Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
53Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
cytomegalovirus

cytomegalovirus

Ratings: (0)|Views: 3,619 |Likes:
Published by oliverprawira

More info:

Published by: oliverprawira on Apr 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

 
TUGAS MIKROBIOLOGICYTOMEGALOVIRUS
Muhammad Ichsan (230210090001)Muhammad Rizki Putra (230210090016)Nadya Novianti (230210090027)Matius Oliver Prawira (230210090029)Anindita Rustandi (230210090031)Saiyyaf Fakhri (230210090032)Aby (230210090054)Indra Septian (2302100900)
 
– CMV adalah virus DNA dan merupakan kelompok dari familivirus Herpes sehingga memiliki kemampuan latensi. Virus ditularkan melaluiberbagai cara a.l tranfusi darah, transplantasi organ , kontak seksual, air susu ,air seni dan air liur ; transplansental atau kontak langsung saat janin melewati jalan lahir pada persalinan pervaginam.
30 – 60% anak usia sekolah memperlihatkan hasil seropositif CMV, danpada wanita hamil 50 – 85%.
Data ini membuktikan telah adanya infeksisebelumnya. Gejala infeksi menyerupai infeksi mononukleosis yang subklinis.Ekskresi virus dapat berlangsung berbulan bulan dan virus mengadakan periodelaten dalam limfosit, kelenjar air liur, tubulus renalis dan endometrium. Reaktivasidapat terjadi beberapa tahun pasca infeksi primer dan dimungkinkan adanyareinfeksi oleh jenis strain virus CMV yang berbeda.
DIAGNOSIS
Virus dapat di isolasi dari biakan urine atau biakan berbagai cairan atau jaringantubuh lain.Tes serologis mungkin terjadi peningkatan
IgM
yang mencapai kadar puncak 3 –6 bulan pasca infeksi dan bertahan sampai 1– 2 tahun kemudian.IgG meningkat secara cepat dan bertahan seumur hidupMasalah dari interpretasi tes serologi adalah :
1.
Kenaikan
IgM
yang membutuhkan waktu lama menyulitkan penentuansaat infeksi yang tepat2.Angka negatif palsu yang mencapai 20%
3.
Adanya
IgG
tidak menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi yangpersisten
DAMPAK TERHADAP KEHAMILAN
CMV adalah infeksi virus kongenital yang utama di US dan mengenai 0.5 – 2.5% bayi lahir hidup. Infeksi plasenta dapat berlangsung dengan atau tanpa infeksiterhadap janin dan infeksi pada neonatus dapat terjadi pada ibu yangasimptomatik.Resiko transmisi dari ibu ke janin konstan sepanjang masa kehamilan denganangka sebesar 40 – 50%.10 – 20% neonatus yang terinfeksi memperlihatkan gejala-gejala :1.Hidrop non imune2.PJT simetrik3.Korioretinitis4.Mikrosepali5.Kalsifikasi serebral6.Hepatosplenomegali7.hidrosepalus80 – 90% tidak menunjukkan gejala namun kelak dikemudian hari dapatmenunjukkan gejala :1.Retardasi mental2.Gangguan visual3.Gangguan perkembangan psikomotor 
 
Seberapa besar kerusakan janin tidak tergantung saat kapan infeksi menyerang janin.CNV rekuren berkaitan dengan penurunan resiko janin dengan angka penularanibu ke janin sebesar 0.15% – 1%Tidak ada terapi yang efektif untuk cytomegalovirus dalam kehamilan.Pencegahan meliputi penjagaan kebersihan pribadi, mencegah tranfusi darahUsaha untuk membantu diagnosa infeksi CMV pada janin adalah denganmelakukan :1.Ultrasonografi untuk identifikasi PJT simetri, hidrop, asites atau kelainansistem saraf pusat2.Pemeriksaan biakan cytomegalovirus dalam cairan amnion
Pendahuluan
Dilaporkan di negara maju bahwa infeksi kongenital karena CMV merupakan 0,3-0,5% dari kelahiran hidup dan 1-2% di negara berkembang. Lebih dari 10-15%infeksi kongenital pada anak baru lahir jelas gejalanya. Tetapi ada juga yangbaru tampak gejalanya pada masa pertumbuhan dengan memperlihatkangangguan; neurologis, mental, ketulian dan visual.Masalah yang timbul di Indonesia, sejauh mana kemampuan laboratorium untukmenegakkan diagnosis dan seberapa jauh kemajuan pengelolaan kasus infeksikongental CMV terutama dalam pengobatan dan pencegahannya.Gejala pada ibu :Umumnya (>90%) infeksi CMV pada ibu hamil asimpomatik, tidak terdeteksisecara klinis. Gejala yang timbul tidak spesifik; demam, lesu, sakit kepala, sakitotot dan nyeri tenggorok.Transmisi dari ibu ke janin dapat terjadi selama kehamilan, infeksi padakehamilan sebelum 16 minggu dapat mengakibatkan kelainan kongenital berat.Prenatal diagnosis :Infeksi Cytomegalovirus pada janin masih merupakan masalah yang belum jelaspenaganannya, kultur virus dan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction)dari sediaan cairan amnion atau darah janin merupakan cara diagnosis yangsedang dikembangkanPemeriksaan cairan amnion sebaiknya dilakukan pada 21-23 minggu kehamilan.Sampai saat ini diagnosis CMV masih mengandalkan kepada tehnikpemeriksaan laboratorium serologi, serokonversi aviditas anti-CMV antibodi, zatini masih dapat ditemukan sampai 20 minggu setelah terjadinya infeksi.
Diagnosis CMV pada wanita hamil :
Wanita dengan seropositif CMV sebelum kehamilan. Dilaporkan bahwa hanya1,2 % sero-positif akan menyebabkan transmisi ke janin sedangkan yang sero-negatif sebelum kehamilan transmisi terjadi lebih besar (12,9%). Hal inimengakibatkan dugaan bahwa peningkatan imunitas ibu sebelum hamil, dapat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->