Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Definisi distrbsi

Definisi distrbsi

Ratings: (0)|Views: 325 |Likes:
Published by Merdian_Lisa_415

More info:

Published by: Merdian_Lisa_415 on Apr 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2010

pdf

text

original

 
Definisi/Pengertian Saluran Distribusi & Jenis/MacamJalur Distribusi Barang Dan Jasa
Mon, 19/05/2008 - 12:03am — godam64Distribusi memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat.Dengan adanya saluran distribusi yang baik dapat menjamin ketersediaan produk yangdibutuhkan oleh masyarakat. Tanpa ada distribusi produsen akan kesulitan untuk memasarkan produknya dan konsumen pun harus bersusah payah mengejar produsenuntuk dapat menikmati produknya.Saluran Distribusi adalah suatu jalur perantara pemasaran baik transportasi maupun penyimpanan suatu produk barang dan jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.Saluran distibusi dipengaruhi faktor Di antara pihak produsen dan konsumen terdapat perantara pemasaran yaitu wholesaler (distributor/agen) yang melayani pembeli retailer (peritel) dan juga retailer (peritel) yangmengecerkan produk kepada konsumen akhir.Jenis-Jenis / Macam-Macam Saluran Distribusi Barang dan Jasa :1. Produsen ---> Konsumen (Umumnya Jasa)Contoh : Bengkel, Rumah Makan, Pangkas Rambut, Salon, Panti Pijit, Dsb2. Produsen ---> Retailer ---> KonsumenContoh : Koran, Es Krim, Dll3. Produsen ---> Wholesaler ---> Retailer ---> KonsumenContoh : Mie Instan, Beras, Sayur-Mayur, Minuman Dalam Kemasan, dll4. Produsen ---> Agen ---> Wholesaler ---> Retailer ---> KonsumenContoh : Barang Impor 5. Produsen ---> Industri (Produsen)Contoh : Pabrik mie telor menjual produknya ke pedagang mie ayam gerobak keliling.6. Produsen ---> Wholesaler ---> Industri (Produsen)Contoh : Suatu distributor membeli mesin berat dari luar negeri untuk dijual ke pabrik- pabrik di dalam negeri.Salurandistribusi menghubungkan bisnis dengankonsumen akhir produk. Satu atau lebih  bisnis dapat beroperasi dalamlintasantersebut yang memberikan akses ke pasar sasaran.Bisnis dalam lintasan dipilih dengan tuntutan kebutuhan dan keinginan konsumen sertakarakteristik produk.
 
Dalam keberadaannya bisnis kita memilih memilih
tipeSaluran
yang akandipergunakan, menentukan kekuatan saluran, merancang bentuk saluran, dan mengelola berbagai aspek operasionalisasi saluran. Tipe saluran
konvensional
menempatkankelompok bisnis independen dalam lintasan yang berusaha untuk menata sendiri dansedikit perhatian terhadap total kinerja saluran. Lain dengan saluran konvensional,
sistempemasaranvertikal
mengelola saluran yang terkoordinasi atau terprogram sebagai partisipasi kepada bisnis. Sistem pemasaran tersebut, merupakan jaringan yangdirasionalisasikan dan bersifat padat modal dengan rancangan untuk mencapai efisiensiteknologi, manajerial, dan promosi melalui integrasi, koordinasi, serta sinkronisasi pemasaran yang mengalir dari titik produksi sampai titik konsumen akhir. Ini berarti,intensitas saluran adalah baik dilakukan dengan mengacu pada kuantitas pengecer membawa merek tertentu di dalam suatu wilayah geografis. Akhirnya bentuk saluran punditentukan berbasis alternatif pertimbangan pengguna akhir, karakteristik produk,kemampuan dan sumber daya bisnis, fungsi-fungsi yang disyaratkan atau ketersediaandan keterampilan para saluran. Hal itu, menyebabkan makin pentingnya kekuatansaluran, pertumbuhan yang hebat dari saluran pemasaran langsung, dan makin pentingnya produktivitas saluran distribusi.
MANAJEMEN SDM
Dalam perekonomian modern, menurut
Mangkoesoebroto (1993)
peranan pemerintahdapat diklasifikasikan dalam 3 golongan besar, yaitu: pertama, peranan alokasi, yaitu peranan pemerintah dalam alokasi sumber-sumber ekonomi yang tujuannya untuk mengalokasikan faktor-faktor produksi yang tersedia dimasyarakat sehingga kebutuhanmasyarakat akan barang publik cukup terpenuhi, kedua, peranan distribusi yang pada pokoknya mempunyai tujuan terselenggaranya distribusi pendapatan secara adil, ketiga, peranan stabilisasi, yang tujuannya untuk terpenuhinya tingkat kesempatan kerja yangtinggi, tingkat harga yang relatif stabil dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang memadai.Untuk melaksanakan tiga peranan di atas, tentu saja pemerintah khususnya pemerintahdaerah yang sedang melaksanakan otonomi daerah dan apabila peranan tersebutditerapkan di daerah memerlukan biaya atau dana yang tidak kecil. Pembiayaan yangdiperoleh pemerintah daerah dari berbagai sumber, terutama yang berasal dari pajak danretribusi daerah. Pemerintah daerah untuk menjalankan ketiga peranan tersebut selama iniadalah dengan mengandalkan dari bantuan pemerintah pusat. Padahal salah satu indikator yang penting untuk mengukur kemampuan suatu daerah dalam melaksanakan otonomidaerah adalah kemampuan daerah dalam bidang keuangan, sebagai salah satu modaldasar dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah tersebut. Selanjutnya untuk mengetahuitingkat kemampuan daerah dalam bidang keuangan dapat diketahui dari penerimaan pendapatan asli daerah.Selain dana untuk membiayai ke tiga peranan yang telah disebutkan di atas, juga sumber daya manusia yang memiliki arti penting dalam mewujudkan kegiatan yang ada di
 
