Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
30Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peranan Agroforestri dalam Mempertahankan Fungsi Hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS)

Peranan Agroforestri dalam Mempertahankan Fungsi Hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS)

Ratings: (0)|Views: 1,316 |Likes:
Published by wahyusoil unhas
ILMU TANAH PERTANIAN UNHAS
ILMU TANAH PERTANIAN UNHAS

More info:

Published by: wahyusoil unhas on Apr 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

 
Peranan Agroforestri dalamMempertahankan Fungsi HidrologiDaerah Aliran Sungai (DAS)
Meine van Noordwijk 
1
, Fahmuddin Agus
2
, Didik Suprayogo
3
, KurniatunHairiah
3
, Gamal Pasya
1,4
, Bruno Verbist
1
dan Farida
1
1)
World Agroforestry Centre, ICRAF SE Asia, P.O.Box 161, Bogor 16001
2)
Balai Penelitian Tanah, Departemen Pertanian, Bogor
3)
Universitas Brawijaya, Fakultas Pertanian, Jurusan Tanah, Malang 65145
4)
BAPPEDA Provinsi Lampung, Bandar Lampung
Kegiatan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) sudah dilaksanakanpada berbagai belahan bumi lebih dari satu abad, namun masihterdapat kelemahan yang mendasar dalam hal penetapan kriteria danindikator fungsi hidrologi DAS. Adanya harapan yang berlebihan dankurang realistis tentang dampak pengelolaan DAS telah memunculkankebijakan yang memerlukan investasi besar seperti 'reboisasi', namunhasilnya masih kurang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.Pada tingkat curah hujan tertentu, fungsi hidrologi DAS berhubungandengan kemampuan DAS dalam hal: (1) transmisi air, (2) penyanggapada puncak kejadian hujan, (3) pelepasan air secara perlahan, (4)memelihara kualitas air, dan (5) mengurangi perpindahan massatanah, misalnya melalui longsor.Hubungan antara tutupan lahan oleh pohon (baik secara penuhdalam bentuk 'hutan alam' maupun tutupan sebagian sepertiagroforestri) dengan fungsi hidrologi dapat dilihat dari aspek totalhasil air dan daya sangga DAS terhadap debit puncak pada berbagaiskala waktu. Peran sistem penggunaan lahan pada suatu bentanglahan (lansekap) dapat dinilai dari sudut perubahan tingkatevapotranspirasi yang berhubungan dengan keberadaan pohon, lajuinfiltrasi tanah yang berhubungan dengan kondisi fisik tanah, dan lajudrainase yang berhubungan dengan jaringan drainase pada skalalansekap.Pada saat ini telah tersedia model simulasi yang dapat dipakaiuntuk mempelajari dinamika pori makro tanah yang berhubungandengan sifat hujan menurut skala waktu dan ruang. Model tersebut
23
 
disusun berdasarkan hasil pengukuran yang intensif dari berbagai(Sub) DAS dan dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh alihguna lahan terhadap fungsi hidrologi DAS. Dengan demikian, modeltersebut dapat digunakan untuk ekstrapolasi berbagai skenario sistempenggunaan lahan di masa yang akan datang. Kesimpulan utamayang diperoleh dari rangkaian studi intensif tersebut adalah bahwaberbagai bentuk agroforestri (seperti 'kebun lindung' atau 'repong')yang telah banyak dipraktekkan petani dapat mempertahankan fungsihidrologi hutan lindung dan sekaligus memberikan penghasilankepada masyarakat di desa yang kepadatan penduduknya sekitar 50 -100 orang km
-2
. Namun sayangnya, 'Kebun Lindung' sebagai sistempenggunaan lahan yang akrab lingkungan, masih belum diakui olehsemua kalangan, sehingga belum banyak diadopsi dalam programnasional pengelolaan DAS. Apabila negosiasi tentang penggunaan danpengelolaan lahan dapat didasarkan kepada kriteria dan indikatorfungsi hutan, bukan berdasarkan sistem penggunaan lahan, makaberbagai sistem kebun lindung dapat menjadi pilihan yang dapatmemenuhi keinginan berbagai pihak.
Pendahuluan
Konsep pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai penyedia airberkualitas baik secara terus menerus, merupakan konsep yang sudahlama berkembang yang hampir sama lamanya dengan konsep pertanianberirigasi. Namun demikian, masih terdapat ketidak jelasan kriteria danindikator yang didasarkan pada hubungan sebab
akibat pengelolaanDAS yang dapat memenuhi harapan realistis multi pihak. Dalam debatpublik, pengelolaan DAS seringkali dihubungkan dengan tingkatpenutupan lahan oleh hutan, dengan asumsi bahwa 'reforestasi' atau'reboisasi' dapat mengembalikan dampak negatif dari terjadinyapenggundulan hutan. Dewasa ini masih banyak kebingungan di tingkatmasyarakat dalam menjawab pertanyaan apakah aliran sungai akanmeningkat atau menurun setelah terjadi alih guna hutan atau setelahdilaksanakan reboisasi. Hal ini disebabkan kurang tersedianya dataempiris dan/atau kurang diacunya referensi yang tersedia.Istilah 'pengelolaan secara berkelanjutan' (
sustainable management
)menjadi istilah 'klise' yang kurang mempertimbangkan kebutuhanmasyarakat yang dapat berubah sesuai dengan permintaan pasar. Masalahlainnya adalah tidak tersedianya metoda pemantauan (monitoring) atau
24
 
bahkan mungkin metoda pemantauan telah tersedia tetapi belumdigunakan, dan belum diberlakukannya kriteria yang jelas untukkeberhasilan suatu usaha konservasi lingkungan. Tambahan lagi, aspekkepadatan penduduk, kebutuhan hidup dan harapan masyarakat dalamberbagai diskusi yang berhubungan dengan sistem penutupan lahan,kurang diperhatikan. Kenyataan tersebut di atas menyebabkan banyaknyaperbedaan antara peta sistem penggunaan lahan dengan kondisisebenarnya di lapangan.Pada makalah ini diusulkan sekumpulan kriteria dan indikator darifungsi hidrologi DAS, yang dapat dipakai untuk mengevaluasi dampakberbagai teknik pengelolaan DAS yang berkelanjutan. Kajian akan lebihdifokuskan kepada potensi agroforestri yang juga dikenal dengan'wanatani' dalam mempertahankan produktivitas lahan, dan sekaligusmemberikan perlindungan terhadap fungsi hidrologi.Hubungan antara pengelolaan DAS yang berkelanjutan dengan fungsihidrologi dan agroforestri, diberikan dalam Gambar 1.
Gambar 1
. Hubunganantara pengelolaanDAS berkelanjutandengan fungsi hidrologidan agroforestri.
Perkembangan konsep hutan dan air diIndonesia
Persepsi publik dan kebijakan umum tentang perlindungan DASmenginginkan adanya suatu kondisi (hutan) di daerah hulu danmengasosiasikan setiap kejadian banjir dengan hilangnya tutupan hutan diperbukitan dan pegunungan. Oleh karena itu, penanaman kayu-kayuanmerupakan suatu tolok ukur dalam rehabilitasi. Pendekatan 'ekohidrologi'
25

Activity (30)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dedy Gap liked this
wisnuwidjajani liked this
Sogen Aleksi liked this
Purnawan Iweng liked this
Sogen Aleksi liked this
Eko Suryanto liked this
Nova Maulani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->