digunakan dalam lapangan atau ranah pemakaian yang berbeda. Bahasa Melayudigunakan sebagai bahasa resmi kedua oleh pemerintah jajahan Hindia Belanda, sedangkanbahasa Indonesia digunakan di luar situasi pemerintahan tersebut oleh pemerintah yangmendambakan persatuan Indonesia dan yang menginginkan kemerdekaan Indonesia.Demikianlah, pada saat itu terjadi dualisme pemakaian bahasa yang sama tubuhnya, tetapiberbeda jiwanya: jiwa kolonial dan jiwa nasional.Secara terperinci perbedaan lapangan atau ranah pemakaian antara kedua bahasa ituterlihat pada perbandingan berikut ini.
Bahasa Melayu:Bahasa Indonesia:
a.
Bahasa resmi kedua di sampingbahasa Belanda, terutama untuktingkat yang dianggap rendah.b.
Bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah yang didirikan ataumenurut sistem pemerintah HindiaBelanda.c.
Penerbitan-penerbitan yang dikelolaoleh jawatan pemerintah HindiaBelanda.a.
Bahasa yang digunakan dalamgerakan kebangsaan untuk mencapaikemerdekaan Indonesia.b.
Bahasa yang digunakan dalampenerbitan-penerbitan yang bertuju-an untuk mewujudkan cita-citaperjuangan kemerdekaan Indonesiabaik berupa:1)
bahasa pers,2)
bahasa dalam hasil sastra.Kondisi di atas berlangsung sampai tahun 1945.Bersamaan dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17Agustus 1945, diangkat pulalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Hal itudinyatakan dalam Uud 1945, Bab XV, Pasal 36. Pemilihan bahasa sebagai bahasa negarabukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan. Terlalu banyak hal yang harusdipertimbangkan. Salah timbang akan mengakibatkan tidak stabilnya suatu negara. Sebagaicontoh konkret, negara tetangga kita Malaysia, Singapura, Filipina, dan India, masih tetapmenggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di negaranya, walaupun sudahberusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadikan bahasanya sendiri sebagai bahasa resmi.