Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
115Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Supremasi Hukum & HAM

Supremasi Hukum & HAM

Ratings:

4.83

(30)
|Views: 17,710 |Likes:
Artikel ini adalah opini pribadi penulis (Raimond Flora Lamandasa) yang dikirimkan untuk www.morowali.com
Artikel ini adalah opini pribadi penulis (Raimond Flora Lamandasa) yang dikirimkan untuk www.morowali.com

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: Raimond Flora Lamandasa, S.H., M.Kn. on May 13, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

 
Pentingnya Supremasi Hukum Dalam RangkaPeningkatan Perlindungan HAM
Oleh : Raimond F.Lamandasa, SH *)
Perlu dicatat, bahwa dari segi hukum, dalam sepuluh tahun terakhir ini adasejumlah kemajuan penting mengenai upaya bangsa ini untuk melindungi HAM.Seperti diketahui, ada sejumlah produk hukum yang penting tentang HAM. Mulaidari dikeluarkannya TAP MPR No. XVII/1998, amandemen UUD 1945 yangsecara eksplisit sudah memasukkan pasal-pasal cukup mendasar mengenai hak-hak asasi manusia, UU No.39/1999 tentang Hak-Hak Asasi Manusia, dan UU No.26/2000 tentang Pengadilan HAM. Dalam tataran hukum normatif, denganamandemen, UUD 1945 sebenarnya sudah dapat dijadikan sebagai dasar untuk memperkokoh upaya-upaya peningkatan perlindungan HAM. Tetapi denganadanya undang-undang tentang HAM dan peradilan HAM, secara institusionalmaupun hukum materil (hukum positif), menjadikan perangkat organik untuk menegakkan hukum dalam kerangka perlindungan HAM atau sebaliknya penegakan supremasi hukum dalam rangka perlindungan HAM menjadi kuat.Adanya Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) dan peradilan HAM patutdicatat sebagai perangkat kelembagaan dasar peningkatan upaya penghormatandan perlindungan HAM dengan peningkatan kelembagaan yang dapat dikaitkanlangsung dengan upaya penegakan hukum. Pada tataran implementasi, memangmasih banyak kelemahan dari kedua lembaga tersebut, akan tetapi denganadannya Komnas HAM dan peradilan HAM dengan sendirinya upaya-upaya1
 
 peningkatan penghormatan dan perlindungan HAM ini memiliki dua pijakan penting, yaitu pijakan normatif berupa konstitusi dengan UU organiknya sertaKomnas HAM dan peradilan HAM yang memungkinkan berbagai pelanggaranHAM dapat diproses sampai di pengadilan.Dengan demikian, maka perlindungan HAM dapat diletakkan dalamkerangka supremasi hukum karena telah memperoleh pijakan legal, konstitusionaldan institusional dengan dibentuknya kelembagaan yang berkaitan dengan HAMdan hukum. Namun demikian tidak berarti bahwa perjuangan HAM sebagaimanadilakukan oleh lembaga-lembaga di luar negeri tidak penting. Peran masyarakattetap penting, karena institusi Negara biasanya memiliki kepentingannya sendiri.Lebih-lebih bila dilihat dari logika penegakan HAM, dengan kekuasaan yangdimilikinya Negara, lebih khusus aparat pemerintah terutama yang berurusandengan keamanan dan pertahanan, termasuk yang paling potensial melakukan pelanggaran HAM. Tetapi sebaliknya Negara termasuk aparat kekuasaannya(Polisi dan Tentara) berkewajiban, bukan hanya melindungi, menghormati danmemberi jaminan atas HAM akan tetapi bila dilihat dari penegakan supremasihukum maka pemerintah dituntut untuk semakin menyempurnakan danmembenahi perangkat hukum dan perundang-undangan yang kondusif bagi penegakan HAM. Untuk mewujudkan hal ini, mau tidak mau diperlukan suatugrand agenda yang perlu dilakukan, yaitu :(1). Terus menyempurnakan Produk-produk hukum, perundang-undangan tentangHAM. Produk hukum tersebut perlu disesuaikan dengan semangat konstitusi yang2
 
secara eksplisit sudah memberi dasar bagi perlindunan dan jaminan atau HAM.Termasuk disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan dalam konvensi/kovenaninternasional tentang HAM, baik dari segi materi tentang HAM-nya itu sendirimaupun tentang kelembagaan Komnas HAM dan peradilan HAM.
(2)
melakukan inventarisasi, mengevaluasi dan mengkaji seluruh produk hukum,KUHP dan KUHAP, yang berlaku yang tidak sesuai dengan HAM. Banyak sekali pasal-pasal dalam berbagai UU yang tidak sesuai, bahkan bertentangan denganHAM. Termasuk beberapa UU yang dihasilkan dalam sepuluh tahun terakhir ini.Hal ini sebagai konsekuensi dari watak rejim sebelumnya yang memang anti-HAM, sehingga dengan sendirinya produk UU-nya pun kurang atau sama sekalitidak mempertimbangan masalah HAM. Dalam konteks ini, maka agenda inisejalan dan dapat disatukan dengan agenda reformasi hukum nasional danratifikasi konvensi/kovenan, internasional tentang HAM yang paling mendasar seperti kovenan sipil-politik dan kovenan hak ekonomi, sosial dan budaya berikut protocol operasionalnya. Dari segi ukuran maupun substansi serta permasalahannya hal ini merupakan agenda raksasa. Untuk itu pemerintah tidak  bisa bekerja sendiri, tetapi perlu melibatkan masyarakat yang memiliki perhatianyang sama seperti kalangan LSM bidang hukum. Dan untuk itu pula perlu dibuatskala prioritas supaya perencanaannya realistis dan pelaksanaannya dilakukan bertahap.
(3).
mengembangkan kapasitas kelembagaan pada instansi-instansi peradilandan instansi lainnya yang terkait dengan penegakan supremasi hukum dan perlindungan HAM. Penulis tidak ingin ikut membicarakan persoalan3

Activity (115)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Berjuang_Untuk_6279 added this note
THANKS UDAH SHARE
Gussix 'Guk' liked this
Febri Henky liked this
Fitri Felina liked this
psemØu liked this
Nisrina Rafifah liked this
Ayuk Ambarwati liked this
Dery Syah Putra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->