Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
10Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengadilan HAM Di Ind

Pengadilan HAM Di Ind

Ratings: (0)|Views: 2,883|Likes:
Published by Catur Adhi Prabowo
pengadilan HAM
pengadilan HAM

More info:

Published by: Catur Adhi Prabowo on Apr 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/22/2011

pdf

text

original

 
 
Seri Bahan Bacaan Kursus HAM untuk Pengacara XTahun 2005
 Materi : Pengadilan HAM
 
PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA DIINDONESIA
 
Zainal Abidin, S.H.
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat
 Jl Siaga II No 31 Pejatien Barat, Jakarta 12510Telp (021) 7972662, 79192564 Fax : (021) 79192519Website :www.elsam.or.idEmail :elsam@nusa.or.id 
 
Kursus HAM untuk Pengacara X, 2005Bahan bacaanMateri : Pengadilan HAMLembaga Studi dan Advokasi masyarakat, (ELSAM) 1
I.
 
PENDAHULUAN
Penegakan dan perlindungan terhadap hakasasi manusia (HAM) di Indonesiamencapai kemajuan ketika pada tanggal 6November 2000 disahkannya Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentangPengadilan HAM oleh Dewan PerwakilanRakyat Republik Indonesia dan kemudiandiundangkan tanggal 23 November 2000.Undang-undang ini merupakan undang-undang yang secara tegas menyatakansebagai undang-undang yang mendasariadanya pengadilan HAM di Indonesia yangakan berwenang untuk mengadili parapelaku pelanggaran HAM berat. Undang-undang ini juga mengatur tentang adanyapengadilan HAM
ad hoc
yang akan berwenang untuk mengadili pelanggaranHAM berat yang terjadi di masa lalu.Pengadilan HAM ini merupakan jenispengadilan yang khusus untuk mengadilikejahatan genosida dan kejahatan terhadapkemanusiaan. Pengadilan ini dikatakankhusus karena dari segi penamaan bentukpengadilannya sudah secara spesifikmenggunakan istilah pengadilan HAM dankewenangan pengadilan ini juga mengadiliperkara-perkara tertentu. Istilah pengadilanHAM sering dipertentangkan dengan istilahperadilan pidana karena memang padahakekatnya kejahatan yang merupakankewenangan pengadilan HAM jugamerupakan perbuatan pidana. UU No. 26Tahun 2000 yang menjadi landasan berdirinya pengadilan HAM ini mengaturtentang beberapa kekhususan ataupengaturan yang berbeda denganpengaturan dalam hukum acara pidana.Pengaturan yang berbeda atau khusus inimulai sejak tahap penyelidikan dimanayang berwenang adalah Komnas HAMsampai pengaturan tentang majelis hakimdimana komposisinya berbeda dengapengadilan pidana biasa. Dalam pengadilanHAM ini komposisi hakim adalah limaorang yang mewajibkan tiga orangdiantaranya adalah hakim
ad hoc
.Pengaturan yang sifatnya khusus inididasarkan atas kerakteristik kejahatan yangsifatnya
extraordinary
sehingga memerlukanpengaturan dan mekanisme yangseharusnya juga sifatnya khusus. Harapanatas adanya pengaturan yang sifatnyakhusus ini adalah dapat berjalannya prosesperadilan terhadap kasus-kasuspelanggaran HAM yang berat secarakompeten dan fair. Efek yang lebih jauhadalah putusnya rantai
impunity
atas pelakupelanggaran HAM yang berat dan bagikorban, adanya pengadilan HAM akanmengupayakan adanya keadilan bagimereka.UU No. 26 Tahun 2000 tentang pengadilanHAM telah dijalankan dengan dibentuknyapengadilan HAM
ad hoc
untuk kasuspelanggaran HAM yang berat yang terjadidi Timor-timur. Dalam prakteknya,pengadilan HAM
ad hoc
ini mengalami banyak kendala terutama berkaitan denganlemahnya atau kurang memadainyainstumen hukum. UU No. 26 Tahun 2000ternyata belum memberikan aturan yang jelas dan lengkap tentang tindak pidanayang diatur dan tidak adanya mekanismehukum acara secara khusus. Dari kondisiini, pemahaman atau penerapan tentang UUNo. 26 Tahun 2000 lebih banyak didasarkanatas penafsiran hakim ketika melakukanpemeriksaan di pengadilan.
 
