Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
83Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penegakkan Hukum

Penegakkan Hukum

Ratings:

4.71

(14)
|Views: 11,888 |Likes:
Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis (Raimond Flora Lamandasa) yang khusus dikirimkan kepada Harian Manado Pos dan telah diterbitkan oleh Harian Manado Pos
Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis (Raimond Flora Lamandasa) yang khusus dikirimkan kepada Harian Manado Pos dan telah diterbitkan oleh Harian Manado Pos

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: Raimond Flora Lamandasa, S.H., M.Kn. on May 13, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2013

pdf

text

original

 
 
PENEGAKAN HUKUM
Oleh : Raimond Flora Lamandasa, SH *)
Dalam hidup sehari-hari sering kita jumpai pernyataan sinis dari masyarakat bahwahukum di negara kita belum ditegakkan sebagaimana adanya. Pernyataan inibukannya lahir instan begitu saja tanpa alasan, tetapi lahir sebagai ungkapan rasaketidak puasan atas fakta-fakta penegakkan hukum yang dalam banyak kasus masihsangat jauh dari harapan kehidupan bernegara hukum di negara kita. Tingkat kesadaranhukum masyarakat rupanya telah maju sedemikian rupa sehingga adanya ketidakbetulan dalam hal penegakkan hukum langsung diresponi negative oleh masyarakat.Masyarakat saat ini telah mengerti betul apa tujuan adanya hukum. Merujuk pendapatRadbrurh, tujuan hukum itu setidaknya harus memenuhi tiga hal pokok yang sangatprinsipil yang hendak dicapai, yaitu : Keadilan, Kepastian dan Kemanfaatan.Keadilan secara secara gramatical berasal dari kata adil yang artinya seimbang dantidak berat sebelah. Dr. Andi Hamzah, SH dalam ”Kamus Hukummemberikanpengertian keadilan adalah keseimbangan antara yang patut diperoleh pihak-pihak, baikberupa keuntungan maupun berupa kerugian, merupakan salah satu sifat hukumdisamping kemanfaatan.Dalam bahasa praktisnya, keadilan dapat diartikan sebagai memberikan hak yangsetara dengan kapasitas seseorang atau pemberlakuan kepada tiap orang secaraproporsional, tetapi juga bisa berarti memberi sama banyak kepada setiap orang apayang menjadi jatahnya berdasarkan prinsip keseimbangan. Hukum tanpa keadilanmenurut Geny tidaklah ada artinya sama sekali.Kepastian hukum menunjuk kepada pemberlakuan hukum yang jelas, tetap, konsistendan konsekuen, yang pelaksanaannya tidak dapat dipengaruhi oleh keadaan-keadaanyang sifatnya subjektif. Mengutip pendapat Lawrence M. Wriedman, seorang GuruBesar di Stanford University, berpendapat bahwa untuk mewujudkan ”kepastian hukum”paling tidak haruslah didukung oleh unsur-unsur sebagai berikut, yakni : (1) substansihukum, (2) aparatur hukum, dan (3) budaya hukum.Unsur pertama “substansi hukum” berbicara tentang isi daripada ketentuan-ketentuantertulis dari hukum itu sendiri. Unsur kedua adalah “aparatur hukum” adalah perangkat,berupa system tata kerja dan pelaksana daripada apa yang diatur dalam substansihukum tadi. Sedangkan unsur yang terakhir adalah “budaya hukum” yang menjadipelengkap untuk mendorong terwujudnya “kepastian hukum” adalah bagaimana budayahukum masyarakat atas ketentuan hukum dan aparatur hukumnya. Unsur budayahukum ini juga tidak kalah pentingnya dari kedua unsur diatas, karena tegaknyaperaturan-peraturan hukum akan sangat bergantung kepada “budaya hukum”masyarakatnya. Dan budaya hukum masyarakat tergantung kepada budaya hukum
 
anggota-anggotanya yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, lingkungan,budaya, posisi atau kedudukan, bahkan kepentingan-kepentingan.Substansi hukum, aparatur hukum serta budaya hukum seperti telah dikemukakan diatas, idealnya harus di-sinergikan guna mendorong terwujudnya “kepastian hukum“ dinegara hukum manapun di dunia ini. Satu sama lain harus memiliki sifat salingketergantungan (dependency), salah satu unsur saja tidak terpenuhi, maka “kepastianhukum“ sulit untuk terwujud.Sedangkan dari sisi kemanfaatannya, hukum seyogyanya membawa kegunaan dalamtata sinergis antara keadilan dan kepastiannya. Sehingga dalam praktek, hukummembawa akibat (manfaat) terciptanya rasa terlindung dan keteraturan dalam hidupbersama dalam masyarakat.Penegakan hukum adalah proses dilakukannya upaya untuk tegaknya atauberfungsinya norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman perilaku dalaminteraksi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ditinjau dari sudut subyeknya,penegakan hukum itu dapat dilakukan oleh subyek yang luas, yang diartikan sebagaiupaya penegakan hukum yang melibatkan semua subyek hukum dalam setiaphubungan hukum. Siapa saja yang menjalankan aturan normatif atau melakukansesuatu atau tidak melakukan sesuatu dengan mendasarkan diri pada norma aturanhukum yang berlaku, berarti dia menjalankan atau menegakkan aturan hukum. Dalamarti sempit, dari segi subyeknya itu, penegakan hukum itu hanya diartikan sebagaiupaya aparatur penegakan hukum tertentu untuk menjamin dan memastikan tegaknyahukum itu, apabila diperlukan, aparatur penegak hukum itu diperkenankan untukmenggunakan daya paksa.Pengertian penegakan hukum itu dapat pula ditinjau dari sudut obyeknya, yaitu dari segihukumnya. Dalam hal ini, pengertiannya juga mencakup makna yang luas dan sempit.Dalam arti luas, penegakan hukum itu mencakup pada nilai-nilai keadilan yangterkandung didalam bunyi aturan formal maupun nilai-nilai keadilan yang hidup dalammasyarakat. Tetapi dalam arti sempit, penegakan hukum itu hanya menyangkutpenegakan peraturan yang formal dan tertulis saja.Dengan uraian diatas menjadi jelaslah bahwa yang dimaksud dengan penegakanhukum itu kurang lebih merupakan upaya yang dilakukan untuk menjadikan hukum, baikdalam artian formil yang sempit maupun dalam arti materil yang luas, sebagai pedomanperilaku dalam setiap perbuatan hukum, baik oleh para subyek hukum yangbersangkutan maupun oleh aparatur penegakan hukum yang resmi diberi tugas dankewenangan oleh Undang-undang untuk menjamin berfungsinya norma-norma hukumyang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.PENEGAKAN HUKUM OBYEKTIFSeperti disebut di atas bahwa secara obyektif, norma hukum yang hendak ditegakkanmencakup pengertian hukum formal dan hukum materiil. Hukum formal menunjuk hanyakepada peraturan perundang-undangan yang tertulis, sedangkan hukum materiilmencakup pula pengertian nilai-nilai keadilan yang hidup dalam masyarakat. Dalampraktek sehari-hari, kadang orang membedakan antara pengertian penegakan hukumdengan penegakan keadilan. Penegakan hukum dapat dikaitkan dengan pengertian “law
 
