Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
22Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Suksesi Inter

Suksesi Inter

Ratings: (0)|Views: 1,062 |Likes:
Published by jx33boy607
suskesi negara.
suskesi negara.

More info:

Published by: jx33boy607 on Apr 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

 
Page | 1
BAB IPENDAHULUAN
1.1.
 
Latar Belakang
Lepasnya Timor Timur adalah sebuah kehilangan besar bagi Indonesia yangselama 23 tahun telah menganggap Timor Timur ibarat anak kandung sendiri. Integrasi dan pembangunan selama kurun waktu tersebut terbukti telah meningkatkan taraf hidupmasyarakat, pendapatan per kapita, dan jumlah pengenyam pendidikan di Timor Timur.Sulit dipercaya bahwa kemudian sebagian besar penduduknya memilih untuk hengkang begitu saja dari Indonesia, mengabaikan lebih dari 3.500 pejuang integrasi, prajurit TNI,dan Polri yang gugur serta lebih dari 2.000 korban luka dan cacat seumur hidup yang berjuang dalam upaya menegakkan perdamaian dan ketertiban selama periode 1976-1999.Ironisnya, langkah pemerintah Indonesia melepaskan Timor Timur jugamengecewakan tidak hanya rakyat Indonesia tetapi juga rakyat Timor Timur kelompok  prointegrasi yang selama 23 tahun ikut berjuang bersama RI untuk melawan kelompok antiintegrasi yang menimbulkan gangguan keamanan. Indonesia, yang terus menghadapaitekanan internasional dari negara-negara asing, PBB, serta LSM-LSM internasionalmengenai status Timor-Timur juga tengah menghadapi rongrongan krisis multidimensionaldari dalam negeri di saat yang sama. Isu ekonomi, politik, dan HAM dijadikan pertimbangan dalam mengatasi posisi Indonesia yang terjepit. Opsi yang ditawarkan pemerintah Indonesia, mulai dari pemberian status Daerah Otonomi Khusus hinggareferendum terus digulirkan. Akhirnya, pada 30 Agustus 1999 diadakan referendum bagirakyat Timor Timur. Walau diliputi banyak kecurangan dan ketidakadilan selama pelaksanaannya, Timor Timur pun tetap dinyatakan lepas dari Indonesia.Bila direnungkan, andil masyarakat internasional dalam suksesi Timor Timur  perlu dipertanyakan. Kondisi Timor Timur pasca lepas dari Indonesia tidak lebih baik darikeadaannya saat masih berstatus sebagai provinsi RI ke-27, bahkan terus memburuk.Proses referendum pun ditengarai tidak sesuai prosedur yang berlaku. Walau mengetahui proses suksesi yang cacat legitimasi ini, pihak-pihak asing terlihat begitu gigih mendorongsuksesi Timor Timur. Bahkan PBB yang seharusnya menjadi pihak netral pun tidak lepasdari sikap keberpihakanMasih segar ingatan kita terhadap bekas provinsi Timor Timur yang baru sepuluhtahun silam terlepas. Kalau kita sudah tidak mengenangnya lagi, itu lebih karenakesengajaan tidak mau mengingat. Bekas provinsi termuda ini hanyalah sebuah catatanhitam dalam sejarah bangsa. NKRI, yang wajib kita pertahankan keutuhan wilayahnya,dipaksa lepas atas hasil sebuah referendum (jajak pendapat) pada 30 Agustus 1999 yangdigelar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Mission at EastTimor (Unamet).
1
 Pengumuman hasil referendum pada 4 September 1999 menyatakan 78,5 persenatau 344.580 suara menolak tawaran otonomi khusus yang diperluas (special status with
1
 
http://www.ahmadheryawan.com/opini-media/internasional/7001-rekonstruksi-timor-timur-10-tahun-lalu.pdf .
 
