Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Human Papilloma Virus Adalah Virus Double Stranded Dna Circular Yang Termasuk Dalam Golongae Tryyyyyyyyyy

Human Papilloma Virus Adalah Virus Double Stranded Dna Circular Yang Termasuk Dalam Golongae Tryyyyyyyyyy

Ratings: (0)|Views: 1,946|Likes:
Published by gyrdaarlina

More info:

Published by: gyrdaarlina on Apr 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

 
Human Papilloma Virus adalah virus double stranded DNAcircular yang termasuk dalamgolongan Papilomaviridae. Dengan mikroskop elektron virus HPV berbentukikosahedraldengan ukuran 55 nm, memiliki 72 kapsomer dan 2 protein kapsid yaituL1 dan L2. VirusDNA ini dapat bersifat mutagen. Infeksi virus HPV telahdibuktikan menjadi penyebablesi pra kanker, kondiloma akuminatum,dan kanker. MeskipunHPV pada umumnyamenyerang wanita tetapi virus ini juga mempunyai peranan dalamtimbulnya kanker padaanus, vulva, vagina, penis dan beberapa kanker orofaring. Human Papilloma VirusHuman Papilloma Virus adalah virus double stranded DNAcircular yang termasuk dalamgolongan Papilomaviridae. Dengan mikroskop elektron virus HPV berbentukikosahedraldengan ukuran 55 nm, memiliki 72 kapsomer dan 2 protein kapsid yaituL1 dan L2. VirusDNA ini dapat bersifat mutagen. Infeksi virus HPV telahdibuktikan menjadi penyebablesi pra kanker, kondiloma akuminatum,dan kanker. MeskipunHPV pada umumnyamenyerang wanita tetapi virus ini juga mempunyai peranan dalamtimbulnya kanker padaanus, vulva, vagina, penis dan beberapa kanker orofaring.Terdapat 138 strain HPV yang sudah diidentifikasi, 30diantaranya dapat ditularkan lewathubungan seksual. HPV ditularkan melalui kontak seksual (umur 15hingga 49 tahun),tapi tidak seorang dokterpun dapat memperkirakan kapaninfeksi itu terjadi. Kebanyakaninfeksi HPV juga dapat mengalami remisi setelahbeberapa tahun. Beberapa diantaranyaakan menetap tanpa atau dengan menyebabkanabnormaitas pada sel.Beberapatipe HPV bersifat virus risiko rendah karena jarang menyebabkan kanker.Sedangkantipe yang lain bersifat virus risiko tinggi. Baik tipe risiko tinggi maupuntiperisiko rendah dapat menyebabkan pertumbuhan yang abnormal pada sel tetapisecaraumum hanya HPV tipe risiko tinggi yang dapat memicu kanker. Virus HPVrisiko tinggiyang dapat ditularkan melalui hubungan seksual adalah tipe16,18,31,33,35,39,45,51,52,56,58,59,68,69, dan mungkin masih terdapat beberapatipelain. Di Indonesia tipe virus yang menyebabkan kanker adalah tipe 16,18,52dan 45.Penelitian epidemiologi tentang kanker serviks dan peyebaran jenisvirusnya masihsedikit.Tipevirus risiko tinggi biasanya menimbulkan lesi rata dan tak terlihatdibandingkan tiperisiko rendah yang menimbulan pertumbuhan seperti jenggerayam pada tipe HPV 6 dan11 atau dikenal sebagai kondiloma akuminatum. Perludicatat mayoritas virus HPV risikotinggi dapat mengalami remisi secaraspontan. Peremuan dan penelitian kasus kontrol danKohort bersama denganpemeriksaan laboratorium terhadap infeksi HPV onkogenik memperlihatkan bahwainfeksi persisten terhadap tipe HPV risiko tinggi merupakan penyebab pentingkanker serviks. Penyebab terbanyak kanker serviks adalah tipe 16 dan18. Tipe16 memberikan kontribusi sebesar lebih dari 60% sedangkan tipe 18 sekitar 10%.Tipe45 dan 31 memberikan kontribusi 10%. Hal ini sesuai dengan yang
 
