Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asal Usul Pisang Batu

Asal Usul Pisang Batu

Ratings: (0)|Views: 7,224|Likes:
Published by Achmad Hidayat
Tiba-tiba sebuah sinar di atas memancar ke arah pohon pisang dewa. Terjadi keajaiban. Pohon pisang dewa itu mendadak dapat mengerti dan berbicara bahasa manusia.
“Ampun Baginda Raja, hamba ingin sekali memiliki kaki agar dapat berjalan-jalan seperti manusia dan binatang,” pohon pisang dewa memohon.
Tiba-tiba sebuah sinar di atas memancar ke arah pohon pisang dewa. Terjadi keajaiban. Pohon pisang dewa itu mendadak dapat mengerti dan berbicara bahasa manusia.
“Ampun Baginda Raja, hamba ingin sekali memiliki kaki agar dapat berjalan-jalan seperti manusia dan binatang,” pohon pisang dewa memohon.

More info:

Published by: Achmad Hidayat on May 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/17/2013

pdf

text

original

 
Asal Usul Pisang Batu
 Dahulu kala, hiduplah Raja Gadangaji yang sangat sakti. Raja ini sangat gemar menyantap buah-buahan. Ia mempunyai kebun buah yang sangat luas. Segala jenis buah dari berbagai penjurunegeri terdapat di kebun tersebut. Akan tetapi, pisang dewa-lah buah yang paling digemarinya.Pisang dewa memang terkenal sangat lezat. Orang yang memakannya pun tidak akan pernahbosan. Konon, pohon pisang dewa itu adalah hidangan para dewa. Para dewa menghadiahkanpohon pisang itu kepada Raja Gadangaji karena ia berhasil mengalahkan raksasa jahat yangmengamuk.Pada suatu hari, Raja Gadangaji berjalan-jalan di kebun buahnya. Saat tiba di depan pohonpisang dewa, ia berhenti dan memetik sebuah pisang yang sudah masak dari salah satutandannya. Ketika itu pohon pisang dewa memang berbeda dengan pohon pisang lainnya. Iaberbuah setiap saat dan terdiri dari beberapa tandan sekaligus. Ia juga berbuah berulang kali,sehingga saat buahnya masak, pohonnya tidak perlu ditebang.“Hmm… lezat sekali,” Raja Gadangaji memakan habis pisang tersebut. “Pohon pisang dewa, akuberjanji akan membalas kebaikanmu yang telah memberi santapan lezat setiap hari,” gumamRaja Gadangaji.Tiba-tiba sebuah sinar di atas memancar ke arah pohon pisang dewa. Terjadi keajaiban. Pohonpisang dewa itu mendadak dapat mengerti dan berbicara bahasa manusia.“Ampun Baginda Raja, hamba ingin sekali memiliki kaki agar dapat berjalan-jalan sepertimanusia dan binatang,” pohon pisang dewa memohon.Raja Gadangaji sangat terkejut mendengar permintaan yang di luar dugaannya itu. Namun iasudah telanjur berjanji. Pantang baginya untuk menarik kembali ucapannya tersebut.“Baiklah pisang dewa, aku akan memohon pada para dewa untuk memberimu kaki. Tapi ingat,kamu hanya boleh berjalan-jalan di dalam kebun istana ini!” ujar Raja Gadangaji dengan berathati.Kemudian Raja Gadangaji komat-kamit memohon kepada para dewa. Sekonyong-konyongseberkas sinar kembali memancar ke arah pohon pisang dewa. Perlahan-lahan pohon itutercabut dari dalam tanah. Dari akarnya tumbuh sepasang kaki baru. Betapa senangnya pohonpisang dewa. Ia berjalan hilir-mudik dan meloncat-loncat gembira.“Ingat pisang dewa, kamu tidak boleh keluar dari kebun ini!” ucap Raja Gadangaji sambilmeninggalkan tempat tersebut.“Baiklah! Terima kasih Baginda Raja!” seru pisang dewa gembira.Sejak itu pisang dewa senang sekali berjalan-jalan mengelilingi kebun istana. Ia memamerkankaki barunya pada setiap pohon buah yang dilewatinya. Ia tidak peduli jika pohon-pohon tersebutmulai jengkel melihat kesombongannya.Beberapa hari kemudian, pisang dewa merasa bosan hanya berjalan-jalan di dalam kebunistana. Ia ingin sekali melihat-lihat keadaan di luar kebun tersebut. Namun para penjagamelarangnya.Pada suatu malam, diam-diam pisang dewa berhasil menyelinap keluar kebun istana. Saat itupenjaga kebun istana sedang tertidur lelap.“Hahaha, akhirnya aku bisa bebas pergi ke mana saja,” kata pisang dewa sambil menelusuri jalan yang masih sepi dan gelap.Menjelang pagi hari, pisang dewa berpapasan dengan pengembara miskin yang kehabisanbekal. Pengembara itu heran melihat pohon pisang yang dapat berjalan. Saat melihat buahpisangnya yang masak, ia menghampiri untuk memetiknya. Namun pisang dewa segera berlari

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yoen Ajah liked this
adhesutrisna liked this
zeusboost7595 liked this
syahnazar liked this
Sanjaya Sun liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->