Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
45Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Diktat Ulumul Hadis

Diktat Ulumul Hadis

Ratings: (0)|Views: 1,481 |Likes:
Published by dadan ym
ditulis Salamah Noorhidayati, S.Ag
ditulis Salamah Noorhidayati, S.Ag

More info:

Published by: dadan ym on Apr 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

pdf

text

original

 
BAB IPERIWAYATAN HADIS
A.
PENGERTIAN DAN SEJARAHHadis Nabi yang terhimpun dalam kitab-kitab hadis, terlebih dahulumelalui proses kegiatan yang dinamai dengan
riwayah al-hadis
atau
ar-riwayah
.Ar-riwayah adalah bentuk masdar dari kata rawa yang berarti penukilan, penyebutan, pemintalan dan pemberian minum sampai puas. Sedangkan dalam bahasa Indonesia berarti cerita, kisah dan berita. Jika dihubungkan dengan hadis, berarti berita atau kabar yang umum, yang dimaksudkan untuk menerangkanhukum syara'. Dalam bahasa Arab biasa diistilahkan dengan :Sedangkan menurut istilah ilmu hadis berarti memindahkan hadis danmenyandarkan kepada seseorang dengan metode tertentu. Atau kegiatan penerimaan dan penyampaian hadis serta penyandarannya kepada rangkaian para periwayat dengan bentuk-bentuk tertentu. Dari pengertian ini dapat dijelaskan bahwa dalam periwayatan hadis harus memenuhi tiga unsur, yaitu: 1) kegiatanmenerima hadis dari periwayat hadis (
at-tahammul 
); 2) kegiatan menyampaikanhadis itu kepada orang lain (
al-ada' 
); 3) penyebutan susunan rangkaian periwayatannya ketika menyampaikan hadis (
al-isnad 
).Mengingat makna periwayatan seperti yang diterangkan diatas, yaitumemindahkan apa yang didengar, yang mencakup penerimaan dan penyampaian berita, maka kegiatan ini sudah ada bersamaan dengan munculnya manusia di bumi, dan tidak hanya terjadi pada suatu umat atau suatu generasi. Karenamemang kegiatan ini merupakan tabiat manusia di dalam proses saling menerimadan menyampaikan suatu kabar berita.Sejarah telah mencatat bahwa tradisi periwayatan telah ada danmenyebar di berbagai bangsa. Bangsa Romawi sangat memperhatikan sejarah1
 
Tuhan-tuhan mereka. Demikian juga bangsa Yunani dan Arab Jahiliyah. Merekatidak mengetahui sejarah kecuali melalui penuturan secara turun-temurun(periwayatan) diantara mereka. Dengan cara ini mereka tidak perlu menelusuricatatan-catatan atau dokumen-dokumen yang tersimpan dalam suatu lembagatertentu, karena memang tradis menulis menulis belum membudaya di kalanganmereka.Ketika Islam datang, tradis periwayatan ini terus berjalan dan semakinmendapat perhatian khusus dari umat Islam. Mereka mendasarkannya pada perintah Nabi saw:"Sampaikanlah (berita) dariku dan tidak ada dosa. Barang siapamelakukan kebohongan dengan mengatasnamakanku—Hammam berkata, 'Aku mengira Nabi bersabda,' dengan sengaja, maka hendaklahia menyiapkan tempatnya di neraka."B. FAEDAH DAN KEISTIMEWAAN PERIWAYATANPeriwayatan
(ar-riwayah)
adalah salah satu jalan menuju kabar, berita.Dan setiap kabar berfungsi untuk memberitakan. Maka dalam hal ini,
ar-riwayah
,di samping akal dan pancaindera yang sempurna, bisa juga berfungsi untuk memberitahukan. Tiga hal inilah yang dapat menyampaikan pengetahuan kepadaseseorang.(at-Taziy,tt.30)Tetapi periwayatan dalam Islam atau periwayatan hadis mempunyaikeistimewaan dan ciri-ciri khusus yang akan membedakannya dari periwayatan- periwayatan yang ada sebelumnya. Keistimewaan ini dilihat dari dua hal, yaitu:(1) perhatian umat Islam terhadap aspek periwayatan; (2) adanya unsur  persambungan sanad sampai kepada Nabi Saw.2
 
1. Perhatian umat Islam terhadap aspek periwayatanPeriwayatan sebelum Islam di kalangan orang Arab dan lainnya sebatas pada penyampaian kabar atau berita tanpa memperhatikan orang yangmenyampaikan dan kebenaran berita itu. Namun ketika Islam datang dengandiutusnya Nabi Muhammad Saw, yang membawa ajaran yang benar, sangatmenekankan pentingnya penelitian berita yang diterima. Hal ini sesuaidengan perintah Allah dalam surat al-Hujurat (49) ayat 6 yang berbunyi:"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahuikeadaan yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu."Mengingat bahwa ajaran Nabi yang terangkum dalam sunah (hadis)-nyamerupakan salah satu sumber hukum Islam, maka sangat wajar jika umatIslam sangat besar perhatiannya terhadap periwayatan ini. Mereka berusahamenelusuri orang-orang yang menyampaikan atau meriwayatkan kabar yangkonon dari Nabi, serta membahas kebenaran kabar itu. Untuk itu, merekamembuat kaidah khusus yang mengatur secara cermat dan teliti terhadap periwayatan dan segala aspeknya yang belum pernah ada kaidah serupasebelumnya, baik di kalangan orang Arab maupun umat-umat seluruh dunia.Kaidah itu yang oleh para ulama berikutnya, disebut dengan
ilmu mustalahal-hadis
dan
Tarikh rijal al-hadis
atau biasa disebut dengan
ilmu al-hadisdirayah
. Dengan ilmu tersebut umat Islam akan dapat mengetahui keadaan para periwayat dan sekaligus periwayatannya serta mampu membedakanhadis yang benar dan salah.2. Aspek persambungan sanad hadis3

Activity (45)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wazir Arwani Malik HS added this note
Al Hamdulillah
Picha Mahiya liked this
Mamak Ulil liked this
Mutiara Prima liked this
Agusri Fauzan liked this
Hilda Al-mehdi liked this
Ram Syist liked this
Marzuk Kh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->