Konvensi Hukum Laut Internasional memberikan kesempatankepada negara pantai untuk melakukan tinjauan terhadap wilayahlandas kontinen hingga mencapai 350 mil laut dari garis pangkal.Berdasarkan ketentuan UNCLOS jarak yang diberikan adalah 200 millaut, maka sesuai ketentuan yang ada di Indonesia berupaya untukmelakukan submission ke PBB mengenai batas landas kontinenIndonesia diluar 200 mil laut, karena secara posisi geografis dankondisi geologis, Indonesia kemungkinan memiliki wilayah yang dapatdiajukan sesuai dengan ketentuan penarikan batas landas kontinendiluar 200 mil laut.Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS 1982) jugamelahirkan delapan zonasi pegaturan (regime) hukum laut yaitu,1. Perairan Pedalaman (Internal waters),2. Perairan kepulauan (Archiplegic waters) termasuk ke dalamnya selatyang digunakan untuk pelayaran internasional,3. Laut Teritorial (Teritorial waters),4. Zona tambahan ( Contingous waters),5. Zona ekonomi eksklusif (Exclusif economic zone),6. Landas Kontinen (Continental shelf),7. Laut lepas (High seas),8..Kawasan dasar laut internasional (International sea-bed area).Konvensi Hukum Laut 1982 mengatur juga pemanfaatan lautsesuai dengan status hukum dari kedelapan zonasi pengaturantersebut. Negara-negara yang berbatasan dengan laut, termasukIndonesia memiliki kedaulatan penuh atas wilayah perairanpedalaman, perairan kepulauan dan laut teritorial; sedangkan untukzona tambahan, zona ekonomi eksklusif dan landasan kontinen,negara memiliki hak-hak eksklusif, misalnya hak memanfaatkansumberdaya alam yang ada di zona tersebut. Sebaliknya, laut lepas