Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
236Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
saraf kranial

saraf kranial

Ratings: (0)|Views: 12,105 |Likes:
By Trinoval Yanto Nugroho
By Trinoval Yanto Nugroho

More info:

Published by: Trinoval Yanto Nugroho, S.Kep on Apr 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

 
PEMERIKSAAN SARAF KRANIAL
By Trinoval Yanto NugrohoPemeriksaan saraf merupakan salah satu dari rangkaian pemeriksaanneurologis yang terdiri dari; 1). Status mental, 2). Tingkat kesadaran,3).Fungsi saraf kranial, 4). Fungsi motorik, 5). Refleks, 6). Koordinasi dan gayaberjalan dan 7). Fungsi sensorikAgar pemeriksaan saraf kranial dapat memberikan informasi yangdiperlukan, diusahakan kerjasama yang baik antara pemeriksa dan penderitaselama pemeriksaan. Penderita seringkali diminta kesediaannya untukmelakukan suatu tindakan yang mungkin oleh penderita dianggap tidakmasuk akal atau menggelikan. Sebelum mulai diperiksa, kegelisahanpenderita harus dihilangkan dan penderita harus diberi penjelasan mengenaipentingnya pemeriksaan untuk dapat menegakkan diagnosis.Memberikan penjelasan mengenai lamanya pemeriksaan, cara yangdilakukan dan nyeri yang mungkin timbul dapat membantu memupukkepercayaan penderita pada pemeriksa. Penderita diminta untuk menjawabsemua pertanyaan sejelas mungkin dan mengikuti semua petunjuk sebaikmungkin.Suatu anamnesis lengkap dan teliti ditambah dengan pemeriksaan fisikakan dapat mendiagnosis sekitar 80% kasus. Walaupun terdapat beragamprosedur diagnostik modern tetapi tidak ada yang dapat menggantikananamnesis dan pemeriksaan fisik.Saraf-saraf kranial langsung berasal dari otak dan meninggalkantengkorak melalui lubang-lubang pada tulang yang dinamakan foramina,terdapat 12 pasang saraf kranial yang dinyatakan dengan nama atau denganangka romawi. Saraf-saraf tersebut adalah olfaktorius (I), optikus (II),Okulomotorius (III), troklearis (IV), trigeminus (V), abdusens (VI), fasialis (VII),vestibula koklearis (VIII), glossofaringeus (IX), vagus (X), asesorius (XI),hipoglosus (XII). Saraf kranial I, II, VII merupakan saraf sensorik murni, saraf kranial III, IV, XI dan XII merupakan saraf motorik, tetapi juga mengandungserabut proprioseptif dari otot-otot yang dipersarafinya. Saraf kranial V, VII, Xmerupakan saraf campuran, saraf kranial III, VII dan X juga mengandungbeberapa serabut saraf dari cabang parasimpatis sistem saraf otonom.
A.DEFINISI
Saraf-saraf kranial dalam bahasa latin adalah Nervi Craniales yang berartikedua belas pasangan saraf yang berhubungan dengan otak mencakupnervi olfaktorii (I), optikus (II), okulomotorius (III), troklearis (IV), trigeminus(V), abdusens (VI), fasialis (VII), vestibulokoklearis (VIII), glosofaringeus(IX), vagus (X), asesorius (XI), hipoglosus (XII).Gangguan saraf kranialis adalah gangguan yang terjadi pada serabut saraf yang berawal dari otak atau batang otak, dan mengakibatkan timbulnyakeluhan ataupun gejala pada berbagai organ atau bagian tubuh yangdipersarafinya.
B.ANATOMI DAN FISIOLOGI1.SARAF OLFAKTORIUS (N.I)
Sistem olfaktorius dimulai dengan sisi yang menerima rangsanganolfaktorius. Sistem ini terdiri dari bagian berikut: mukosa olfaktoriuspada bagian atas kavum nasal, fila olfaktoria, bulbus subkalosal padasisi medial lobus orbitalis.Saraf ini merupakan saraf sensorik murni yang serabut-serabutnyaberasal dari membran mukosa hidung dan menembus area kribriformisdari tulang etmoidal untuk bersinaps di bulbus olfaktorius, dari sini,traktus olfaktorius berjalan dibawah lobus frontal dan berakhir di lobustemporal bagian medial sisi yang sama.
 