daerah. Menurut
Nawawi (2001)
ada tiga pengertian sumber daya manusia yaitu :a) Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu organisasi(disebut juga personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan). b) Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalammewujudkan eksistensinya.c) Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagaimodal (non material/non finansial) di dalam organisasi bisnis, yang dapat mewujudkanmenjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non-fisik dalam mewujudkan eksistensiorganisasi.Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia adalahsuatu proses mendayagunakan manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi, agar  potensi fisik dan psikis yang dimilikinya berfungsi maksimal bagi pencapaian tujuanorganisasi (lembaga).Disamping itu, manusia adalah makhluk Tuhan yang kompleks dan unik serta diciptakandalam integrasi dua substansi yang tidak berdiri sendiri yaitu tubuh ( fisik / jasmani)sebagai unsur materi, dan jiwa yang bersifat non materi. Hubungan kerja yang palingintensif dilingkungan organisasi adalah antara pemimpin dengan para pekerja (staf) yangada di bawahnya. Hubungan kerja semakin penting artinya dalam usaha organisasimewujudkan eksistensinya dilingkungan tugas yang lebih luas dan kompetetif pada masayang akan datang.Sumber daya manusia adalah ujung tombak pelayanan, sangat diandalkan untuk memenuhi standar mutu yang diinginkan oleh wajib pajak dan wajib retribusi. Untuk mencapai standar mutu tersebut, maka harus diciptakan situasi yang mendukung pelayanan yang memuaskan wajib pajak dan wajib retribusi.Upaya-upaya manusia itu bukan sesuatu yang statis, tetapi terus berkembang dan berubah, seirama dengan dinamika kehidupan manusia, yang berlangsung dalamkebersamaan sebagai suatu masyarakat. Oleh karena itu salah satu situasi yangmendukung adalah seluruh peraturan pengelolaan sumber daya manusia yang berdampak  pada perlakuan yang sama kepada pegawai.Pada dasarnya kebutuhan umum yang dituntut oleh manusia terdiri dari dua macam, yaitukebutuhan material dan kebutuhan spritual. Pembagian kebutuhan seperti ini terlaluumum untuk dijadikan pedoman dalam memotivasi bawahan. Oleh karena itu, Maslow(dalam Siagian, 1981) menyebutkan 5 tingkatan kebutuhan manusia, yang secara umumdapat dijelaskan sebagi berikut :a) Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs), yang termasuk dalam kebutuhan ini,misalnya sandang, pangan, papan, dan tempat berlindung. Kebutuhan ini termasuk kebutuhan primer dan mendesak sifatnya. Untuk itu seorang pimpinan yang ingininsruksi dan perintahnya dilaksanakan hendaknya dapat memenuhi kebutuhan tersebut. b) Kebutuhan Keamanan (Safety Needs), yang termasuk dalam kebutuhan ini, misalnyakebutuhan akan keamanan jiwa terutama dalam jam-jam kerja. Kebutuhan akankeamanan kantor ditempat kerja, termasuk jaminan hari tua.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->