 
Page | 2
wide-ranging autonomy) dan 21,5 persen menerima. Kenyataan pahit ini sekaligusmeniscayakan jatuhnya opsi kedua pemerintah Indonesia, yakni melepas Timor Timur,yang selanjutnya diatur oleh Misi PBB/UNTAET untuk membidani kelahirannya sebagainegara baru. Timor Timur meninggalkan Indonesia setelah 23 tahun bersama secara defacto. Dalam perspektif para penentang integrasi, posisi politik Indonesia hanya de facto berada di sana. Tidak pernah ada suksesi negara, yakni peralihan kekuasaan dari pihak Portugal. Pelepasan Timor Timur bagi mereka adalah sebuah pengembalian kedaulatansebuah negara yang sempat diproklamasikan pada 28 November 1975. Orang Timor Lestetidak mengakui hari jajak pendapat, atau pengumuman hasilnya, sebagai harikemerdekaan.Pandangan dari negara-negara lain, termasuk PBB, menganggap masuknya militer Indonesia ke wilayah itu pada 7 Desember 1975, disusul legalisasi integrasi itu pada 17Juli 1976, sebagai tindakan aneksasi dengan kekerasan terhadap sebuah wilayah. Karenaitu, ketika Timor Timur lepas dari wilayah Indonesia 1999, yang terjadi bukanlah suksesinegara, melainkan "pengembalian kedaulatan". Bagi perspektif Indonesia ini, rakyat Timor Timur sudah melaksanakan dekolonisasi dan menentukan nasibnya sendiri sesuai denganResolusi PBB 1514 (XV) 1960 dan 1541 (XV) 1960 dengan integrasi. Karena itu, keluar Undang-Undang No. 7 Tahun 1976 tentang pembentukan Provinsi Timor Timur, dan pemerintahannya yang selanjutnya dikukuhkan dengan Ketetapan MPR No. VI/MPR/1978.Finalisasi masalah Timor Timur seperti itu tidak membuat fora internasionalmenerima begitu saja. Portugal dan sejumlah negara menentang posisi itu danmempertahankan solusi penyelesaiannya dalam agenda Sidang Umum PBB. Sepanjangtahun 1975-1982, masalah Timor Timur berhubungan dengan masalah dekolonisasi diMajelis Sidang Umum dan Dewan Keamanan PBB. Atas prakarsa Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar pada 1983, masalah ini dibicarakan khusus dalam forum Dialog Segitiga.Dialog ini tidak didasarkan atas sebuah resolusi PBB, melainkan hanya atas dasar generalmandate (wewenang umum) Sekretaris Jenderal PBB.Jadi, legitimasi terlepasnya Timor Timur dan menjadi sebuah negara bersumber dari mandat Sekjen PBB, bukan berdasarkan sebuah resolusi khusus untuk membentuk forum yang belakangan dikenal dengan Tripartit, yakni forum bersama yang berhasilmembuat opsi-opsi penyelesaian masalah, seperti yang disepakati di New York, 5 Mei1999. Kesepakatan antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Menlu Portugal, dan SekjenPBB berujung suksesi sebuah negara.
2
 Terlepasnya Timor Timur tersebut dari wilayah Republik Indonesia dan kemudianmembentuk negara baru (Timor Leste), melahirkan berbagai masalah baru. Masalahutamanya adalah adanya dua pendapat yang saling bertentangan antara Indonesia dannegara-negara luar. Indonesia menganggap Timur Timur adalah wilayah yang sebelumnyatelah resmi menjadi bagian wilayah Indonesia pada tahun 1976. Karena itu, ketika Timor Timur kemudian memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 1999, maka telah terjadisuksesi negara pada waktu itu.
3
 
2
Ibid.
3
Ibid.
 
Page | 3
Pandangan kedua dari negara-negara lain, termasuk PBB, yang menganggap peristiwa tahun 1976 tersebut adalah tindakan pendudukan dengan kekerasan terhadapwilayah Timor Timur. Karena itu, ketika Timor Timur lepas dari wilayah Indonesia, yangterjadi bukanlah suksesi negara, tetapi ³pengembalian kedaulatan´. Terlepas apakah telahterjadi suksesi negara atau tidak, masalah mengenai status aset harta kekayaan pemerintahIndonesia yang berada di wilayah Timor Timur (Timor Leste) ternyata kemudian menjadimasalah kedua negara. Dari fakta ini, suksesi negara telah terjadi. Wilayah Timor Timur sebelumnya adalah wilayah pendudukan (Portugis sebelum diambil alih Indonesia), bukanwilayah merdeka. Karena itu dengan lepasnya Timor Timur dari Indonesia pada tahun1999, telah terjadi pemisahan wilayah dan kemudian telah lahirnya suatu negara baru.Artinya, telah terjadi suatu proses suksesi negara.
1.2.
 
Rumus
an Ma
s
alah
1.
 
Bagaimana proses suksesi timor-timur tehadap negara indonesis dan apayang menyebabkan terjadinya suksesi tersebut?2.
 
Apa implikasi hukum dari suksesi timor-timur terhadap:a.
 
Perjanjian internasional b.
 
Status kewarganegaraanc.
 
Barang-barang dan hutang publik d.
 
Orde yuridik internasional
1.3.
 
Tuju
an dan Manfaat Pen
u
li
s
an
1.3.1.
 
Tujuan penulisana.
 
Menjelaskan proses terjaadinya suksesi terhadap suatu negara. b.
 
Menjelaskan akibat hukum yang timbul dari proses suksesi negara.1.3.2.
 
Manfaat penulisana.
 
Diharapkan dapat menambah referensi mengenai materi masalah-masalah pengakuan negara merdeka dan sebagai bahan diskusi bagi mahasiswadikelas. b.
 
Diaharapkan dapat bermanfaat bagi penulis dalam mempelajari hukuminternasional.

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bang Boa liked this
Yaya ChyLyma liked this
Ratna Octaviani liked this
megatherion22 liked this
Bagoes Soekendro liked this
Feby Polymorpa liked this
Dessi Sidabutar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->