Sistem olfaktorius merupakan satu-satunya sistem sensorik yangimpulsnya mencapai korteks tanpa dirilei di talamus. Bau-bauan yangdapat memprovokasi timbulnya nafsu makan dan induksi salivasi sertabau busuk yang dapat menimbulkan rasa mual dan muntahmenunjukkan bahwa sistem ini ada kaitannya dengan emosi. Serabututama yang menghubungkan sistem penciuman dengan area otonomadalah medial forebrain bundle dan stria medularis talamus. Emosi yangmenyertai rangsangan olfaktorius mungkin berkaitan ke serat yangberhubungan dengan talamus, hipotalamus dan sistem limbik.
2.SARAF OPTIKUS (N. II)
Saraf Optikus merupakan saraf sensorik murni yang dimulai di retina.Serabut-serabut saraf ini, ini melewati foramen optikum di dekat arterioptalmika dan bergabung dengan saraf dari sisi lainnya pada dasar otakuntuk membentuk kiasma optikum. Orientasi spasial serabut-serabutdari berbagai bagian fundus masih utuh sehingga serabut-serabut daribagian bawah retina ditemukan pada bagian inferior kiasma optikumdan sebaliknya.Serabut-serabut dari lapangan visual temporal (separuh bagian nasalretina) menyilang kiasma, sedangkan yang berasal dari lapangan visualnasal tidak menyilang. Serabut-serabut untuk indeks cahaya yangberasal dari kiasma optikum berakhir di kolikulus superior, dimanaterjadi hubungan dengan kedua nuklei saraf okulomotorius. Sisa serabutyang meninggalkan kiasma berhubungan dengan penglihatan danberjalan di dalam traktus optikus menuju korpus genikulatum lateralis.Dari sini serabut-serabut yang berasal dari radiasio optika melewatibagian posterior kapsula interna dan berakhir di korteks visual lobusoksipital.Dalam perjalanannya serabut-serabut tersebut memisahkan dirisehingga serabut-serabut untuk kuadran bawah melalui lobus parietalsedangkan untuk kuadaran atas melalui lobus temporal. Akibat daridekusasio serabut-serabut tersebut pada kiasma optikum serabut-serabut yang berasal dari lapangan penglihatan kiri berakhir di lobusoksipital kanan dan sebaliknya.
3.SARAF OKULOMOTORIUS (N. III)
Nukleus saraf okulomotorius terletak sebagian di depan substansiagrisea periakuaduktal (Nukleus motorik) dan sebagian lagi di dalamsubstansia grisea (Nukleus otonom).Nukleus motorik bertanggung jawab untuk persarafan otot-ototrektus medialis, superior, dan inferior, otot oblikus inferior dan ototlevator palpebra superior. Nukleus otonom atau nukleus Edinger-westhpal yang bermielin sangat sedikit mempersarafi otot-otot matainferior yaitu spingter pupil dan otot siliaris.
4.SARAF TROKLEARIS (N. IV)
Nukleus saraf troklearis terletak setinggi kolikuli inferior di depansubstansia grisea periakuaduktal dan berada di bawah Nukleusokulomotorius. Saraf ini merupakan satu-satunya saraf kranialis yangkeluar dari sisi dorsal batang otak. Saraf troklearis mempersarafi ototoblikus superior untuk menggerakkan mata bawah, kedalam danabduksi dalam derajat kecil.
5.SARAF TRIGEMINUS (N. V)
Saraf trigeminus bersifat campuran terdiri dari serabut-serabutmotorik dan serabut-serabut sensorik. Serabut motorik mempersarafiotot masseter dan otot temporalis. Serabut-serabut sensorik saratrigeminus dibagi menjadi tiga cabang utama yatu saraf oftalmikus,maksilaris, dan mandibularis. Daerah sensoriknya mencakup daerahkulit, dahi, wajah, mukosa mulut, hidung, sinus. Gigi maksilar danmandibula, dura dalam fosa kranii anterior dan tengah bagian anteriortelinga luar dan kanalis auditorius serta bagian membran timpani.
 
