Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Materi Askeb IV Try

Materi Askeb IV Try

Ratings: (0)|Views: 127|Likes:
Published by kusi09

More info:

Published by: kusi09 on Apr 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2014

pdf

text

original

 
RINGKASAN MATERI
“ RUPTUR UTERI”
Terjadinya rupture uteri pada seorang ibu hamil atau sedang bersalin masih merupakan suatubahaya besar yang mengancam jiwanya dan janinnya. Kematian ibu dan anak karena rupture uterimasih tinggi. Insidens dan angka kematian yang tinggi kita jumpai dinegara-negara yang sedangberkembang, seperti afrika dan asia. Angka ini sebenarnya dapat diperkecil bila ada pengertian daripara ibu dan masyarakat. Prenatal care, pimpinan partus yang baik, disamping fasilitas pengangkutandari daerah-daerah periver dan penyediaan darah yang cukup juga merupakan faktor yang penting.Ibu-ibu yang telah melakukan pengangkatan rahim, biasanya merasa dirinya tidak sempurnalagi dan perasaan takut diceraikan oleh suaminya. Oleh karena itu, diagnosis yang tepat sertatindakan yang jitu juga penting, misalnya menguasai teknik operasi.Menurut waktu terjadinya:1.Rupture uteri gravidarumTerjadi waktu sedang hamil, sering berlokasi pada konpus2.Rupture Uteri durante partumTerjadi waktu melahirkan anak, lokasinya sering pada SBR. Jenis inilah yang palingterbanyak.Menurut lokasinya:
1.
Korpus UteriBiasanya terjadi pada rahim yang sudah pernah mengalami operasi, seperti; SC klasik(korporal) atau miomektomi.
2.
Segmen bawah rahimBiasanya terjadi pada partus yang sulit dan lama (tidak maju). SBR tambah lama tambahtegang dan tipis dan akhirnya terjadi rupture uteri.
3.
Servik uteriBiasanya terjadi pada waktu melakukan ekstraksi forsep atau versa dan ekstraksi, sedangpembukaan belum lengkap.
4.
Kolpoporeksis-kolporeksiRobekan-robekan diantara servik dan vagina.Menurut etiologinya;
1.
Rupture uteri spontaneamenurut etiologi dibagi menjadi 2:
a.
Karena dinding rahim yang lemah dan cacat, misalnya pada bekas SC, miomektomi,perforasi waktu kuretase, histerorafia, pelepasan plasenta secara manual
 b.
Karena peregangan yang luar biasa pada rahim, misalnya pada panggul sempit ataukelainan bentuk panggul, janin besar seperti janin penderita DM, hidrops fetalis, postmaturitas dan grande multipara.
2.
Rupture uteri vioventa (traumatika), karena tindakan dan trauma lain seperti;a.ekstraksi forsef b.Versi dan ekstraksic.Embriotomid.Versi brakston hickse.Sindroma tolakan (pushing sindrom)f.Manual plasentag.Curetaseh.Ekspresi kisteler/cred
i.
Pemberian pitosin tanpa indikasi dan pengawasan
 j.
Trauma tumpul dan tajam dari luar Menurut gejala klinis: 
1.
Rupture uteri imminens (membakat=mengancam): penting untuk diketahui
2.
Rupture uteri sebenarnya
 
