Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
134Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KTI AAT Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Status Gizi Balita

KTI AAT Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Status Gizi Balita

Ratings: (0)|Views: 9,456 |Likes:
Published by john_ebleh01

More info:

Published by: john_ebleh01 on Apr 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2014

pdf

text

original

 
11
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitasSumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan secara berkelanjutan. Salahsatu faktor penentu utama kualitas sumber daya manusia adalah gizi(Depkes RI, 2002 : 1). Krisis yang melanda perekonomian Indonesia padapertengahan tahun 1997 telah berpengaruh negatif terhadap kondisiperekonomian secara menyeluruh dan khususnya terhadap kesejahteraanpenduduk. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat tidak mampumengakses pangan dan pada akhirnya berpengaruh terhadap keadaan giziterutama anak balita serta ibu hamil dan ibu menyusui(http://www.tomouto.net). Di negara berkembang, kesakitan dan kematianpada anak balita banyak dipengaruhi oleh keadaan gizi(Supariasa, 2001 : 184). Dengan demikian status gizi balita perludipertahankan dalam status gizi baik, dengan cara memberikan makananbergizi seimbang yang sangat penting untuk pertumbuhan (Paath, 2004 : 108).Menurut data RisKesDas (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2007 diIndonesia diketahui prevalensi balita dengan gizi buruk 5,4%, gizi kurang13,00%, gizi baik 77,20% dan gizi lebih 4,30%. Berdasarkan data dariDepartemen Kesehatan RI Tahun 2005, suatu masyarakat disebut tidak mempunyai masalah kesehatan bila hanya ada 2,0% balita mempunyai statusgizi kurang dan 0,5% balita mempunyai status gizi buruk. Sementara itu, diprovinsi Jawa Timur tercatat prevalensi balita dengan gizi buruk 4,8%, gizikurang 12,60%, gizi baik 78,00% dan gizi lebih 4,50%. Menurut data hasil
 
22Pemantauan Status Gizi (PSG) balita berdasarkan BB/U pada tahun 2008 diKabupaten Bojonegoro, dari 70.749 balita yang ditimbang didapatkan balitadengan gizi buruk 1,32%, balita dengan gizi kurang 13,15%, balita dengangizi baik 83,63% dan balita gizi lebih 1,90%. Sedangkan di PuskesmasNgumpakdalem dari 2.267 balita yang ditimbang didapatkan balita dengangizi buruk 2,03%, balita dengan gizi kurang 15,84%, balita dengan gizi baik 80,90% dan balita dengan gizi lebih 1,24%. Berdasarkan register pencatatanoperasional timbang Desa Ngumpakdalem tahun 2008 dari 323 balita yangditimbang didapatkan balita dengan gizi buruk 3,72%, balita dengan gizikurang 21,05%, balita dengan gizi baik 71,83% dan balita dengan gizi lebih3,41%.Berbagai faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita antara lainkurangnya persediaan pangan, kurang baiknya kualitas lingkungan(Almitsier S, 2001 : 301). Adapun faktor lain yang mempengaruhi adalahkondisi sosial ekonomi dan budaya keluarga seperti pola asuh keluarga(Depkes RI, 2002 : 2). Sosial ekonomi dapat diukur melalui variabel-variabel pendapatan keluarga, tingkat pendidikan dan pekerjaan(Notoatmodjo, S. 2005 : 68). Masalah gizi pada balita akan berdampak seriusterhadap kualitas generasi mendatang (Depkes RI, 2002 : 2). Pada obesitas(gizi lebih) pada anak bila terus berlanjut sampai dewasa dapat mengakibatkansemakin meningkatnya penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetesmelitus, hipertensi dan penyakit hati (Almitsier S, 2001 : 308). Selain itu gizikurang pada balita dapat menyebakan gangguan pertumbuhan fisik danperkembangan mental (Depkes RI, 2002 : 2). Gizi buruk akan mempengaruhibanyak organ dan sistem organ yang akan merusak sistem pertahanan tubuhterhadap mikroorganisme maupun pertahanan mekanik, dampak selanjutnya
 
33dapat terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan mental sertamenurunnya skor IQ (Pudjiadi S, 2001 : 134).Upaya penanggulangan gizi kurang yang dilakukan adalah peningkatanusaha pemberdayaan keluarga untuk ketahanan pangan tingkat rumah tangga,peningkatan upaya pelayanan gizi terpadu dan sistem rujukan dimulai daritingkat Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) hingga puskesmas dan rumahsakit, peningkatan komunikasi informasi dan edukasi di bidang pangan dangizi masyarakat dan intervensi langsung kepada sasaran melalui PemberianMakanan Tambahan (PMT), distribusi vitamin A dosis tinggi, tablet dan sirupbesi serta kapsul minyak beriodium (Almatsier S, 2001 : 307).Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukanpenelitian tentang “Hubungan Sosial Ekonomi Keluarga dengan Status GiziBalita di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegorotahun 2009”.
B.
 
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat dirumuskanpermasalahan sebagai berikut : “Apakah ada hubungan antara sosial ekonomikeluarga dengan status gizi balita di Desa Ngumpakdalem Kecamatan DanderKabupaten Bojonegoro ?”.
C.
 
Tujuan Penelitian1.
 
Tujuan umum
Untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi keluarga dengan status gizibalita di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.

Activity (134)

You've already reviewed this. Edit your review.
Dha'yy Eadha liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Sammy Bacrit liked this
sayu22 liked this
ellyastutyejej liked this
adekonstantin liked this
uje liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->