f) Banyaknya Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) illegal.-
BENTUK-BENTUK KERJASAMA ANTARNEGARA
Kerja sama Luar negeriSehubungan dengan tugas membina kerja sama luar negeri, Biro Kerja Sama Luar Negeri danHumas memfasilitasi program dan kegiatan: kerja sama bilateral, regional, dan multilateral sertaantarlembaga, baik dengan lembaga negara maupun lembaga swadaya masyarakat; penyelenggaraan sekolah Indonesia di luar negeri; pemberian beasiswa Pemerintah RI untuk warga asing; pelaksanaan tugas Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud); dan pelaksanaan program KNIU (Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO).
Kerja sama Bilateral
Kerja sama bilateral, yang dikoordinasikan oleh Bagian Kerja Sama Bilateral, lazimnya dapatdilaksanakan antara Indonesia dan suatu negara yang memiliki hubungan diplomatik denganIndonesia dan keduanya telah menandatangani ³Persetujuan´ atau Agreement, yang akanmenjadi payung bagi semua bentuk kerja sama bilateral. Kerja sama bilateral dalam bidang pendidikan, pemuda dan olahraga dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU), yang diikuti dengan kesepakatan pelaksanaannya yang dituangkandalam ³Pengaturan Pelaksanaan´ atau Implementational Arrangements bersama RencanaAksinya ( Action Plan ).
Kerja sama Regional
Kerja sama regional pada dasarnya berkenaan dengan kerja sama antarnegara-negara di AsiaTenggara yang dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan dimulai pada tahun1965 ketika SEAMEO ( South-East Asia Ministers of Education Organization ) dibentuk denganlima negara anggota, yaitu Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sekaranganggota SEAMEO telah bertambah lima , yaitu Brunei Darussalam, Myanmar , Kamboja, Laos ,dan Vietnam . Di samping itu, organisasi ini memiliki enam associate members : Australia ,Belanda, Kanada, Jerman, Perancis, dan Selandia Baru. Selain itu, ada satu affiliate member,yaitu Norwegia. Sekretariat SEAMEO, yang disebut SEAMES ( South-East Asia Ministers of Education Secretariat ), yang berkantor di Bangkok , dipimpin oleh seorang Direktur denganmasa bakti 3 (tiga) tahun, yang direkrut dari negara-negara anggota secara bergiliran.
Kerja sama Multilateral
Kerja sama multilateral, yang dikoordinasikan oleh Bagian Kerja Sama Multilateral, berurusandengan kerja sama dengan badan-badan dunia yang melibatkan sejumlah negara. Dalammelaksanakan program-program pendidikan, pemuda dan olahraga yang memerlukan bantuanteknis asing, Depdiknas bekerja sama dengan ADB ( Asian Development Bank ), WB ( WorldBank ), dan IDB ( Islamic Development Bank ) melalui program kemitraan. Kerja sama dengan badan-badan dunia ini dapat berupa pemberian hibah atau pinjaman, untuk mendukung program-program yang dilaksanakan di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti pelatihan jangka pendek dan pendidikan pascasarjana. Kedua bentuk kerja sama ini memerlukan persiapanyang melibatkan berbagai instansi terkait, terutama BAPPENAS, DEPKEU, DEPLU, danSekretariat Negara, serta perwakilan badan-badan dunia terkait. Di samping itu, kerja sama