2.
Pembentukan RIS3.
Pembentukan Uni Indonesia-Belanda4.
Pembentukan tentara
K
NIL dan
K
L yang diintegrasikan ke dalam APRIS.5.
Piagam tentang kewarganegaraan6.
Persetujuan ekonomi keuangan7.
Masalah irian Barat akan dibicarakan setahun kemudianDengan pengakuan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949, maka berakhirlah masa revolusi bersenjata di Indonesia dan secara de jure pihak Belanda telah mengakui kemerdekaanIndonesia dalam bentuk Negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Namun atas kesepakatnrakyat Indonesia maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dengan dibentuknya Negara
K
esatuan Republik Indonesia (N
K
RI). Selanjutnya pada tanggal 28 September 1950,Indonesia diterima menjadi anggota PBB yang ke 60. Hal ini berarti bahwa kemerdekaanIndonesia secara resmi diakui oleh dunia Internasional.
Kembali Ke NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia )
Hasi persetujuan dalam
K
MB berakhir pada tanggal 2 November 1949 adalah dibentuknyasatu negara federal Indonesia yaitu Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari Negara-negara bagian diantaranya Republik Indonesia, Negara Sumatera Timur, Negara SumateraSelatan, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Indonesia Timurdan9 satuan kenegaraan yang berdiri sendiri yaitu
K
alimantan Barat,
K
alimantan Timur, Bangka,Belitung, Riau, Jawa Tengah. Namun, dalam
K
abinet RIS hanya dua orang yang mendukung sistem federal di Indonesia(yaitu Sultan Hamid II dan Anak Agung Gede Agung), sisanya (seperti Sri SultanHamengkubuwono IX, Arnold Manuhutu, dan lain-lain) lebih mendukung sistem N
K
RI.Dengan demian, maka keinginan untuk membubarkan RIS dan membentuk N
K
RI semakinkuatDasar pembentukan negara federal di Indonesia sangat lemah dan tidak didukung oleh suatuikatan ideology yang kuat, dengan tujuan kenegaraan yang tidak jelas dan tanpa dukunganrakyat banyak. Eksistensinya sangat tergantung pada kekuatan militer Belanda yang terdiridari
K
oninklijk Leger (
K
L) atau tentara
K
erajaan Belanda dan
K
oninklijk Nederland IndischLeger (
K
NIL) atau Tentara
K
erajaan Hindia Belanda.Pada tanggal 19 Mei 1950, diadakan persetujuan antara RIS dengan RI untuk mempersiapkan prosedur pembentukan negara kesatuan. Pihak RIS diwakili oleh pPerdana Menteri Moh.Hatta dan pihak RI diwakili oleh dr. Abdul Halim. Menurut persetujuan itu, Negar
K
esatuanRepublik Indonesia (N
K
RI) akan dibentuk oleh RIS bersama-sama dengan RI di Yogyakrta.Untuk pelaksanaan dibentuk panitia gabungan RIS dan RI yang bertugas merancang Undang-Undang Negara
K
esatuan yang dipimpin oleh Prof. Soepomo dan pada tanggal 20 Juli 1950 berhasil menyelesaikan tugasnya. Rancangan Undang-Undang Negara
K
esatuan diserahkankepada dewan-dewan perwakilan negar bagian untuk disempurnakan. Undang-Undang Negara
K
esatuan Republik Indonesia mengandung unsur-unsur dari UUD 1945 dan UUDRIS. Akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1950, rancangan Undang-Undang Dasar Negar
K
esatuan Republik Indonesia diterima dengan baik oleh senat dan parlemen RIS serta
K
NIP.