3Juni 2009). Dampak yang ditimbulkan dari diare adalah terjadinya kekurangancairan atau dehidrasi, gangguan keseimbangan asam basa (
asidosis metabolik
)yang secara klinis berupa pernafasan
kussmaul
, gangguan gizi akibat muntahdan gangguan sirkulasi darah yang dapat berupa renjatan hipovolemik (Mansjoer A, 2005 : 502). Dehidrasi dan malnutrisi adalah akibat yang palingberat dari diare, keduanya dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat jika tidak diobati dengan benar (Ramaiah S, 2000 : 23).Untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian diare, pemerintahmelalui Dinas Kesehatan melakukan beberapa upaya : 1) Meningkatkankualitas dan kuantitas tatalaksana diare melalui pendekatan MenejemenTerpadu Balita Sakit (MTBS) dan perkembangan Pojok Oralit,2) Mengupayakan tatalaksana penderita diare di rumah tangga secara tepat danbenar, 3) Meningkatkan upaya pencegahan melalui kegiatan KIE,4) Meningkatkan sanitasi lingkungan, 5) Meningkatkan kewaspadaan dini danpenanggulangan kejadian luar biasa diare (DepKes RI, 2000 : 6-7). Upayapencegahan diare meliputi : memberikan ASI, memperbaiki makananpendamping ASI, menggunakan air bersih yang cukup, mencuci tangan,menggunakan jamban, membuang tinja bayi dengan benar dan memberikanimunisasi campak karena pemberian imunisasi campak dapat mencegahterjadinya diare yang lebih berat lagi (Depkes, 2007 : 59).