Kursus HAM untuk Pengacara X, 2005Bahan bacaanMateri : Pengadilan HAMLembaga Studi dan Advokasi masyarakat, (ELSAM) 2
II.
 
PENGADILAN HAM
1.
 
Latar Belakang Pembentukan Pengadilan HAM
Orde baru yang berkuasa selama 33 tahun(1965-1998) telah banyak dicatat melakukanpelanggaran-pelanggaran HAM. Orde baruyang memerintah secara otoriter selamalebih dari 30 tahun telah melakukan berbagai tindakan pelanggaran HAMkarena perilaku negara dan aparatnya.
1
 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia(Komnas HAM) dalam laporan tahunnyamenyatakan bahwa pemerintah perlumenuntaskan segala bentuk pelanggaranHAM yang pernah terjadi di tanah airsebagai akibat dari struktur kekuasaan orde baru yang otoriter.Selanjutnya, pasca orde baru pelanggaranHAM yang berbentuk aksi kekerasan massa,konflik antar etnis yang banyak menelankorban jiwa dan pembumihangusan diTimor-timur pasca jejak pendapatmenambah panjang sejarah pelanggaranHAM. Lembaga Studi dan AdvokasiMasyarakat (ELSAM) menyebutkan datapada triwulan pertama 1998 telah terjadi1.629 pelanggaran HAM yang fundamentalyang tergolong ke dalam hak-hak yang takdapat dikurangi di 12 propinsi yangmenjadi sumber data. Hak-hak tersebutadalah hak atas hidup, hak bebas daripenyiksaan, hak bebas dari penangkapansewenang-wenang, hak bebas daripemusnahan seketika, dan hak bebas daripenghilangan paksa.
2
 Berbagai pelanggaran HAM yang terjadi belum pernah terselesaikan secara tuntassedangkan gejala pelanggaran kian
1
Ignatius Haryanto,
Kejahatan Negara
,Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat, 1999,hlm.31.
2
Kompas, 15 April 1998.
 bertambah. Penyelesaian kasus TanjungPriok, DOM Aceh, Papua dan kasuspelanggaran HAM berat di Timor-timurselama pra dan pasca jajak pendapat belumada yang terselesaikan. Atas kondisi inisorotan dunia internasional terhadapIndonesia sehubungan dengan maraknyapelanggaran HAM yang terjadi kianmenguat terlebih sorotan ataspertanggungjawaban pelanggaran HAMyang terjadi di Timor-timur selama proses jajak pendapat.Kasus pembumihangusan di Timor-timurtelah mendorong dunia internasional agardibentuk peradilan internasional(
internasional tribunal
) bagi para pelakunya.Desakan untuk adanya peradilaninternasional khususnya bagi pelanggaranHAM yang berat yang terjadi di Timor-timur semakin menguat bahkan komisiTinggi PBB untuk Hak-hak asasi manusiatelah mengeluarkan resolusi untukmengungkapkan kemungkinan terjadinyapelanggaran HAM berat di Timor-Timur.Atas resolusi Komisi HAM PBB tersebutIndonesia secara tegas menolak dan akanmenyelesaikan kasus pelanggaran HAMdengan menggunakan ketentuan nasionalkarena konstitusi Indonesia memungkinkanuntuk menyelenggarakan peradilan hakasasi manusia. Atas penolakan tersebut,mempunyai konsekuensi bahwa Indonesiaharus melakukan proses peradilan atasterjadinya pelanggaran HAM di Timor-Timur .Dorongan untuk adanya pembentukanperadilan internasional ini juga didasarkanatas ketidakpercayaan dunia internasionalpada sistem peradilan Indonesia jika dilihatantara keterkaitan antara pelaku kejahatanyang merupakan alat negara. Pelanggaran

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
M Enra Efni liked this
sunnnyan liked this
nugrohohs liked this
schanzie liked this
irarusiyawanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->