Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEMULIAAN KETURUNAN

KEMULIAAN KETURUNAN

Ratings: (0)|Views: 198 |Likes:
Published by ismail1274

More info:

Published by: ismail1274 on Apr 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

 
Didalam bab ini kami ingin mengutip dan mengumpulkan riwayat-riwayat mengenaikemuliaan Ahlul-Bait nasab atau keturunan Rasulallah saw. di dalam pandangan Islamyang ditulis oleh ulama-ulama pakar. Didalam bab ini kami mengutip juga makalah-makalah diantaranya: Ramalan seorang Nabi dalam catatan kitab Hindu akan datangnyaseorang Rasul dan keturunannya ; Sebagian isi makalah yang ditulis oleh Syeikh Segaf Ali Alkaff, Jeddah sebagai sanggahan makalah yang ditulis oleh Syeikh Ali Tantawi ;Jawaban Syeikh Abdul Aziz bin Baz, Saudi Arabia pada seorang Iraq mengenai nasabketurunan Rasulallah saw. ; Makalah Prof. Dr. HAMKA mengenai gelar Sayyid atauHabib. Dengan ada semua keterangan ini insya Allah para pembaca khususnya bisamengetahui bahwa keturunan Rasulallah saw. itu belum punah dan akan wujud sampaiakhir zaman.Pembahasan mengenai keturunan Rasulallah saw. ini sama sekali tidak ber- maksudhendak membuka perdebatan atau polemik, tidak lain bermaksud menyampaikan wasiatRasulallah saw. kepada kaum muslimin yang belum pernah mendengar ataumengenalnya. Karena semua yang diwasiatkan serta dianjurkan oleh Rasulallah saw. pada kita adalah wahyu dari Allah swt. sebagaimana firman-Nya:او ْه ُت َن ْف َ  ُ ْعَ م ْك ُه َن َ  َ َ ُذ ُخ ُف َ ل ُو ْس ُر ّا م ُك ُ َاَ  َ َ “Apa yang diberikan Rasul (Muhammad) kepadamu maka terimalah, dan apa yangdilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”. (QS Al-Hasyr : 7)Semua ucapan Rasulallah saw. adalah kebenaran yang diwahyukan Allah swt. pada beliau saw. sebagaimana firman-Nya :ىح َو ْي ُ  ٌح ْ َ ّإ او َُ  ْإ و َـه َا  ِعَ ق ُط ِ ْي َ  َ َ ‘Dan dia (Muhammad saw.) tidak mengucapkan sesuatu menurut kemauan hawanafsunya, ucapannya bukan lain adalah wahyu yang diwahyukan Allah kepadanya’.( Surat An-Najm : 3-4)Memberi pengertian mengenai soal yang belum banyak dimengerti atau belum jelasmerupakan hal yang perlu diupayakan, apalagi soal-soal yang berkaitan dengan agamaIslam hukumnya adalah wajib. Soal-soal yang kita maksudkan disini ialah masalahdzurriyyatu (keturunan) Rasulallah saw. atau keturunan Ahlul-Bait Rasulallah saw.Sejak masa kelahiran dan pertumbuhan Islam hingga zaman terakhir tidak ada orangmuslim yang mempermasalahkan soal keturunan Nabi saw. ini, karena memangmerupakan kenyataan yang sangat jelas. Kenyataan ini di saksikan oleh semua sahabat Nabi saw, oleh semua kaum Salaf, kaum Tabi’in, Tabi’it-Tabi’in dan oleh kaummuslimin yang hidup dalam zaman-zaman berikutnya hingga zaman kita dewasa ini.Selama lebih dari 1400 tahun hingga sekarang kaum muslimin dimana-mana dimuka bumi ini selalu mengucapkan Selawat kepada Nabi saw. dan keluarganya sekurang-kurangnya lima kali sehari semalam Allahumma sholli ‘ala (sayyidinaa) Muhammad wa‘ala aali (sayyidina) Muhammad. Namun dalam zaman belakangan ini terdengar bisikan berbisa yang berusaha
 
