Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Birokrasi Yang Mati Rasa (2)

Birokrasi Yang Mati Rasa (2)

Ratings: (0)|Views: 26|Likes:
Published by dinoroy aritonang

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: dinoroy aritonang on Apr 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

 
Birokrasi yang Mati Rasa (2)
Dinoroy AritonangDosen di STIA LAN Bandung dan Mahasiswa Pascasarjana Hukum Kenegaraan UGM.Kasus Gayus Tambunan, mantan pegawai Dirjen Pajak Kementerian Keuangan yangditetapkan sebagai tersangka kasus penyelewenangan pajak, semakin menunjukkan bahwatabiat birokrasi Indonesia memang amat sulit untuk diubah. Birokrasi masih dipenuhi denganspirit dan perilaku yang buruk dan koruptif. Sayangnya, hal ini juga sarat menjangkitiinstitusi penegak hukum dalam jenjang dan bidang apa pun. Insitusi yang seharusnyamerealisasikan keadilan dan kebenaran malah mempermainkan keadilan dan kebenaran itusendiri.
µExtraordinary Crime¶
Korupsi bukanlah kasus hukum yang biasa. Predikat ³tidak biasa´ melekat karena tindak  pidana satu ini merupakan imbas negatif penggunaan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa(birokrasi). Sehingga, aktor pelakunya pasti bukan orang-orang yang biasa pula. Oleh karenaitu, perbuatan pidana ini dinamakan extraordinary karena memang ada sesuatu yang tidak  biasa di dalamnya.Sifatnya yang ekstra tersebut muncul karena di dalamnya bertemu dua hal saling"menguntungkan", yaitu, kekuasaan dan kepentingan pribadi atau golongan. Pertemuankeduanya melanggengkan jalan untuk menyimpangi peraturan yang membatasinya, terutamasecara prosedural. Sebab, apabila suatu perbuatan hukum telah memenuhi secara prosedural, paling tidak secara kasat mata perbuatan tersebut sah dan tidak melanggar hukum. Tetapi, belum tentu apabila dilihat dari sisi material perbuatannya.Selain itu, sifatnya yang elitis telah membuat sistem yang mewadahinya menjadi tidatransparan dan susah untuk diawasi. Kepentingan yang dipertaruhkan cukup besar, yaitukepentingan banyak individu yang berada dalam sistem itu. Bahkan, bisa ditutupi dengandalih untuk menyelamatkan kepentingan lembaga atau kepentingan negara.
Penyakit Kekuasaan
Lord Acton pernah berpendapat bahwa power tends to corrupt and absolute power corruptsabsolutely. Hal ini sangat relevan kalau menilik kasus Gayus Tambunan beserta penegak- penegak hukum yang diduga terlibat dalam rekayasa penyelesaian kasus perpajakan tersebut.Dengan kekuasaannya yang besar, birokasi menempatkan kewenangan dan jabatan menjadi³jimat´ untuk menguntungkan dirinya sendiri dan pihak-pihak lain.Ada beberapa hal yang patut diwaspadai dari perilaku buruk birokrasi, terutama yangmemiliki kewenangan mulai dari hilir sampai hulu, seperti Kementerian Keuangan.Kewenangan hulu sampai ke hilir tersebut terwujud apabila pihak birokrasi berperan menjadi pelaku pelayanan publik sekaligus sebagai pembuat peraturan (regulator), pengawas(controller) dan pihak atau wadah penyelesaian sengketa (adjudicator).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->