Mekanisme rupture uteri Pada umumnya uterus dibagi atas 2 bagian besar corpus uteri dans ervik uteri. Batas keduanyadisebut ishmus uteri pada rahim yang tidak hamil. Bila kehamilan sudah kira-kira kurang lebih dari20 minggu, dimana ukuran janin sudah lebih besar dari ukuran kavum uteri, maka mulailanterbentuk SBR ishmus ini. Batas antara korpus yang kontraktil dan SBR yang pasif disebutlingkaran dari bandl. Lingkaran bandl ini dianggap fisiologi bila terdapat pada 2 sampai 3 jaridiatas simpisis, bila meninggi, kita harus waspada terhadap kemungkinan adanya rupture uterimengancam (RUM). Rupture uteri terutama disebabkan oleh peregangna yang luar biasa dariuterus. Sedangkan uterus yang sudah cacat, mudah dimengerti, karena adanya lokus minorisresisten. Pada waktu inpartu, korpus uteri mengadakan kontraksi sedang SBR tetap pasif danservik menjadi lunak (efacement dan pembukaan). Bila oleh sesuatu sebab partus tidak dapatmaju (obstruksi), sedang korpus uteri berkontraksi terus dengan hebatnya (his kuat) maka SBRyang pasif ini akan tertarik keatas, menjadi bertambah reggang dan tipis. Lingkaran bandl ikutmeninggi, sehingga sewaktu-waktu terjadi robekan pada SBR tadi. Dalam hal terjadinya ruptureuteri jangan dilupakan peranan dari anchoring apparrtus untuk memfiksir uterus yaitu ligamentumrotunda, ligamentum sacro uterina dan jaringan parametra.Diagnosisi dan gejala klinis:Gejala rupture uteri mengancam1.Dalam tanya jawab dikatakan telah ditolong atau didorong oleh dukun atau bidan, partussudah lama berlangsung.2.Pasien nampak gelisah, ketakutan, disertai dengan perasaan nyeri diperut.3.Pada setiap datangnya his pasien memegang perutnya dan mengerang kesakitan, bahkanmeminta supaya anaknya secepatnya dikeluarkan.4.Pernafasan dan denyut nadi lebih cepat dari biasanya.5.Ada tanda dehidrasi karena partus yang lama (prolonged laboura), yaitu mutut kering, lidahkering dan halus badan panas (demam).6.His lebih lama, lebih kuat dan lebih sering bahkan terus menerus.7.Ligamentum rotundum teraba seperrti kawat listrik yang tegang, tebal dan keras terutamasebelah kiri atau keduannya.
8.
Pada waktu datangnya his, korpus uteri teraba keras (hipertonik) sedangkan sbr teraba tipisdan nyeri kalau ditekan.
9.
Penilaian korpus dan sbr nampak lingkaran bandl sebagai lekukan melintang yang bertambahlama bertambah tinggi, menunjukkan sbr yang semakin tipis dan teregang.sering lingkaranbandl ini dikelirukan dengan kandung kemih yang penuh untuk itu lakukan kateterisasikandung kemih. Dapat peregangan dan tipisnya sbr didinding belakang sehingga tidak dapatkita periksa. Misalnya terjadi pada asinklintismus posterior atau letak tulang ubun-ubunbelakang.10.Perasaan sering mau kencing karena kandung kemih juga tertarik dan teregang keatas,terjadi robekan-robekan kecil pada kandung kemih, maka pada kateterisasi ada hematuria.11.Pada auskultasi terdengar denyut jantung janin tidak teratur (asfiksia).12.Pada pemeriksaan dalam dapat kita jumpai tanda-tanda dari obstruksi, seperti edema portio,vagina, vulva dan kaput kepala janin yang besar.Gejala-gejala rupture uteri:
1.
 Anamnesis dan infeksi
a.
Pada suatu his yang kuat sekali, pasien merasa kesakitan yang luar biasa, menjeritseolah-olah perutnya sedang dirobek kemudian jadi gelisah, takut, pucat, keluar keringatdingin sampai kolaps.b.Pernafasan jadi dangkal dan cepat, kelihatan haus.c.Muntah-muntah karena rangsangan peritoneumd.Syok nadi kecil dan cepat, tekanan darah turun bahkan tidak teratue.Keluar perdarahan pervaginam yang biasanya tidak begitu banyak, lebih-lebih kalaubagian terdepan atau kepala sudah jauh turun dan menyumbat jalan lahir.
f.
kadang-kadang ada perasaan nyeri yang menjalar ketungkai bawah dan dibahu.g.Kontraksi uterus biasanya hilang.
 
h.Mula-mula terdapat defans muskuler kemudian perut menjadi kembung danmeteoristis (paralisis khusus).2.Palpasia.Teraba krepitasi pada kulit perut yang menandakan adanya emfisema subkutanb.Bila kepala janin belum turun, akan mudah dilepaskan dari PAPc.Bila janin sudah keluar dari kavum uteri, jadi berada dirongga perut, maka terababagian-bagian janin langsung dibawah kulit perut, dan di sampingnya kadang-kadangteraba uterus sebagai suatu bola keras sebesar kelapa.d.Nyeri tekan pada perut, terutama pada tempat yang robek3.AuskultasiBiasanya denyut jantung janin sulit atau tidak terdengar lagi beberapa menit setelah rupture,apalagi kalau plasenta juga ikut terlepas dan masuk kerongga perut.
4.
Pemeriksaan dalama.Kepala janin yang tadinya sudah jauh turun kebawah, dengan mudah dapat didorongkeatas, dan ini disertai keluarnya darah pervaginam yang agak banyak
 b.
Kalau rongga rahim sudah kosong dapat diraba robekan pada dinding rahim dankalau jari atau tangan kita dapat melalui robekan tadi maka dapat diraba usus, omentumdan bagian-bagian janinc.Kateterisasihematuri yang hebat menandakan adanya robekan pada kandung kemihd.Catatan1)Gejala rupture uteri incomplit tidak sehebat komplit2)Rupture uteri yang terjadi oleh karena cacat uterus biasanya tidak didahului oleh uterimengancam.3)Sangat penting untuk diingat lakukanlah selalu eksplorasi yang teliti dan hati-hatisebagai kerja tim setelah mengerjakan sesuatu operative delivery, misalnya sesudahversi ekstraksi, ekstraksi vakum atau forsef, embriotomi dan lain-lainDiagnosa Banding:1.Solusio Plasenta2.Plasenta Previa3.Rupture UteriUpaya pencegahan (provilaksis)
1.
Panggul sempit (CPD) Anjurkan bersalin dirumah sakit2.Malposisi kepalaCobalah lakukan reposisi, kalau kiranya sulit dan tidak berhasil, pikirkan untuk melakukan SCprimer saat inpartu3.Malpresentasiletak lintang atau presentasi bahu, maupun letak bokong, presentasi rangkap.4.Hidrosefalus
5.
Rigid servik
6.
Tetania uteri
7.
Tumor jalan lahir 
8.
Grandemultipara dan abdomen pendulum
9.
Pada bekas SC
10.
Uterus cacat karena miomektomi, curetage, manual uri, maka dianjurkan bersalin diruma sakitdengan pengawasan yang teliti
11.
Rupture uteri karena tindakan obstetrik dapat dicegah dengan bekerja secara legeartis, jangan melakukan ekspresi kristeler yang berlebih-lebihan, bidan dilarang memberikanoksitosin sebelum janin lahir Tindakan pertama adalah mengatasi syok, memperbaiki keadaan umum penderita denganpemberian infus cairan dan tranfusi darah, kardiotonika, antibiotika. Bila keadaan umum mulai baik,tindakan selanjutnya adalah melakukan laparatomi dengan tindakan jenis operasi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->