Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANALISIS BEBAN KERJA

ANALISIS BEBAN KERJA

Ratings: (0)|Views: 151 |Likes:
Published by MUSKAMAL

More info:

Published by: MUSKAMAL on Apr 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

 
ANALISIS BEBAN KERJAORGANISASI PEMERINTAH DAERAH
2010
BAB IPENDAHULUAN
A.
Latar belakangPenyelenggaraan pemerintahan yang efisien dan efektif menjadituntutan di era globalisasi yang sarat dengan persaingan dan keterbatasan disegala bidang. Kenyataan tersebut menuntut profesionalisme sumber dayaaparatur dalam pelaksanaan urusan pemerintahan. Hal ini sesuai denganUndang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaianyang menyatakan bahwa sebagai unsur aparatur negara, pegawai negeri sipilharus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional.Dalam rangka mencapai profesionalisme tersebut, KementerianPendayagunaan Aparatur Negara melalui Surat Edaran (SE) Nomor:SE/28/M.PAN/10/2004 tanggal 14 Oktober 2004 Tentang Penataan PNS,mewajibkan setiap instansi baik pusat maupun daerah melaksanakan kegiatanberikut :1.Melakukan penataan PNS dilingkungan unit kerja mengacu pada KeputusanMen.PAN Nomor:KEP/23.2/M.PAN/2004 tanggal 16 Pebruari 2004 TentangPedoman Penataan Pegawai.2.Melaksanaan analisis jabatan yang mengacu pada Keputusan Men.PANNomor:KEP/61/M.PAN/6/2004 Tanggal 21 Juni 2004 Tentang PedomanPelaksanaan Analisis Jabatan.
3.
Melaksanakan analisis beban kerja berdasarkan/ mengacu pada KeputusanMen.PAN Nomor:KEP/ 75/M.PAN/7/2004 Tanggal 23 Juli 2004 tentangpedoman perhitungan kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja dalamrangka penyusunan formasi pegawai negeri sipil.
MUSKAMAL,S.Sos, M.Si, PKP2A II LAN MAKASSAR1
 
ANALISIS BEBAN KERJAORGANISASI PEMERINTAH DAERAH
2010
Departemen Dalam Negeri juga kemudian menyusun suatu PeraturanNomor 4 Tahun 2005 tentang Pedoman Analisis Jabatan di LingkunganDepartemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. Peraturan ini kemudianditindaklanjuti dengan Permendagri No. 12 tahun 2008 tentang pedomananalisis beban kerja di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan PemerintahDaerah yang merupakan panduan tentang uraian langkah-langkah dalammelakukan analisis beban kerja pada setiap unit organisasi di lingkunganDepartemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.Pelaksanaan analisis beban kerja pada hakekatnya diharapkan agar terpenuhinya tuntutan kebutuhan untuk menciptakan efektivitas dan efisiensiserta profesionalisme sumber daya manusia aparatur yang memadai padasetiap instansi serta mampu melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahandan pembangunan secara lancar dengan dilandasi semangat pengabdiankepada masyarakat, bangsa dan negara.Menurut Simamora (1995 : 57), Analisis beban kerja adalahmengidentifikasi baik jumlah Pegawai maupun kualifikasi pegawai yangdiperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Pelaksanaan analisis beban kerjadapat menghasilkan suatu tolak ukur bagi pegawai/unit organisasi dalammelaksanakan kegiatannya, yaitu berupa norma waktu penyelesaian pekerjaan,tingkat efisiensi kerja, dan standar beban kerja dan prestasi kerja, menyusunformasi pegawai, serta penyempurnaan sistem prosedur kerja dan manajemenlainnya.Hasil analisis beban kerja juga dapat dijadikan dasar untukmeningkatkan produktifitas kerja serta langkah-langkah lainnya dalam rangkameningkatkan pembinaan, penyempurnaan dan pendayagunaan aparatunegara baik dari segi kelembagaan, ketatalaksanaan maupun kepegawaian.
MUSKAMAL,S.Sos, M.Si, PKP2A II LAN MAKASSAR2
 
ANALISIS BEBAN KERJAORGANISASI PEMERINTAH DAERAH
2010
Secara empirik, banyak fenomena yang muncul dalam praktekpenyelenggaraan tugas pokok dan fungsi, seperti dipercaya atasan dalammelakukan banyak tugas, pada awalnya memang menyenangkan, tapi bilasudah melebihi kemampuan, terkadang kondisi cepat sakit atau perasaan jenuh yang kerap menyerang para aparat pemerintah, bisa juga disebabkanakibat beban kerja yang terlalu banyak sehingga Anda harus terus bekerjamelebihi waktu kerja yang wajar (lembur). Selain beban kerja yang bertumpuk,melakukan pekerjaan yang sama dalam jangka waktu cukup lama, sepertinyasudah menjadi masalah sehari-hari bagi Aparat saat ini. Boleh-boleh saja bila Anda ingin menunjukkan dedikasi tinggi pada lembaga,tetapi bila ingin efektif dan menikmati pekerjaan, Anda pun harus memiliki rambu-rambu yangmembatasi semangat anda tersebut.Para aparat pemerintah yang memiliki beban kerja sangat berat, pastiakan sering mengeluh dengan atasan mereka tapi cobalah sesekalimelepaskan lelah ditempat yang memungkinkan di kantor, pasti tak akan adayang mengeluh atau menyalahkan pegawai. Permasalahannya, kadang aparatsendiri yang terlalu memaksakan diri untuk bisa menyelesaikan semuapekerjaan secepatnya. Pada dasarnya, stres juga bisa menjadi salah satufaktor paling efektif dalam membangkitkan semangat dalam bekerja. Sebagianorang kadang membutuhkan rasa stres agar tetap bisa berfikir waras. Stres juga mampu menstimulasi dan membuat anda merasa berharga, esensial danvital bagi lembaga, pemikiran anda pun bisa bekerja lebih aktif, sehingga stresmasih menjadi faktor yang bisa dimanfaatkan. Tapi di sisi lain, terlalu banyakhal-hal baik juga bisa menyebabkan hal yang tak baik.Bila pegawai bekerja dengan tingkat stres tinggi secara terus menerus,lama kelamaan juga akan menimbulkan kejenuhan. Apalagi bila pekerjaantersebut akhirnya banyak yang tak tertangani. Salah satu penyebab utamanya
MUSKAMAL,S.Sos, M.Si, PKP2A II LAN MAKASSAR3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->