Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
15Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah 1

makalah 1

Ratings: (0)|Views: 2,362|Likes:
Published by asepucin

More info:

Published by: asepucin on Apr 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/21/2012

pdf

text

original

 
BAB I
 
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan suatu masyarakatmadani. Peradaban suatu bangsa akan tambah dan lahir dari sistem pendidikan yang digunakanoleh bangsa tersebut. Masyarakat yang berperadaban adalah masyarakat yang berpendidikan. Halini sesuai dengan konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Muhammad Naqib Al-attasmenurutnya pendidikan Islam itu lebih tepat diistilahkan dengan
at-ta¶dib
(disbanding istilah
tarbiyah, ta¶lim
dan lainnya) sebab dengan konsep ³ta¶dib´ pendidikan memberikanadab/kebudayaan. Dengan istilah ini juga dimaksudkan pendidikan berlangsung dengan terfokus pada manusia sebagai objeknya guna pemenuhan potensi intelektual dan spiritual.Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi yang semakin pesat, secara otomatismenuntut adanya penyesuaian-penyesuaian atau pembaharuan (inovasi) dalam bidang pendidikan. Pendidikan tidak cukup lagi diselenggarakan secara tradisional, berjalan apa adanyatanpa adanya target yang jelas dan tidak adanya prosedur pencapaian target yang terbukti efektif dan efesien. Apabila kita tetap mempertahankan cara-cara tradisional tanpa mengadakan perubahan sama sekali, maka jelaslah umat Islam dan pendidikan Islam akan semakin jauhteringgal dalam segala aspek. Untuk itulah perlu adanya inovasi dalam pendidikan Islamagarterlahir pendidikan Islam yang berkualitas.
 Modernisasi Pesantren; Kritik Nurholish Madjid Terhadap Pendidikan IslamTradisional,
(Jakarta: Ciputat Press, 2002), h. 59
 
BAB II
 
PEMBAHASANA.
 
Pengertian Inovasi Pendidikan
 Sebelum dijelaskan tentang pengertian inovasi pendidikan terlebih dulu akan dijelaskanarti inovasi secara umum. Kata ³inovasi´ berasal dari
innovation
(Inggris) atau
tajdid 
(Arab),
 
sering diterjemahkan sebagai suatu hal yang baru atau pembaharuan, namun ada pula yangmenggunakan kata tersebut untuk menyatakan penemuan (
invention
), karena hal yang baru itumerupakan hasil penemuan. Ada juga yang mengkaitkan antara pengertian inovasi dengan³modernisasi´, karena keduanya membicarakan usaha pembaharuan.Berdasarkan beberapa pengertian dasar tersebut kata inovasi dapat diartikan sebagai:
Suatu ide, barang, kejadian, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang barubagi seseorang atau sekelompok orang (masyaraka) ,baik itu hasil invensi atau discovery.
 Sedangkan istilah pendidikan Islam pada umumnya mengacu kepada term at-Tarbiyah,al-Ta¶dib dan al-Ta¶lim, pengertian dasarnya menunjukkan makna tumbuh, berkembang,memelihara, merawat, mengatur, dan menjaga kelestarian dan eksistensinya.Sedangkan secara filosofis mengisyaratkan bahwa proses pendidikan islam adalah bersumber pada pendidikan yang diberikan Allah sebagai ³pendidik´ seluruh ciptaan-Nya,termasuk manusia.Jadi yang dimaksud dengan inovasi pendidikan Islam dapat diartikan sebagai pembaharuan untuk memecahkan masalah di dalam pendidikan Islam. Atau dengan perkataanlain, inovasi pendidikan Islam ialah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamatisebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil penemuan (
invention
), atau discovery, yang digunakan untuk mencapai tujuan atau memecahkanmasalah pendidikan Islam.Pembaharuan atau
tajdid 
dalam Islam atau pendidikan Islam adalah sesuatu yang fitrahatau tabie sifatnya. Islam bukanlah suatu agama yang beku dalam pemikiran dan statik dalamamalan. Dinamika Islam memberikan ruang kepada kreativiti wujud. Kreativiti dalam pemikiranadalah dituntut tanpa menolak faktor syara¶. Berfikir reflektif adalah suatu keperluan kerena perubahan hari ini dan hari depan berasaskan cerminan masa lalu supaya wujud kesinambunganantara yang lepas dengan hari ini. Apa yang berlaku pada masa lalu memberikan kita landasantradisi yang baik. Keupayaan umat Islam mengimbangi faktor perubahan zaman ialahkebijaksanaan menjembatani faktor tradisi yang baik dan cemerlang dengan faktor perubahankini yang tidak lari dari kerangka fitrah.
B.
 