dipublikasikandalam Lancet Oncology bulan April 2005. Kanker serviks yangdisebabkan HPVumumnya berjenis karsioma sel skuamosa.Kemungkinanseorang wanita terpapar dengan infeksi HPV selama kehidupan seksualnyamencapai70%. Sedangkan faktor risiko yang dapat mempermudah terjadi karsinomaselskuamosa adalah hubungan seksual diri, pasangan seksual yang banyak, merokok,dan pemakaian kontrasepsi oral.Penelitianyang dilakukan di laboratonium memperlihatkan HPV memiliki selubung proteinyang dikenal dengan kapsid mayor L1 dan minor L2 serta memproduksi proteinyangdikenal sebagai protein E1, E2 ES, E6, dan E7. Protein E1 dan E2 berperandalamproses replikasi. Sementara protein HPV ES mungkin berikatan denganreseptorPDGF, E6 akan mempengaruhi protein p53, dan E7 dengan protein RB. ProteinRB,dan p53 ada pada semua manusia dan berfungsi mencegah pertumbuhan selsecaraberlebihan. Adanya infeksi HPV yang tidak dapat diatasi oleh tubuh akanmenjadipemicu terjadinya pertumbuhan sel abnormal. Dalam hal ini terjadimutagenesispada sel. Peneliti menggunakan jalur ini untuk melakukan interupsi prosespertumbuhan. Adanya antigen virus seperti struktur protein kapsid L1,L2,onkoprotein E6 dan E7 menjadi salah satu dasar dibuatnya vaksin HPV.Walaupunsukar untuk didefinisikan dengan tepat adanya respon imun alami menjadisangatpenting dan terdapatnya kelemahan pada sistem imunitas seluler berkorelasidengan peningkatan penyakit dan kanker.VaksinVaksin adalah zat yang terbuat dari bagian virus atau kumanyang tujuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu.Isu tentang dapat dibuatnyavaksin untuk HPV sudah mulai di publikasikan pada majalahFrontiers in Bioscience diawal tahun 2003.Kebanyakanvaksin profilaktik merupakan partikel protein mirip virus (VLP) yangdibuatdari struktur protein yang dikenal sebagai L1. Penelitian klinis faseImemperlihatkan tingkat keamanan dan respon imun yang dihasilkan cukup baik,tetapidata tentang efektivitasnya masih terbatas. Yang dimaksud denganefektivitas vaksinadalah kemampuan vaksin ini untuk mencegah kanker biladiberikan pada manusia.Percobaan tentang efektivitas vaksin sampai saat masihterus dievaluasi termasuk  pembuatan vaksin yang berasal peptida E6 dan E7,gabungan beberapa protein lain,
  plasmid DNA tak berkapsul, dan vaksin virusrekombinan.Penelitiandi lnggris pada tahun 2003 menyatakan rekombinan partikel protein vaksinmiripvirus (VLP) HPV dapat ditoleransi dengan baik dan dapat mencegahdengansempurna (mendekati 100%) serangkaian infeksi virus HPV tipe 16. Sementaraitupeneliti lain menyimpulkan seluruh vaksin yang sudah dibuat cukup aman dandapatditoleransi baik oleh tubuh manusia. Data-data pendahuluan yang ada jugamengindikasi bahwa vaksin tersebut secara klinis sangat efektif.
 
Sepertisudah diketahui HPV mempunyai dua kapsid protein yaitu L1 dan L2. L1 bersifatmayor dan L2 bersifat minor. Pembuatan vaksin dengan protein L1 sajasudahmencakup keduanya sehingga dapat melawan terjadinya infeksi virus HPVsecarakeseluruhan.Penelitianakhir-akhir ini memperlihatkan vaksin partikel mirip virusmonovalenmemperlihatkan efektivitas dalam mencegah neoplasi intraepitelialserviks(CIN). Data ini dapat memperkirakan bahwa vaksin mempunyai potensimengurangikanker serviks di seluruh dunia.PenelitianDiane M.Harper dkk yang dipublikasi di majalah Lancet 2004,menunjukanefektivitas penggunaan VLP HPV 16 dan 18 secanr efektif dapat melawaninfeksiHPV tipe 16 dan 18.Vaksin yang dibuat juga mempunyai imunogenitas yangtinggi,toleransi yang baik dan aman.Penelitian yang dilakukan secara acak pada 1.113 wanita yangberumur antara 15 - 25tahun di Amerika Utara dan Brazil pada mereka yangmendapat 3 dosis vaksin dengan
 formula adjuvant AS04 atau placebo, yangdiberikan pada bulan ke-0, ke-1 dan ke-6. Dan penelitian ini didapatkan efektivitas mencegah terjadinya infeksiHPV mencapai 91,6%,dan mengatasi infeksi persisten 100%. Saat ini penelitiansudah mencakup pada usia yanglebih tua yaitu 26-55 tahun dan memperlihatkantingkat keamanan yang baik dan reaksiimunogenisitas yang cukup tinggi.SkriningMeskipun vaksin pencegah kanker serviks telah ditemukantetapi itu hanya efektif padavirus tipe risiko rendah 6 dan 11 yangmenyebabkan kondiloma akuminatum dan virustipe risiko tinggi 16 dan 18 yangmenyebabkan kanker serviks. Beberapavaksin
 mungkin dapat membangkitkan reaksi imunitas untuk tipe 45 dan 31. Vaksintidak akanefektif untuk tipe virus yang lain dan juga tidak efektif bagimereka yang telah terinfeksivirus HPV tipe 6,11 dan 16,18 sehingga masihdiperlukan skrining. Melakukan skrining pada banyak orang memerlukan biaya yangmahal. Untuk meningkatkan efektivitasskrining ada 3 cara yang dianjurkanyaitu: a) Meningkatkan interval skrining pada wanitayang sudah melakukanskrining berulang dan hasilnya normal; b) Menggunakan metoda baru dalammemproses hasil sitologi seperti metoda sitologi dengan basis cair; c)Melakukantes DNA HPV tipe risiko tinggi.KonselingSebelummemberikan vaksin perlu ditenangkan terlebih dahulu manfaat pemberian,efeksamping, dan efektivitas. Perlu diketahui vaksinasi ini hanya untuk pencegahandan bukan untuk pengobatan. Vaksinasi bila diberikan pada mereka yang sudahmendapatinfeksi atau lesi prakanker hasilnya kurang efektif.Berikut adalah resume guidelines yang dapat dipakai sebagaipatokan pemberian vaksinHPV:

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ukh Chy liked this
Neno Penggoam liked this
Dinna Devi liked this
yeyniz liked this
Eko Pratama liked this
gandvist_dea liked this
nisasuka liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->