menanamkan kepercayaan bahwa Rasulallah saw. tidak mempunyai dzurriyat atauketurunan yang masih hidup hingga sekarang. Mereka (golongan pengingkar) ini secaraterselubung menyebarkan riwayat, bahwa Al-Husain ra cucu Rasulallah saw. yangdiharap menjadi cikal-bakal keturunan beliau saw. semuanya telah tewas dimedan perang Karbala.Golongan pengingkar menanamkan keraguan tentang kenyataan adanya putera Al-Husainra, bernama ‘Ali Zainal ‘Abidin, yang luput dari pembantaian pasukan Bani Umayyah diKarbala, berkat ketabahan dan kegigihan bibinya Zainab ra. dalam menentangkebengisan penguasa Kufah, ‘Ubaidillah bin Ziyad. Ketika itu ‘Ali Zainal ‘Abidin masihkanak-kanak berusia kurang dari 13 tahun. ‘Ali Zainal-‘Abidin bin Al-Husain cikal bakal keturunan Rasulallah saw. itulah yang mereka sembunyikan riwayat hidupnya,dengan maksud hendak memenggal tunas-tunas keturunan beliau saw.Lebih jauh lagi golongan pengingkar ini sesungguhnya orang-orang yang mengerti, tetapiatas dorongan maksud tertentu mereka tidak mau mengerti. Secara terus-terang mereka berkeinginan agar jangan ada orang didunia ini khususnya di Indonesia yangmenyebut nama orang-orang keturunan Ahlul-Bait dengan kata Habib, Sayyid atauSyarif. Akan tetapi mereka merasa sangat kecewa karena hingga sekarang kaummuslimin masih tetap menyebut keturunan Ahlul-Bait dengan kata kehormatan tersebut.Julukan/panggilan kehormatan Habib dan lain sebagainya itu diberikan oleh kaummuslimin bukan permintaan dari keturunan Nabi saw. sebagai penghargaan kepadaorang-orang keturunan Rasulallah saw.. Kita sering bertanya-tanya mengapa justruketurunan Nabi saw. fihak yang diberi julukan yang menjadi sasaran golongan pengingkar ini bukan terhadap kaum muslimin yang sebagai fihak pemberi julukan?Sayang sekali golongan pengingkar ini belum mau berterus terang, apakah perbuatanmereka ini karena dengki ataukah iri hati terhadap golongan Ahlul-Bait ?!
Sekelumit sejarah dinasti Bani Umayyah dan dinasti Bani Abbasiyyah
Dengan adanya kebencian dan kedengkian orang terhadap keturunan Ahlul-BaitRasulallah saw., mengingatkan kita kembali kepada sejarah Islam yaitu zaman dinastiBani Umayyah dan dinasti Bani Abbasiyyah.Menurut riwayat, kaum muslimin mulai dilanda perselisihan, pertengkaran dan perpecahan sejak masa-masa terakhir kekhalifahan ‘Utsman bin ‘Affan ra.’ yakni kuranglebih dalam periode terakhir dasawarsa ke empat Hijriah, perang-perang saudara berkecamuk diantaranya:Antara kekuatan trio ‘Aisyah, Thalhah, Zubair [radhiyallahu ‘anhum] dan kekuatanAmirul-Mu’minin Imam ‘Ali bin Abi Thalib ra. Perang saudara ini ber kobar di Bashrah,yang dalam sejarah Islam terkenal dengan nama ‘Waq’atul-Jamal’, disusul kemudianoleh perang saudara yang tidak kalah heba nya, yaitu perang ‘Shiffin’, antara kekuatanAmriul-Mu’minin Imam ‘Ali ra, dan kekuatan pemberontak dibawah pimpinanMu’awiyah bin Abi Sufyan. Kemudian disusul dengan perang yang berkobar dikawasan
 