enfocement” dalam arti sempit, sedangkan penegakan hukum dalam arti hukum materil,diistilahkan dengan penegakan keadilan. Istilah-istilah itu dimaksudkan untukmenegaskan bahwa hukum yang harus ditegakkan itu pada intinya bukanlah normaaturan sendiri, melainkan nilai-nilai keadilan yang terkandung didalamnya.Setiap norma hukum sudah dengan sendirinya mengandung ketentuan tentang hak-hakdan kewajiban-kewajiban para subyek hukum dalam lalu lintas hukum. Norma-normahukum yang bersifat dasar, tentulah berisi rumusan hak-hak dan kewajiban-kewajibanyang juga mendasar. Karena itu, secara akademis, sebenarnya persoalan hak dankewajiban asasi manusia memang menyangkut konsepsi yang niscaya ada dalamkeseimbangan konsep hukum dan keadilan. Dalam setiap hubungan hukum terkandungdi dalamnya dimensi hak dan kewajiban secara pararel dan bersilang. Karena itu secaraakademis, Hak Asasi manusia mestinya diimbangi dengan kewajiban asasi manusia.Akan tetapi, dalam perkembangan sejarah, issue hak asasi manusia itu sendiri terkaiterat dengan persoalan ketidakadilan yang timbul dalam kaitannya dengan persoalankekuasaan. Dalam sejarah, kekuasaan yang diorganisasikan ke dalam dan melaluiorgan-organ negara, seringkali terbukti melahirkan penindasan dan ketidakadilan.Karena itu, sejarah umat manusia mewariskan gagasan perlindungan danpenghormatan terhadap hak-hak asasi manusia. Gagasan perlindungan danpenghormatan hak asasi manusia ini bahkan diadopsi ke dalam pemikiran mengenaipembatasan kekuasaan yang kemudian dikenal dengan aliran konstitusionalisme. Alirankonstiotusionalisme inilah yang memberi warna modern terhadap ide-ide demokrasi dannomokrasi (negara hukum) dalam sejarah, sehingga perlindungan konstitusionalterhadap hak asasi manusia dianggap sebagai ciri utama yang perlu ada dalam setiapnegara hukum yang demokratis (democratische rechsstaat) ataupun negara demokrasiyang berdasar pada hukum (Constitutional democracy).Dengan perkataan lain, issue hak asasi manusia itu sebenarnya terkait erat denganpersoalan penegakan hukum dan keadilan itu sendiri. Karena itu, sebenarnya, tidaklahterlalu tepat untuk mengembangkan istilah penegakan hak asasi manusia secaratersendiri. Karena apakah hak asasi manusia dapat ditegakkan? Bukankah yangditegakkan itu adalah aturan hukum dan konstitusi yang menjamin hak asasi manusiaitu, dan bukannya hak asasi manusia itu sendiri?. Namun, dalam praktek sehari-hari,kita memang sudah salah kaprah. Kita sudah terbiasa menggunakan istilah penegakan“hak asasi manusia “. Masalahnya, kesadaran umum mengenai hak asasi manusia dankesadaran untuk mengghormati hak-hak asasi orang lain di kalangan kita pun memangbelum berkembang secara sehat.APARATUR PENEGAK HUKUMAparatur penegak hukum menunjuk kepada pengertian mengenai institusi penegakhukum dan aparatnya (orangnya). Dalam arti sempit, aparatur penegak hukum yang itudimulai dari saksi, polisi, penasehat hukum, jaksa hakim dan petugas-petugas sipir pemasyarakatan. Dalam realitanya, tugas atau perannya langsung terkait dengankegiatan pelaporan atau pengaduan, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pembuktian,penjatuhan vonis dan pemberian sanksi, serta upaya pemasyarakatan kembali(resosialisasi) terpidana.Dalam proses bekerjanya, aparatur penegak hukum itu, dipengaruhi oleh 3 elemenpenting yang sangat berpengaruh yaitu: (i) institusi penegak hukum beserta perangkat

Activity (83)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andika Pratama liked this
Al Irul liked this
Illank Parumpa liked this
Inthan Myusticha liked this
Faizz Viruzz liked this
Mimi Mohd liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->