TINJAUAN TEORI
A.
Pengertian Konsep, dan Paradigma Keperawatan
.Konsep merupakan kerangka berpikir yang membentuk suatu teori, yang menjelaskanketerkaitan antar variabel ( Suhartono Taat Putra, 2000 ). Kathleen K.B. et.al.( 2006 )mengatakan konsep adalah kata-kata yang menunjukkan gambaran dalam pikiran mengenaifenomena dan juga konsep adalah kata-kata yang menunjukkan gambaran pikiran tentangkarateristik dan arti dari obyek, kejadian atau sesuatu. Konsep dapat 1) mudah diamati ataukongkret, ide-ide seperti thermometer, ruam dan lesi. 2) dapat diamati secara tidak langsung atauinferensial, ide seperti nyeri dan suhu atau 3) tidak dapat diamati atau abstrak, ide sepertiekuilibrium, adaptasi, stress dan ketidakberdayaanDidalam keperawatan ada empat konsep utama telah diidentifikasi sebagai metaparadigmakeperawatan. Istilah ini berasal dari dua kata Yunani : meta yang memiliki “ dengan “ dan paradigma yang memiliki arti “ pola” . Pengertian paradigma juga dibahas oleh Masterman( 1970 ) yang dikutip oleh Alimul Azis, mendefinisikan paradigma sebagai pandanganfundamental tentang persolan dalam suatu cabang ilmu pengetahuan. Poerwanto P ( 1997 )mengartikan paradigma sebagai suatu perangkat bantuan yang memiliki pola dan cara pandangdasar yang khas dalam melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakanmengenai suatu kenyataan atau fenomena kehidupan manusia. Empat konsep tersebut adalahsebagai berikut :1.Konsep Manusia .Manusia bertindak sebagai klien yang merupakan mahluk biopsikososial dan spiritual yangmemilki sifat unik dengan kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat perkembangannya masing-masing. Manusia bertindak sebagai klien dalam konteks paradigmakeperawatan ini bersifat individu, keluarga, kelompok dan komunitas dalam suatu system.Konsep manusia lain dalam paradigma keperatan adalah manusia sebagai system, dimanamanusia terdiri dari komponen subsistem yang telah membentuk suatu system. Systemtersebut dapat meliputi sistemterbuka, system adaptif dan system personal, interpersonal dansocial yang secara umum dapat dikatakan sebagai mahluk holistic ( utuh ). Sebagai systemterbuka, manusia dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan, baik fisik, psikologis, social maupun spiritual sehingga proses perubahan pada manusia akan selaluterjadi khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar. System adaptif, manusia akanmerespon terhadap perubahan yang ada dilingkungannya yang selalu akan menunjukkan perilaku adaptif dan maladaptif. Sebagai system personal, interpersonal dan social, manusiamemiliki persepsi, pola kepribadian dan tumbuh kembang yang tidak sama, juga memiliki