yang terkenal dengan sebutan ‘Bainan-Nahrain’ (Diantara dua Bengawan), yakni daerahantara dua bengawan Tigris dan Eferat (Dajlah dan Al-Furat).Pertengkaran dan perpecahan yang diakibatkan oleh perang saudara Bainan-Nahrain’ ini jauh lebih parah daripada yang diakibatkan perang saudara yang sebelumnya. Dalam perang saudara ini kekuatan Imam ‘Ali ra, terpecah dan sempal menjadi dua. Sebagiantetap setia kepada Amirul Mu’minin ‘Ali dan yang sebagian lainnya memberontak danmemerangi Imam ‘Ali ra. Sempalan atau pecahan inilah yang dalam sejarah Islamterkenal dengan kaum ‘Khawarij’, dibawah pimpinan ‘Abdullah bin Wahb Ar-Rasiby.Kemudian disusul perang saudara yang berkobar dalam rangka kebijakan Imam ‘Ali ra.menumpas pemberontakan kaum Khawarij, di Nahrawand. Perang saudara ini lebihmemperparah lagi perpecahan kaum muslimin. Dalam perang saudara di Nahrawand,kekuatan Imam ‘Ali ra. unggul dan berhasil menghancurkan kekuatan bersenjata kaumKhawarij, yang sejak terjadinya pembangkangansudah mengkafir-kafirkan Imam ‘Alira. (silahkan baca kitab ‘Imamul-Muhtadin Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib ra’ penerbitYayasan Al-Hamidiy, Jakarta dan ‘Al-Fithatul-Kubra’ penerbit Pustaka Jaya, Jakarta).Kekuatan-kekuatan anti Bani Hasyim yang sudah ada sebelum Islam, dengankemenangan Imam ‘Ali itu mereka makin bertambah dendam. Sedangkan dalam perang‘Shiffin’ kekuatan Imam ‘Ali ra. mundur teratur akibat pertengkaran dan pertikaian internmengenai masalah ‘Tahkim bi Kitabillah ‘ (Penyelesaian secara damai berdasarkanKitabullah).Setelah kekuatan Imam ‘Ali ra mundur dan kembali ke Kufah, disana Amirul-Mu’mininmenjadi sasaran pembunuhan gelap yang dilakukan oleh komplot- an Khawarij. Beliautewas di tangan ‘Abdurrahman Muljam. Kekhalifahannya diteruskan oleh puteranya, Al-Hasan ra., tetapi sisa-sisa kekuatan pendukung ayahnya sudah banyak mengalamikemerosotan mental dan patah semangat. Bahkan terjadi penyeberangan ke pihak Mu’wiyah untuk mengejar kepentingan-kepentingan materi, termasuk ‘Ubaidillah binAl-‘Abbas (saudara misan Imam ‘Ali ra.) yang oleh Al-Hasan ra, diangkat sebagai panglima perangnya !Hilanglah sudah imbangan kekuatan antara pasukan Al-Hasan ra dan pasukanMu’awiyah, dan pada akhirnya diadakanlah perundingan secara damai antara kedua belah pihak. Dalam perundingan itu Al-Hasan ra. menyerahkan kekhalifan kepada Mu’awiyahatas dasar syarat-syarat tertentu, berakhirlah sudah kekhalifahan Ahlu-Bait Rasulallahsaw. Seluruh kekuasaan atas dunia Islam jatuh ketangan Mu’awiyah bin Abi Sufyan.Dengan hilangnya kekhalifahan dari tangan Ahlul-Bait, mulailah masa pem- basmian, pengejaran dan pembunuhan terhadap anak-cucu keturunan Ahlul-Bait dan pendukung- pendukungnya, yang dilancarkan oleh Daulat Bani Umayyah. Untuk mempertahankankekuasaan Daulat Bani Umayyah, Mu’awiyah mengerahkan segala dana dan tenagauntuk mengobarkan semangat kebencian, terhadap Imam ‘Ali ra khususnya dan anak cucu ke turunannya. Semua orang dari ahlul-bait Rasulallah saw. direnggut hak-hak asasinya, direndahkan martabatnya, dilumpuhkan perniagaannya dan di ancam

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Subasiny Rajoo liked this
Nera Il Kobah liked this
Ilham Mustofa liked this
Azizul Ibnu Abas liked this
Iwan Ruminto liked this
nerailkobah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->