Paradigma Pendidikan Islam dan Implikasi Pengembangannya
 Bertolak dari asumsi bahwa
life is education and education is life
(lodge, 1947), dalamarti pendidikan merupakan persoalan hidup dan kehidupan manusia adalah proses pendidikan
 
maka pendidikan Islam pada dasarnya hendak mengembangkan pandangan hidup Islami, yangdiharapkan tercermin dalam sikap hidup dan keterampilan hidup orang Islam.Apa pandangan dan sikap hidup kita? Hal ini bias dipahami dari makna hidup itu sendiriyang dalam bahasa arab disebut dengan
al-hayah.
Makna
al-hayah
(hidup) adalah
al-harakah
 (bergerak atau gerakan/kegiatan), dan
al-harakah
adalah
al-barkah
(bergerak atau beraktivitasyang bias mendatangkan berkah), dan
al-barkah
adalah
al-ziyadah
(nilai tambah dalam hidup),
al-ni¶mah
(kenikmatan atau kenyamanan hidup), dan
al-sa¶adah
(kebahagiaan). Karena itu, pandangan hidup yang dimanifestasikan dalam sikap hidup dan keterampilan hidup seseorangharus bias mendatangkan berkah, yakni nilai tambah, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam hidup. Namun demikian, timbul pula pertanyaan: apa saja aspek-aspek kehidupan itu? Dalamkonteks inilah para pemikir dan pengembang pendidikan Islam mempunyai visi yang berbeda.Perbedaan tersebut tidak bias dilepaskan dari sistem politik dan latar belakang sosio-kulturalyang mengitarinya. Secara historis-sosiologis, setidak-tidaknya telah muncul beberapa paradigma perkembangan pendidikan Islam sebagai berikut.
1
.
 
Paradigma Formisme
 Di dalam paradigma ini, aspek kehidupan dipandang sangat sederhana, dan kata kuncinyaadalah dekotomi atau diskrit. Segala sesuatu hanya dilihat dari dua sisi yang berlawanan, sepertilaki-laki dan perempuan, ada dan tidak ada, bulat dan tidak bulat, madrasah dah non madrasah, pendidikan keagamaan dan nonkeagamaan atau pendidikan agama dan pendidikan umum,demikian seterusnya.Padangan yang dikotomis tersebut pada giliran selanjutnya dikembangkan dalam melihatdan memandang aspek kehidupan dunia dan akhirat, kehidupan jasmani dan rohani sehingga pendidikan Islam hanya diletakkan pada aspek kehidupan akhirat saja atau kehidupan rohanisaja. Seksi yang mengurusi masalah keagamaan disebut sebagai seksi kerohanian.Dengan demikian pendidikan keagamaan dihadapkan dengan pendidikan nonkeagamaan, pendidikan keislaman dengan pendidikan nonkeislaman, pendidikan agama dengan pendidikanumum, demikian seterusnya, sehingga pendidikan Islam (
al-Tarbiyah al-Islamiyah)
 berarti
al-tarbiyah al-diniyah/pendidikan keagamaan, ta¶lim al-din/pengajaran agama, al-ta¶lim al-dini/pengajaran keagamaan,
atau
al-ta¶lim al-islami/pengajaran keislaman
dalam rangka
tarbiyah al-muslimin
(mendidik orang-orang Islam).

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tarry Meiliyanti liked this
maksumhidayat liked this
Abi Ova liked this
MTs_ST liked this
a_arkan liked this
a_arkan liked this
Amam Rofiq liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->