enfocement” dalam arti sempit, sedangkan penegakan hukum dalam arti hukum materil,diistilahkan dengan penegakan keadilan. Istilah-istilah itu dimaksudkan untukmenegaskan bahwa hukum yang harus ditegakkan itu pada intinya bukanlah normaaturan sendiri, melainkan nilai-nilai keadilan yang terkandung didalamnya.Setiap norma hukum sudah dengan sendirinya mengandung ketentuan tentang hak-hakdan kewajiban-kewajiban para subyek hukum dalam lalu lintas hukum. Norma-normahukum yang bersifat dasar, tentulah berisi rumusan hak-hak dan kewajiban-kewajibanyang juga mendasar. Karena itu, secara akademis, sebenarnya persoalan hak dankewajiban asasi manusia memang menyangkut konsepsi yang niscaya ada dalamkeseimbangan konsep hukum dan keadilan. Dalam setiap hubungan hukum terkandungdi dalamnya dimensi hak dan kewajiban secara pararel dan bersilang. Karena itu secaraakademis, Hak Asasi manusia mestinya diimbangi dengan kewajiban asasi manusia.Akan tetapi, dalam perkembangan sejarah, issue hak asasi manusia itu sendiri terkaiterat dengan persoalan ketidakadilan yang timbul dalam kaitannya dengan persoalankekuasaan. Dalam sejarah, kekuasaan yang diorganisasikan ke dalam dan melaluiorgan-organ negara, seringkali terbukti melahirkan penindasan dan ketidakadilan.Karena itu, sejarah umat manusia mewariskan gagasan perlindungan danpenghormatan terhadap hak-hak asasi manusia. Gagasan perlindungan danpenghormatan hak asasi manusia ini bahkan diadopsi ke dalam pemikiran mengenaipembatasan kekuasaan yang kemudian dikenal dengan aliran konstitusionalisme. Alirankonstiotusionalisme inilah yang memberi warna modern terhadap ide-ide demokrasi dannomokrasi (negara hukum) dalam sejarah, sehingga perlindungan konstitusionalterhadap hak asasi manusia dianggap sebagai ciri utama yang perlu ada dalam setiapnegara hukum yang demokratis (democratische rechsstaat) ataupun negara demokrasiyang berdasar pada hukum (Constitutional democracy).Dengan perkataan lain, issue hak asasi manusia itu sebenarnya terkait erat denganpersoalan penegakan hukum dan keadilan itu sendiri. Karena itu, sebenarnya, tidaklahterlalu tepat untuk mengembangkan istilah penegakan hak asasi manusia secaratersendiri. Karena apakah hak asasi manusia dapat ditegakkan? Bukankah yangditegakkan itu adalah aturan hukum dan konstitusi yang menjamin hak asasi manusiaitu, dan bukannya hak asasi manusia itu sendiri?. Namun, dalam praktek sehari-hari,kita memang sudah salah kaprah. Kita sudah terbiasa menggunakan istilah penegakan“hak asasi manusia “. Masalahnya, kesadaran umum mengenai hak asasi manusia dankesadaran untuk mengghormati hak-hak asasi orang lain di kalangan kita pun memangbelum berkembang secara sehat.APARATUR PENEGAK HUKUMAparatur penegak hukum menunjuk kepada pengertian mengenai institusi penegakhukum dan aparatnya (orangnya). Dalam arti sempit, aparatur penegak hukum yang itudimulai dari saksi, polisi, penasehat hukum, jaksa hakim dan petugas-petugas sipir pemasyarakatan. Dalam realitanya, tugas atau perannya langsung terkait dengankegiatan pelaporan atau pengaduan, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pembuktian,penjatuhan vonis dan pemberian sanksi, serta upaya pemasyarakatan kembali(resosialisasi) terpidana.Dalam proses bekerjanya, aparatur penegak hukum itu, dipengaruhi oleh 3 elemenpenting yang sangat berpengaruh yaitu: (i) institusi penegak hukum beserta perangkat
Add a Comment