6.SARAF ABDUSENS (N. VI)
Nukleus saraf abdusens terletak pada masing-masing sisi ponsbagian bawah dekat medula oblongata dan terletak dibawah ventrikel keempat saraf abdusens mempersarafi otot rektus lateralis.
7.SARAF FASIALIS (N. VII)
Saraf fasialis mempunyai fungsi motorik dan fungsi sensorik fungsimotorik berasal dari Nukleus motorik yang terletak pada bagianventrolateral dari tegmentum pontin bawah dekat medula oblongata.Fungsi sensorik berasal dari Nukleus sensorik yang muncul bersamanukleus motorik dan saraf vestibulokoklearis yang berjalan ke lateral kedalam kanalis akustikus interna.Serabut motorik saraf fasialis mempersarafi otot-otot ekspresi wajahterdiri dari otot orbikularis okuli, otot buksinator, otot oksipital, ototfrontal, otot stapedius, otot stilohioideus, otot digastriktus posteriorserta otot platisma. Serabut sensorik menghantar persepsi pengecapanbagian anterior lidah.
8.SARAF VESTIBULOKOKLEARIS (N. VIII)
Saraf vestibulokoklearis terdiri dari dua komponen yaitu serabut-serabut aferen yang mengurusi pendengaran dan vestibuler yangmengandung serabut-serabut aferen yang mengurusi keseimbangan.Serabut-serabut untuk pendengaran berasal dari organ corti danberjalan menuju inti koklea di pons, dari sini terdapat transmisi bilateralke korpus genikulatum medial dan kemudian menuju girus superiorlobus temporalis. Serabut-serabut untuk keseimbangan mulai dariutrikulus dan kanalis semisirkularis dan bergabung dengan serabut-serabut auditorik di dalam kanalis fasialis. Serabut-serabut ini kemudianmemasuki pons, serabut vestibutor berjalan menyebar melewati batangdan serebelum.
9.SARAF GLOSOFARINGEUS (N. IX)
Saraf Glosofaringeus menerima gabungan dari saraf vagus danasesorius pada waktu meninggalkan kranium melalui foramen tersebut,saraf glosofaringeus mempunyai dua ganglion, yaitu ganglionintrakranialis superior dan ekstrakranialis inferior. Setelah melewatiforamen, saraf berlanjut antara arteri karotis interna dan vena jugularisinterna ke otot stilofaringeus. Di antara otot ini dan otot stiloglosal, saraf berlanjut ke basis lidah dan mempersarafi mukosa faring, tonsil dansepertiga posterior lidah.
10.SARAF VAGUS (N. X)
Saraf vagus juga mempunyai dua ganglion yaitu ganglion superioratau jugulare dan ganglion inferior atau nodosum, keduanya terletakpada daerah foramen jugularis, saraf vagus mempersarafi semua viseratoraks dan abdomen dan menghantarkan impuls dari dinding usus, jantung dan paru-paru.
11.SARAF ASESORIUS (N. XI)
Saraf asesorius mempunyai radiks spinalis dan kranialis. Radikskranial adalah akson dari neuron dalam nukleus ambigus yang terletakdekat neuron dari saraf vagus. Saraf aksesoris adalah saraf motorik yangmempersarafi otot sternokleidomastoideus dan bagian atas otottrapezius, otot sternokleidomastoideus berfungsi memutar kepala kesamping dan otot trapezius memutar skapula bila lengan diangkat keatas.
12.SARAF HIPOGLOSUS (N. XII)
Nukleus saraf hipoglosus terletak pada medula oblongata padasetiap sisi garis tengah dan depan ventrikel ke empat dimana semuamenghasilkan trigonum hipoglosus. Saraf hipoglosus merupakan saraf motorik untuk lidah dan mempersarafi otot lidah yaitu otot stiloglosus,hipoglosus dan genioglosus.

Activity (236)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andika Siswanta liked this
Maria Ulfa liked this
Marselya Gani liked this
Rhatu Deogmhaan liked this
doktergigikoe liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->