yang ditimbulkan oleh penyakit ini namun pendapat yang dominan saat ini kejang pada kejangdemam tidak menyebabkan akibat buruk atau kerusakan pada otak namun kita tetap berupayauntuk menghentikan kejang secepat mungkinAnak yang menderita kejang demam mungkin berkembang menjadi penderita epilepsi. Penelitianyang dilakukan oleh The
American National Collaborative Perinatal Project
mengidentifikasi 3faktor resiko, yaitu :1. Adanya riwayat epilepsi pada orang tua atau saudara kandung2. Terdapat kelainan neurologis sebelum KD pertama3. Kejang demam bersifat kompleks (berlangsung lama atau fokal, atau multipel selama 1hariMereka yang memiliki salah satu faktor resiko diatas kemungkinan menjadi epilepsi adalah 2%.Bila terdapat 2 atau lebih kemungkinan menjadi epilepsi adalah 10% . Bila tanpa faktor resikodiatas kemungkinannya adalah 1,6%.
5. ISPA
ISPA adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkanoleh masuknya kuman mikroorganisme (bakteri dan virus) kedalam organ saluran pernafasanyang berlangsung selama 14 hari. Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringanparu.Bila anak mengalami ISPA (Infeksi saluran Pernapasan Akut) bagian atas, semisal flu harusditangani dengan baik. Kalau tidak sembuh juga, misalnya dalam seminggu dan daya tahan anaksedang jelek, maka ISPA atas ini akan merembet ke ISPA bagian bawah, sehingga anakmengalami bronkitis, radang paru-paru, ataupun asmatik bronkitis. Gejalanya, anak gelisah,rewel, tak mau makan-minum, napas akan cepat, dan makin lama melemah. Biasanya jugadisertai tubuh panas, sampai sekeliling bibir biru/sianosis, berarti pernapasannya terganggu.klasifikasi dan Diagnosis dalam Penangulangan P2ISPA1. Kalsifikasi Pnemonia dan bukan pnemonia Dalam penentuan klasifikasi penyakitdibedakan atas 2 kelompok, yaitu :
•
Kelompok umur 2 bulan - < 5 tahun, klasifikasi dibagi atas : pnemonia berat,pnemonia dan bukan pnemonia.
•
Kelompok umur <2 bulan , klasifikasi dibagi atas : pnemonia berat dan bukanpnemonia.2. Diagnosis Diagnosis pnemonia pada balita didasarkan pada adanya batuk dan ataukesukaran bernafas disertai peningkatan frekwensi nafas(nafas cepat) sesuai umur.Penentuan nafas cepat dilakukan dengan cara menghitung frekwensi pernafasan denganmenggunkan sound timer. Batas nafas cepat adalah :
•
pada anak usia 2 bulan - < 1 tahun frekwensi pernafasan sebanyak 50 kali permenit atau lebih
•
pada anak usia 1 tahun - < 5 tahun frekwensi pernafasan sebanyak 40 kali permenit atau lebih
•
pada anak usia kurang 2 bulan frekwensi pernafasan sebanyak 60 kali permenitatau lebih.Diagnosis pnemonia berat didasarkan pada adanya batuk dan atau kesukaran bernafasdisertai nafas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam pada anakusia 2 bulan - < 5 tahun. Untuk kelompok umur kurang 2 bulan diagnosis pnemonia beratditandai dengan adanya nafas cepat, yaitu frekwensi pernafasan sebanyak 60 kali per